Muhaimin: Hukum Berat Penyekap Buruh - Kompas.com

Muhaimin: Hukum Berat Penyekap Buruh

Kompas.com - 04/05/2013, 21:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar menilai penyekapan para buruh yang terjadi di Tangerang, Banten, bukan saja pelanggaran aturan ketenagakerjaan yang berat, melainkan sudah termasuk dalam pelanggaran hak asasi manusia.

Muhaimin mengintruksikan pengawas ketenagakerjaan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tangerang untuk berkoordinasi dan bergabung dengan polisi mengidentifikasi tindak pidana bidang ketenagakerjaan.

"Ini merupakan kasus pelanggaran aturan ketenagakerjaan yang sungguh berat. Saya minta agar para pelakunya dituntut secara pidana dengan tuntutan hukum yang berat, "kata Muhaimin di Jakarta, Sabtu (4/5/2013).

Muhaimin mengatakan, saat ini penyidik pegawai pengawas ketenagakerjaan (PPNS) tengah melakukan penyidikan atas tindak pidana ketenagakerjaan akan yang dilakukan secara terpisah dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) polisi.

"Kita terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan pihak terkait lainnya dalam menangani kasus ini. Namun kita fokuskan dalam penuntutan secara pidana terhadap pelanggaran aturan ketenagakerjaan," kata Muhaimin.

Para pelaku tidak hanya dijerat dengan pidana umum. Petugas pengawas akan menuntut secara pidana atas pelanggaran hukum ketenagakerjaan.

"Hal penting lainnya adalah langkah-langkah penangangan para buruh, tentunya mereka harus mendapat bantuan dan pertolongan darurat agar segera pulih kesehatannya baik secara fisik maupun mental," kata Muhaimin.

Terpisah, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengecam keras "perbudakan" 46 buruh di pabrik kuali tersebut. Iqbal menuntut Bupati Tangerang mencopot kepala dinas tenaga kerja yang membiarkan praktik eksploitasi buruh terjadi.

Buruh ini diantar seorang perantara untuk bekerja di pabrik kuali dengan upah Rp 700.000 per bulan. Mereka disekap dan dipaksa bekerja 18 jam sehari tanpa libur.

"Kasus ini menjelaskan bahwa sistem kerja outsourcing masih marak terjadi akibat pengawasan yang lemah. Kasus ini terjadi di daerah yang dekat pusat kekuasaan sehingga bisa dipastikan masih banyak kasus serupa di daerah lain," kata Iqbal.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    PenulisHamzirwan
    EditorMarcus Suprihadi
    Komentar

    Terkini Lainnya

    Dua Penumpang yang Ditemukan Lemas di Mobil Mengaku Usai Minum Jus

    Dua Penumpang yang Ditemukan Lemas di Mobil Mengaku Usai Minum Jus

    Regional
    Pelajar SMP dan Kekasihnya di Bantaeng Akhirnya Menikah

    Pelajar SMP dan Kekasihnya di Bantaeng Akhirnya Menikah

    Regional
    Gatot Nurmantyo Pilih Capres, Berkuda hingga Pembangunan Manusia

    Gatot Nurmantyo Pilih Capres, Berkuda hingga Pembangunan Manusia

    Nasional
    Survei 'Kompas': Gatot dan Anies Teratas Jadi Cawapres bagi Prabowo

    Survei "Kompas": Gatot dan Anies Teratas Jadi Cawapres bagi Prabowo

    Nasional
    Hari Ini, Setya Novanto Hadapi Vonis Hakim

    Hari Ini, Setya Novanto Hadapi Vonis Hakim

    Nasional
    Berita Populer Politik: Survei 'Kompas' Elektabilitas Jokowi vs Prabowo dan Soal Ganjalan Ijazah SMA Susi Pudjiastuti

    Berita Populer Politik: Survei "Kompas" Elektabilitas Jokowi vs Prabowo dan Soal Ganjalan Ijazah SMA Susi Pudjiastuti

    Nasional
    Survei 'Kompas': JK dan Prabowo Teratas Jadi Cawapres Jokowi

    Survei "Kompas": JK dan Prabowo Teratas Jadi Cawapres Jokowi

    Nasional
    BMKG: Waspadai Petir dan Angin Kencang di Jaktim dan Jaksel

    BMKG: Waspadai Petir dan Angin Kencang di Jaktim dan Jaksel

    Megapolitan
    Jangan Tinggalkan Sampah Plastikmu, Yuk Bawa Wadah Sendiri ke Tempat Wisata

    Jangan Tinggalkan Sampah Plastikmu, Yuk Bawa Wadah Sendiri ke Tempat Wisata

    Megapolitan
    Dedi Mulyadi: Generasi Milenial Itu Justru Paham Pentingnya Lingkungan

    Dedi Mulyadi: Generasi Milenial Itu Justru Paham Pentingnya Lingkungan

    Regional
    Tangis Histeris Ibu Wakapolres Labuhan Batu, 'Andi, Mamak Ini, Anakku...'

    Tangis Histeris Ibu Wakapolres Labuhan Batu, "Andi, Mamak Ini, Anakku..."

    Regional
    Saat Konser Rhoma Irama, Pendukung Sudirman-Ida Kenakan Kaus #2018GantiGubernurJateng

    Saat Konser Rhoma Irama, Pendukung Sudirman-Ida Kenakan Kaus #2018GantiGubernurJateng

    Regional
    Irak dan UEA Sepakat Bangun Kembali Masjid Agung di Kota Mosul

    Irak dan UEA Sepakat Bangun Kembali Masjid Agung di Kota Mosul

    Internasional
    Gatot: Apabila Republik Memanggil dan Rakyat Berkehendak, Saya Siap jadi Presiden

    Gatot: Apabila Republik Memanggil dan Rakyat Berkehendak, Saya Siap jadi Presiden

    Nasional
    Kepala Divisi Keuangan First Travel Modali Mantan Pacar Buka Salon Rp 60 Juta

    Kepala Divisi Keuangan First Travel Modali Mantan Pacar Buka Salon Rp 60 Juta

    Nasional

    Close Ads X