Baru Demokrat yang Masukkan DCS di Gorontalo

Kompas.com - 21/04/2013, 17:34 WIB

GORONTALO, KOMPAS.com - Hingga sehari menjelang penutupan pendaftaran calon legislatif (laleg) untuk DPRD Provinsi Gorontalo, baru Partai Demokrat yang memasukkan Daftar Caleg Sementara (DCS) sejak pendaftaran dibuka 9 April lalu.

Dengan menggunakan prosesi adat Gorontalo yang disebut longgo, Ketua DPD Demokrat Gorontalo, Gusnar Ismail mengantarkan berkas para caleg di Kantor KPUD, Jalan Tinaloga, Kota Gorontalo, Minggu (21/04/2013) pukul 15.00 WITA.

"Kita pilih hari ini untuk mendaftar salah satunya karena bertepatan dengan momentum Hari Kartini. Dalam tradisi masyarakat Gorontalo, hari ini juga terhitung sebagai hari baik," ujar Gusnar yang merupakan mantan Gubernur Gorontalo ini.

Untuk DPRD Provinsi Gorontalo, Demokrat mengusung 45 nama caleg, terdiri dari 29 laki-laki, dan 16 perempuan. Gusnar merasa tidak mengalami kesulitan memenuhi kuota 30 persen caleg perempuan.

"Kader internal cukup banyak. Kader-kader dari luar partai juga banyak yang tertarik menjadi caleg Demokrat, sehingga kami harus melakukan seleksi yang lebih kualitatif untuk memenuhi kuota 30 persen perempuan," ungkap Gusnar yang optimistis meraih 20 kursi untuk DPRD Provinsi Gorontalo.

Mengomentari minimnya jumlah partai yang memasukkan DCS hingga sehari menjelang penutupan pendaftaran, anggota KPUD Gorontalo, Verrianto Madjowa berpendapat seharusnya partai-partai memanfaatkan waktu yang ada untuk selekasnya memasukkan DCS. "Apalagi hampir setiap partai datang dengan massa yang banyak dan dengan prosesi adat," kata Verrianto.

Namun Verrianto dan koleganya di KPUD Gorontalo memaklumi keterlambatan partai-partai memasukkan berkas. Adanya proses seleksi bakal caleg di internal masing-masing partai ditengarai sebagai alasan keterlambatan ini.

Rencananya besok akan ada 11 partai yang mendaftar serentak. "Pukul 9, PPP, PKS dan PKPI. Pukul 10 Partai Golkar, PAN, Hanura. Pukul 11 ada PBB. Pukul satu siang PKB dan Nasdem," ungkap Verrianto.

Sebagai antisipasi, KPUD Gorontalo telah membentuk beberapa tim untuk menerima partai-partai pendaftar. "Satu tim akan menangani dua sampai tiga partai," ujar Verrianto.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    KPU Diminta Jangan Hanya Pasrah Jadi Penyelenggara Pilkada Saat Pandemi

    KPU Diminta Jangan Hanya Pasrah Jadi Penyelenggara Pilkada Saat Pandemi

    Nasional
    Jumlah Kasus Aktif Covid-19 Meningkat 582 pada 21 September

    Jumlah Kasus Aktif Covid-19 Meningkat 582 pada 21 September

    Nasional
    Indonesia Berupaya Mandiri Sediakan Vaksin Covid-19

    Indonesia Berupaya Mandiri Sediakan Vaksin Covid-19

    Nasional
    Pernah Dimintai Rp 900 Miliar oleh Parpol Saat Berniat Nyapres, Rizal Ramli Gugat UU Pemilu

    Pernah Dimintai Rp 900 Miliar oleh Parpol Saat Berniat Nyapres, Rizal Ramli Gugat UU Pemilu

    Nasional
    Pandemi Covid-19 Masih Terkendali Jadi Alasan DPR dan Pemerintah Tetap Gelar Pilkada

    Pandemi Covid-19 Masih Terkendali Jadi Alasan DPR dan Pemerintah Tetap Gelar Pilkada

    Nasional
    Kasus Covid-19 Sentuh Rekor Tertinggi, Masyarakat Diingatkan Disiplin 3M

    Kasus Covid-19 Sentuh Rekor Tertinggi, Masyarakat Diingatkan Disiplin 3M

    Nasional
    Pasien OTG Diminta Tak Gunakan Transportasi Umum jika Ingin Isolasi di Wisma Atlet

    Pasien OTG Diminta Tak Gunakan Transportasi Umum jika Ingin Isolasi di Wisma Atlet

    Nasional
    Pilkada Tetap Digelar 9 Desember, KPU Diminta Revisi PKPU Pilkada

    Pilkada Tetap Digelar 9 Desember, KPU Diminta Revisi PKPU Pilkada

    Nasional
    Tok! DPR dan Pemerintah Sepakat Pilkada Tetap Digelar 9 Desember

    Tok! DPR dan Pemerintah Sepakat Pilkada Tetap Digelar 9 Desember

    Nasional
    OTG Harus Kantongi Surat Rujukan jika Ingin Isolasi di RSD Wisma Atlet, Ini Alasannya

    OTG Harus Kantongi Surat Rujukan jika Ingin Isolasi di RSD Wisma Atlet, Ini Alasannya

    Nasional
    Ketua KPK: Tindak Pidana Korupsi Paling Banyak Terjadi pada Tahun Politik

    Ketua KPK: Tindak Pidana Korupsi Paling Banyak Terjadi pada Tahun Politik

    Nasional
    Mendes Sebut Pembangunan Desa Berkontribusi Besar Terhadap Pembangunan Nasional

    Mendes Sebut Pembangunan Desa Berkontribusi Besar Terhadap Pembangunan Nasional

    Nasional
    Istana: Jokowi Pertimbangkan Masukan PBNU dan Muhammadiyah untuk Tunda Pilkada

    Istana: Jokowi Pertimbangkan Masukan PBNU dan Muhammadiyah untuk Tunda Pilkada

    Nasional
    Polisi Sebut Banyak CCTV Ikut Rusak Akibat Kebakaran di Kejagung

    Polisi Sebut Banyak CCTV Ikut Rusak Akibat Kebakaran di Kejagung

    Nasional
    Mendes: Jangan Merancang Pembangunan Desa Lepas dari Akar Budaya

    Mendes: Jangan Merancang Pembangunan Desa Lepas dari Akar Budaya

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X