Keluarga Uje Perkenankan Publik Bertahlilan di Rumah Duka

Kompas.com - 26/04/2013, 15:39 WIB

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com -- Publik yang berniat mendoakan almarhum Ustaz Jeffry Al Buchori alias Uje diperkenankan oleh keluarga Uje untuk ikut bertahlilan di rumah duka.

"Kami keluarga besar rencananya akan menggelar tahlilan sampai tujuh hari ke depan. Siapa pun diperkenankan hadir kok," ujar Muchtar Fatawi, wakil dari keluarga Uje, ketika ditemui Kompas.com di rumah duka, Jalan Namada III, Blok I Nomor 11, Perumahan Bukit Mas, Rempoa, Tangerang Selatan, Jumat (26/4/2013) siang.

Lanjut Muchtar, tenda akan tetap dipasang di depan rumah tersebut untuk meneduhi orang-orang yang akan mengikuti tahlilan. "Soal persiapan, mohon maaf jika kami ala kadarnya. Paling, sejauh ini, berdasarkan tadi pembicaraan sama keluarga, persiapan biasa-biasa saja, yang penting doanya," tuturnya.

Muchtar sendiri mengaku belum mengetahui apakah tahlilan akan dilanjutkan hingga hari ke-40 sesudah Uje meninggal dunia. Ia akan melakukan koordinasi kembali dengan pihak keluarga almarhum untuk membicarakan hal tersebut.

Terpantau oleh Kompas.com, meski jenazah Uje telah dishalatkan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, dan dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, para pelayat masih berdatangan ke rumah duka. Ada juga yang mengaji di situ.

Uje meninggal dunia karena kecelakaan tunggal ketika berkendaraan sepeda motor gede di Jalan Gedung Hijau Raya, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (26/4/2013) dini hari.



EditorAti Kamil

Terkini Lainnya

Pemulung Pencari Besi di Lokasi Likuefaksi Petobo Temukan Jasad Manusia

Pemulung Pencari Besi di Lokasi Likuefaksi Petobo Temukan Jasad Manusia

Nasional
Pengamat: Ketidaktaatan Tim Hukum 02 Terhadap Hukum Acara Berujung pada Penyimpangan MK

Pengamat: Ketidaktaatan Tim Hukum 02 Terhadap Hukum Acara Berujung pada Penyimpangan MK

Nasional
LPSK Terbentur Aturan Permintaan Perlindungan Saksi, Ini Saran Pakar Hukum

LPSK Terbentur Aturan Permintaan Perlindungan Saksi, Ini Saran Pakar Hukum

Nasional
Survei SMRC, Kondisi Penegakan Hukum Sebelum dan Sesudah Kerusuhan 22 Mei Dinilai Baik

Survei SMRC, Kondisi Penegakan Hukum Sebelum dan Sesudah Kerusuhan 22 Mei Dinilai Baik

Nasional
Dugaan Kecurangan TSM dalam Pilpres, Pengamat Sebut Seharusnya Prabowo-Sandi Diperiksa Juga

Dugaan Kecurangan TSM dalam Pilpres, Pengamat Sebut Seharusnya Prabowo-Sandi Diperiksa Juga

Nasional
Tren Takut Bicara Politik dan Penangkapan Semena-mena Meningkat Pasca Kerusuhan 22 Mei

Tren Takut Bicara Politik dan Penangkapan Semena-mena Meningkat Pasca Kerusuhan 22 Mei

Nasional
Minim Jelaskan Hasil Hitung Suara Versi Prabowo-Sandi, Tim Hukum 02 Dikritik

Minim Jelaskan Hasil Hitung Suara Versi Prabowo-Sandi, Tim Hukum 02 Dikritik

Nasional
Survei SMRC: Pasca Kerusuhan 21-22 Mei, Penilaian Soeharto Demokratis Meningkat

Survei SMRC: Pasca Kerusuhan 21-22 Mei, Penilaian Soeharto Demokratis Meningkat

Nasional
Jabatan Ma'ruf Amin di Bank Syariah Dinilai Tak Timbulkan Konflik Kepentingan

Jabatan Ma'ruf Amin di Bank Syariah Dinilai Tak Timbulkan Konflik Kepentingan

Nasional
Survei SMRC: Soeharto Dinilai Diktator, SBY dan Jokowi Dinilai Demokratis

Survei SMRC: Soeharto Dinilai Diktator, SBY dan Jokowi Dinilai Demokratis

Nasional
Survei SMRC: 69 Persen Publik Nilai Pilpres 2019 Berlangsung Jurdil

Survei SMRC: 69 Persen Publik Nilai Pilpres 2019 Berlangsung Jurdil

Nasional
Survei SMRC: Mayoritas Publik Nilai Demokrasi Semakin Baik Selama 20 Tahun Terakhir

Survei SMRC: Mayoritas Publik Nilai Demokrasi Semakin Baik Selama 20 Tahun Terakhir

Nasional
Pakar: Petitum Gugatan Prabowo-Sandi Seakan Bukan Dibuat Orang Hukum

Pakar: Petitum Gugatan Prabowo-Sandi Seakan Bukan Dibuat Orang Hukum

Nasional
TKN: Tim Hukum 02 Bangun Narasi Saksinya Terancam

TKN: Tim Hukum 02 Bangun Narasi Saksinya Terancam

Nasional
Menurut KPK, Kasus Pelesiran Novanto Beresiko bagi Kredibilitas Kemenkumham

Menurut KPK, Kasus Pelesiran Novanto Beresiko bagi Kredibilitas Kemenkumham

Nasional

Close Ads X