Kompas.com - 03/05/2013, 16:03 WIB
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHindra

CIBINONG, KOMPAS.com – Kepala Lembaga Pemasyartakatan Kelas II A Cibinong Abdul Hany menyatakan, mantan Kabareskrim Mabes Polri Komjen (Purn) Susno Duadji, baru dapat dikunjungi oleh sanak keluarganya mulai Sabtu (4/5/2013) besok. Pasalnya, sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, tidak ada jam besuk setiap hari Jumat.

“Besok baru bisa dijenguk. Tapi kembali lagi apakah Pak Susno mau dijenguk atau tidak. Itu privacy Pak Susno,” kata Abdul kepada wartawan, Jumat (3/5/2013).

Pada Jumat ini, aktivitas Susno di Lapas hanya melaksanakan shalat Jumat di lingkungan Lapas.

Meski dalam putusannya, Susno harus menjalani masa tahanan selama 3,5 tahun, Abdul belum dapat memastikan, apakah Susno, bakal caleg Partai bulan Bintang, akan selamanya mendekam di Lapas Cibinong.

“Tergantung perintahnya nanti,” katanya.

Seperti diberitakan, setelah gagalnya dieksekusi pada Rabu (24/4/2013) lalu, keberadaan Susno misterius. Kejaksaan Agung pun menetapkan statusnya sebagai buron, Senin (29/4/2013). Setelah buron, pada Senin (29/4/2013) sore, Susno muncul di video yang diunggah di Youtube oleh akun Yohana Celia sekitar pukul 16.00.

Susno tampak mengenakan batik dengan motif berwarna hitam dan putih. Ia bicara di sebuah tempat dengan latar belakang putih. Dalam video berdurasi 15 menit 34 detik itu, Susno mengatakan, ia berada di daerah pemilihannya di dapil 1 Jawa Barat.

Eksekusi yang dilakukan kejaksaan merupakan tindak lanjut dari putusan Mahkamah Agung yang menolak kasasi Susno. Dengan putusan ini, Susno tetap dibui sesuai vonis Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 3,5 tahun. Hakim menilai Susno terbukti bersalah dalam kasus korupsi PT Salmah Arowana Lestari dan korupsi dana pengamanan Pilkada Jawa Barat.

Susno menyatakan dirinya tidak dapat dieksekusi dengan berbagai alasan. Pertama, dia menyatakan putusan MA yang menolak kasasinya tidak mencantumkan perintah penahanan 3,5 tahun. Putusan MA hanya tertulis menolak permohonan kasasi dan membebankan biaya perkara kepada terdakwa sebesar Rp 2.500.

Alasan kedua, Susno menilai bahwa putusan Pengadilan Tinggi Jakarta cacat hukum karena salah dalam menuliskan nomor putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dengan sederet argumen itu, Susno menganggap kasusnya telah selesai.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Resmikan Groundbreaking Hilirisasi Batu Bara, Jokowi Minta 30 Bulan Proyek Harus Selesai, Jangan Mundur

    Resmikan Groundbreaking Hilirisasi Batu Bara, Jokowi Minta 30 Bulan Proyek Harus Selesai, Jangan Mundur

    Nasional
    Kasus Omicron Meningkat, Perhimpunan Dokter Paru Minta Pemerintah Tinjau Ulang Sekolah Tatap Muka

    Kasus Omicron Meningkat, Perhimpunan Dokter Paru Minta Pemerintah Tinjau Ulang Sekolah Tatap Muka

    Nasional
    Tanggapi Video Viral 'Macan Mengeong', Waketum Gerindra: Prabowo Tak Pernah Baper Difitnah

    Tanggapi Video Viral "Macan Mengeong", Waketum Gerindra: Prabowo Tak Pernah Baper Difitnah

    Nasional
    Sepak Terjang Pangkoarmada RI Pertama Laksdya Agung Prasetiawan, Malang-Melintang di Kapal Perang

    Sepak Terjang Pangkoarmada RI Pertama Laksdya Agung Prasetiawan, Malang-Melintang di Kapal Perang

    Nasional
    PDPI: Gejala Utama Varian Omicron Batuk, Hindung Tersumbat hingga Sesak Napas

    PDPI: Gejala Utama Varian Omicron Batuk, Hindung Tersumbat hingga Sesak Napas

    Nasional
    1 Buron Kasus Investasi Bodong Robot Trading Evotrade Ditangkap

    1 Buron Kasus Investasi Bodong Robot Trading Evotrade Ditangkap

    Nasional
    Cerita Pilot tentang Megawati: Daratkan Hercules A-1341 pada Penerbangan dari Bali ke Madiun

    Cerita Pilot tentang Megawati: Daratkan Hercules A-1341 pada Penerbangan dari Bali ke Madiun

    Nasional
    Mayjen Agus Subiyanto, Wakil KSAD Baru Eks Danpaspampres Jokowi

    Mayjen Agus Subiyanto, Wakil KSAD Baru Eks Danpaspampres Jokowi

    Nasional
    Salah Satu Pertemuan G20 Bakal Digelar di Pinggir Pantai, Gubernur Bali: Pak Jokowi Ingin 'Taste' yang Beda

    Salah Satu Pertemuan G20 Bakal Digelar di Pinggir Pantai, Gubernur Bali: Pak Jokowi Ingin "Taste" yang Beda

    Nasional
    Ini Daftar 5 Pangdam Baru yang Ditunjuk Panglima Andika

    Ini Daftar 5 Pangdam Baru yang Ditunjuk Panglima Andika

    Nasional
    Mayjen Widodo Dwi Purwanto Jadi Komandan Korps Marinir Gantikan Mayjen Suhartono

    Mayjen Widodo Dwi Purwanto Jadi Komandan Korps Marinir Gantikan Mayjen Suhartono

    Nasional
    16 Jemaah Umrah Kembali Dinyatakan Positif Covid-19

    16 Jemaah Umrah Kembali Dinyatakan Positif Covid-19

    Nasional
    Kemenkes: Total 1.626 Kasus Covid-19 Omicron di Indonesia

    Kemenkes: Total 1.626 Kasus Covid-19 Omicron di Indonesia

    Nasional
    Anak dan Lansia yang Belum Diberi Vaksin Covid-19 Bisa Fatal jika Terkena Omicron, Vaksinasi Perlu Dipercepat

    Anak dan Lansia yang Belum Diberi Vaksin Covid-19 Bisa Fatal jika Terkena Omicron, Vaksinasi Perlu Dipercepat

    Nasional
    Jadi Danjen Kopassus, Brigjen Widi Prasetijono Eks Ajudan Jokowi yang Pernah Jadi Dandim Solo

    Jadi Danjen Kopassus, Brigjen Widi Prasetijono Eks Ajudan Jokowi yang Pernah Jadi Dandim Solo

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.