Bahasa Melayu di Kalbar Perlu Didokumentasikan

Kompas.com - 24/04/2013, 10:12 WIB
EditorJodhi Yudono

PONTIANAK, KOMPAS.com--Pakar linguistik, Prof Dr James T Collins menyatakan pentingnya upaya mendokumentasikan bahasa Melayu yang tersebar di Kalimantan Barat secara lengkap sebagai garis dasar untuk kajian berikutnya di kemudian hari.

"Untuk itu, dibutuhkan penelitian secara empiris, langsung ke lapangan, sehingga dapat ditampilkan citra profil bahasa Melayu di Kalbar yang benar, faktual dan nyata, bukan sekedar anggapan pihak kolonial yang menilai bahasa Melayu sebagai bahasa pendatang," kata James T Collins dalam diskusi bulanan di Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalbar di Pontianak, Selasa.

Menurut dia, penelitian secara empiris akan menunjukkan fakta sesungguhnya, bukan sekedar pengetahuan umum yang kurang memperhatikan luas dan jangkauan serta nomenklatur yang digunakan.

Namun, lanjut dia, data tentang bahasa Melayu di Kalbar masih minim. Bahkan, di pentas nasional dan internasional, banyak yang belum tahu tentang diversifikasi bahasa Melayu di Kalbar.

Salah satu literatur lama yang ada yakni kamus Melayu - Inggris karangan Thomas Bowrey tahun 1701 terbitan London, terdapat peta yang menghubungkan pulau Kalimantan dengan bahasa Melayu. Sepanjang abad ke-18 dan sebagian abad ke-19, daerah Borneo Barat sangat jarang dilaporkan dalam dokumen dan arsip kolonial.

"Informasi tentang bahasa Melayu di daerah Kalbar sangat terbatas. Mungkin karena pandangan para penjajah tentang kedudukan orang Melayu di Kalimantan," ujar dia dalam diskusi yang bertemakan "Bahasa Melayu di Kalbar : Perlunya Penelitian Empiris dan Kontemporer".

Sejumlah ahli linguistik Barat tidak memerinci mengenai diversifikasi bahasa Melayu di Kalbar. Dalam "The Language Atlas of The Pacific Area" (Wurm dan Hattori, 1983), di lembar 48 hanya label "Western Coastal Malay" yang digunakan untuk merujuk segala varian bahasa Melayu di wilayah geografi itu.

Tahun 1996, para sarjana dari Australia kembali menerbitkan sebuah atlas bahasa. Disusun oleh P Muhlhausler dan DT Tryon yang bekerja sama dengan Stephan Wurm. Ruang lingkup atlas menjadi lebih kecil, dan istilah "Western Coastal Malay" telah diganti dengan istilah Melayu Sambas, Melayu Pontianak, dan bahasa Melayu lainnya. Sepanjang Sungai Kapuas dipetakan sebagai wilayah dialek Melayu Pontianak.

Kemudian, setelah peta tersebut, mulai muncul tulisan akademis yang tidak bersandarkan ilmu kolonial. "Metodologi yang digunakan berdasarkan pengumpulan data di lapangan," kata dia.

Ia mengakui, kebanyakan tulisan dan penelitian tentang dialek Melayu di Kalbar dapat dihitung sebagai tulisan deskriptif dalam kerangka linguistik struktural. "Kajian ini harus diperkuat dengan tambahan metodologi atau ilmu lain," kata James T Collins dari Northern Illinois University, Amerika Serikat.

Misalnya penggunaan teknologi GPS untuk menentukan lokasi kampung yang berbahasa Melayu serta melihat pola distribusi itu agar memperoleh gambaran yang lebih luas. Atau, ilmu sosiologi untuk melihat bahasa Melayu sebagai satu bahasa dalam konstelasi diversitas bahasa di Kalbar.

"Peranan dialek Melayu dan bahasa nasional juga perlu diteliti, karena derap modernisasi di Kalbar sangat cepat," ujar dia. Para sarjana linguistik seharusnya juga memanfaatkan sumber sejarah dan demografi untuk memahami perluasan penggunaan bahasa Melayu.

Ia mencontohkan saat ini di wilayah Sulawesi Tengah yang digunakan adalah bahasa Melayu Manado. Padahal, dua abad sebelumnya, masih ada pengguna bahasa Melayu Sulawesi Tengah.

Namun, karena Sulawesi Tengah dibawah wilayah karesidenan Sulawesi Utara, maka guru atau tenaga pendidik yang dikirim dari Manado atau Sulawesi Utara. Lambat laun, bahasa yang diserap adalah bahasa Melayu dari kalangan guru asal Manado itu.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

IPW Sebut Surat Jalan untuk Djoko Tjandra Diterbitkan Bareskrim Polri

IPW Sebut Surat Jalan untuk Djoko Tjandra Diterbitkan Bareskrim Polri

Nasional
Hasil Swab Kedua pada 101 Pasien Covid-19 di Pusdikpom Cimahi Negatif Seluruhnya

Hasil Swab Kedua pada 101 Pasien Covid-19 di Pusdikpom Cimahi Negatif Seluruhnya

Nasional
Bertemu Pekerja Seni, Jokowi Minta Bantuan Sosialisasi Protokol Kesehatan

Bertemu Pekerja Seni, Jokowi Minta Bantuan Sosialisasi Protokol Kesehatan

Nasional
UPDATE 15 Juli: Pasien Positif Klaster Secapa AD Berkurang 116 Orang

UPDATE 15 Juli: Pasien Positif Klaster Secapa AD Berkurang 116 Orang

Nasional
Kesederhanaan Jenderal Hoegeng: Jadi Pelayanan Resto hingga Tinggal di Rumah Sempit

Kesederhanaan Jenderal Hoegeng: Jadi Pelayanan Resto hingga Tinggal di Rumah Sempit

Nasional
Daftar Lembaga yang Dibubarkan dan Didirikan Jokowi Selama Menjabat

Daftar Lembaga yang Dibubarkan dan Didirikan Jokowi Selama Menjabat

Nasional
Saat Swiss Tak Lagi Aman Bagi Koruptor Indonesia untuk Menyimpan Duit

Saat Swiss Tak Lagi Aman Bagi Koruptor Indonesia untuk Menyimpan Duit

Nasional
Menag: Semua Orang Menginginkan Kerukunan Umat Beragama di Indonesia

Menag: Semua Orang Menginginkan Kerukunan Umat Beragama di Indonesia

Nasional
Kronologi Tenggelamnya KRI Teluk Jakarta 541 di Dekat Pulau Kangean

Kronologi Tenggelamnya KRI Teluk Jakarta 541 di Dekat Pulau Kangean

Nasional
KRI Teluk Jakarta 541 Tenggelam di Dekat Pulau Kangean

KRI Teluk Jakarta 541 Tenggelam di Dekat Pulau Kangean

Nasional
Pemerintah Sebut Naik Turunkan Masker ke Dagu Berisiko Besar Tularkan Virus

Pemerintah Sebut Naik Turunkan Masker ke Dagu Berisiko Besar Tularkan Virus

Nasional
Polisi Periksa Saksi Ahli terkait Laporan BPK terhadap Benny Tjokro

Polisi Periksa Saksi Ahli terkait Laporan BPK terhadap Benny Tjokro

Nasional
Pemerintah: Upayakan Tidak Bicara, Makan, dan Minum di Kendaraan Umum

Pemerintah: Upayakan Tidak Bicara, Makan, dan Minum di Kendaraan Umum

Nasional
Bareskrim Polri Tangkap Penyeleweng Ekspor Lobster, 73.200 Ekor Benih Disita

Bareskrim Polri Tangkap Penyeleweng Ekspor Lobster, 73.200 Ekor Benih Disita

Nasional
Perubahan Istilah OTG, ODP, PDP, dan Penjelasan Pemerintah

Perubahan Istilah OTG, ODP, PDP, dan Penjelasan Pemerintah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X