Kompas.com - 01/05/2013, 16:56 WIB
|
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com - Pemerintah Republik Demokratik Kongo menjawab demo buruh pada 1 Mei 2013 dengan menciptakan 13.000 loker alias lowongan pekerjaan. Menteri Tenaga Kerja Kongo Modeste Bahati Lukwebo mengatakan sampai kini sejak setahun silam, sudah tersedia, persisnya, 13.552 loker.

Catatan sebagaimana warta AP pada hari ini menunjukkan kalau Lukwebo juga memerinci loker tersebut. Ada 1.925 loker di sektor pertanian. Lalu, tersedia 2.558 loker di sektor industri. Terakhir, ada 9.069 loker di sektor jasa.

Kendati begitu, Lukwebo mengakui masih ada jurang lebar antara generasi kerja dengan populasi pengangguran."Kita masih butuh banyak kerja keras untuk memperkecil jumlah pengangguran, khususnya di kalangan kaum muda,"kata Lukwebo di Kinshasa.

Sementara itu, laporan Program PBB untuk Pembangunan (UNDP) menunjukkan angka pengangguran pada penduduk berusia 15-24 tahun di Kongo memang masih menjadi problem besar. Tingkat pengangguran di kelompok itu 32,23 persen. Angka tersebut justru lebih tinggi dari pada rerata nasional Kongo di posisi 17,8 persen.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.