Kompas.com - 04/05/2013, 15:50 WIB
EditorRobert Adhi Ksp

BOGOR, KOMPAS,com  - Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Cibinong Abdul Hani mengatakan hingga Sabtu siang ini pihak keluarga Susno Duadji belum datang berkunjung ke lapas.
"Sampai saat ini pihak keluarga belum ada datang," kata Kalapas di Lapas Kelas II Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu.

Kalapas menyebutkan, pada hari pertama di Lapas, ada beberapa tamu yang datang mengunjungi Susno salah satunya pengacaranya, Firman Wijaya datang berkunjung. "Informasi yang saya dapat memang kemarin ada datang tapi sewaktu kita infokan. Pak Susno tidak ingin menerima kunjungan, katanya ingin menenangkan diri dulu," kata Kalapas.

Menurut kalapas selama dua hari di dalam kondisi Mantan Kabareskrim Komjen (Purn) Susno Duadji dalam keadaan sehat.

Pada hari pertama dan kedua, Mantan Kapolda Jabar itu fokus pada pengenalan lingkungan dan pemeriksaan kesehatan. Selama di dalam Lapas, Susno Duadji juga terlihat lebih religius, banyak berzikir.

Komjen (Purn) Susno Duadji menjadi terpidana atas kasus dana pengamanan Pilkada Jabar 2008 dan gratifikasi dr PT Salmah Arwana Lestari. Susno ditahan setelah menyerahkan diri terlebih dahulu pada Kamis (2/5) malam.

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Dengan Berbagai Pertimbangan, Siapa Panglima TNI Mendatang?

    Dengan Berbagai Pertimbangan, Siapa Panglima TNI Mendatang?

    Nasional
    Kemenkumham Ambil Alih Pengelolaan Pasar Babakan Kota Tangerang

    Kemenkumham Ambil Alih Pengelolaan Pasar Babakan Kota Tangerang

    Nasional
    Eks Direktur Teknik Garuda Divonis 8 Tahun Penjara

    Eks Direktur Teknik Garuda Divonis 8 Tahun Penjara

    Nasional
    Gus Menteri Berharap Vale Indonesia Bisa Ajak PMA Lain Bermitra dengan Kemendes PDTT

    Gus Menteri Berharap Vale Indonesia Bisa Ajak PMA Lain Bermitra dengan Kemendes PDTT

    Nasional
    Dukung Revisi UU ITE, Komnas HAM Nilai Ruang Berekspresi Tidak Bisa Dipidana

    Dukung Revisi UU ITE, Komnas HAM Nilai Ruang Berekspresi Tidak Bisa Dipidana

    Nasional
    Pakar IAKMI Sebut Meningkatnya Kasus Covid-19 Jadi Alarm untuk Memperkuat Prokes

    Pakar IAKMI Sebut Meningkatnya Kasus Covid-19 Jadi Alarm untuk Memperkuat Prokes

    Nasional
    Periksa 12 ASN Setda Bandung Barat, KPK Dalami Proyek pada Era Aa Umbara

    Periksa 12 ASN Setda Bandung Barat, KPK Dalami Proyek pada Era Aa Umbara

    Nasional
    MUI Imbau Umat Islam di Zona Merah Tak Shalat Idul Adha Berjemaah di Masjid atau Tempat Terbuka

    MUI Imbau Umat Islam di Zona Merah Tak Shalat Idul Adha Berjemaah di Masjid atau Tempat Terbuka

    Nasional
    Mahfud: Sambil Tunggu Revisi Terbatas, Pedoman UU ITE Diharapkan Bisa Maksimal Lindungi Masyarakat

    Mahfud: Sambil Tunggu Revisi Terbatas, Pedoman UU ITE Diharapkan Bisa Maksimal Lindungi Masyarakat

    Nasional
    Kejagung Lelang 16 Kapal Sitaan dari Heru Hidayat dalam Kasus Korupsi Asabri

    Kejagung Lelang 16 Kapal Sitaan dari Heru Hidayat dalam Kasus Korupsi Asabri

    Nasional
    SKB Pedoman UU ITE Resmi Ditandatangani, Ini Isinya

    SKB Pedoman UU ITE Resmi Ditandatangani, Ini Isinya

    Nasional
    Menteri PPPA Sebut PJJ Berisiko Tingkatkan Jumlah Pekerja Anak di Indonesia

    Menteri PPPA Sebut PJJ Berisiko Tingkatkan Jumlah Pekerja Anak di Indonesia

    Nasional
    Safenet: Perbaikan UU ITE Seperti Menunggu Lebaran Kuda

    Safenet: Perbaikan UU ITE Seperti Menunggu Lebaran Kuda

    Nasional
    Kasus Korupsi Asabri, Kejagung Periksa 7 Saksi

    Kasus Korupsi Asabri, Kejagung Periksa 7 Saksi

    Nasional
    UPDATE: 141.187 Spesimen Diperiksa, Positivity Rate Versi PCR Capai 49,07 Persen

    UPDATE: 141.187 Spesimen Diperiksa, Positivity Rate Versi PCR Capai 49,07 Persen

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X