Kompas.com - 21/04/2013, 14:25 WIB
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Golongan Karya (Golkar) akhirnya menyerahkan daftar bakal calon legislatif sementara (DCS) ke Komisi Pemilihan Umum, Jakarta Pusat, Minggu (21/4/2013) atau tepat pada peringatan Hari Kartini. Sebelumnya Partai Golkar berencana menyerahkan DCS pada Sabtu (20/4/2013).

"Kenapa enggak jadi? Ini semata-mata hanya untuk memenuhi tuntutan dari para kartini Partai Golkar yang meminta penyerahan hari ini. Ini salah satu dukungan Golkar pada perjuangan Kartini," ujar Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham.

Idrus hadir didampingi Wasekjen Nurul Arifin yang mengenakan kebaya berwarna putih dan kader wanita lainnya. Partai Golkar menyerahkan 7 kotak berisi berkas DCS.

Idrus menerangkan, dari jumlah 560 caleg, Golkar menyiapkan caleg laki-laki sebanyak 358 orang (63,93%) dan caleg perempuan sebanyak 202 orang (36,07%). Sementara untuk caleg muda atau berusia di bawah 45 tahun sebanyak 216 orang (38,57%). Kemudian untuk caleg lulusan SLTA, 68 orang (12,14%), S1 sebanyak 247 orang (44,11%), S2, 201 orang (35,89%), dan lulusan S3 sebanyak 44 orang (7,86 persen).

Ada empat bakal caleg yang berlatar belakang artis. Mereka adalah Bonar Sirait, Tantowi Yahya, Nurul Arifin, dan Teti Kadi. Selain itu, dari 106 anggota Fraksi Partai Golkar, terdapat 14 orang yang tidak dicalonkan lagi.

"Ada 14 orang yang tidak mendaftar lagi. Di antaranya karena sudah tidak mau, punya program lain, fokus ke partai," terang Idrus.

Untuk diketahui, KPU membuka pendaftaran DCS mulai 9 hingga 22 April 2013. Waktu ini lebih panjang dibandingkan yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu hingga 15 April 2013. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah lebih dulu menyerahkan DCS. Setelah itu menyusul Partai Hanura dan Partai Golkar yang telah menyerahkan DCS.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Polisi Lengkapi Berkas Tersangka Kasus Indosurya

    Polisi Lengkapi Berkas Tersangka Kasus Indosurya

    Nasional
    Proyek-proyek Bernilai Fantastis DPR: Habis Gorden Rumah, Terbit Pengecatan 'Dome' Gedung Kura-kura

    Proyek-proyek Bernilai Fantastis DPR: Habis Gorden Rumah, Terbit Pengecatan "Dome" Gedung Kura-kura

    Nasional
    Penggunaan Masker Dilonggarkan, Gerindra: Masyarakat Lepas dari Kebosanan

    Penggunaan Masker Dilonggarkan, Gerindra: Masyarakat Lepas dari Kebosanan

    Nasional
    ICJR Dorong Revisi KUHAP Menyusul Kematian Pemuda Makassar Usai Ditangkap Polisi

    ICJR Dorong Revisi KUHAP Menyusul Kematian Pemuda Makassar Usai Ditangkap Polisi

    Nasional
    Firli Tegaskan KPK Buru Harun Masiku Sampai Tertangkap: Dia Tak Bisa Tidur Nyenyak

    Firli Tegaskan KPK Buru Harun Masiku Sampai Tertangkap: Dia Tak Bisa Tidur Nyenyak

    Nasional
    KPK Dorong Pengurus Parpol Tingkatkan Budaya Antikorupsi

    KPK Dorong Pengurus Parpol Tingkatkan Budaya Antikorupsi

    Nasional
    Mahfud Ingatkan Ahli Hukum Tata Negara Tak Terjebak Pandangan Politik yang Memihak

    Mahfud Ingatkan Ahli Hukum Tata Negara Tak Terjebak Pandangan Politik yang Memihak

    Nasional
    Cerita Ridwan Kamil Kelola Media Sosial, Seimbangkan Serius dan Receh

    Cerita Ridwan Kamil Kelola Media Sosial, Seimbangkan Serius dan Receh

    Nasional
    Cak Imin Respons Isu Dirinya Mau Disingkirkan dari PKB

    Cak Imin Respons Isu Dirinya Mau Disingkirkan dari PKB

    Nasional
    Moeldoko: Pemerintah Finalisasi Draf Kebijakan Non-yudisial untuk Penyelesaian Pelanggaran HAM Masa Lalu

    Moeldoko: Pemerintah Finalisasi Draf Kebijakan Non-yudisial untuk Penyelesaian Pelanggaran HAM Masa Lalu

    Nasional
    KPK Gelar Rekonstruksi Kasus Dugaan Suap Eks Dirjen Kemendagri Ardian Noervianto

    KPK Gelar Rekonstruksi Kasus Dugaan Suap Eks Dirjen Kemendagri Ardian Noervianto

    Nasional
    KPK Tangkap Pejabat Pemkot Ambon yang Diduga Musnahkan Barang Bukti

    KPK Tangkap Pejabat Pemkot Ambon yang Diduga Musnahkan Barang Bukti

    Nasional
    KPK Geledah Ruang Kerja Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy, Sita Dokumen Keuangan

    KPK Geledah Ruang Kerja Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy, Sita Dokumen Keuangan

    Nasional
    Hadiri Program Politik Cerdas Berintegritas KPK, PKS: Cocok, Kita Sejalan

    Hadiri Program Politik Cerdas Berintegritas KPK, PKS: Cocok, Kita Sejalan

    Nasional
    UPDATE 18 Mei: Bertambah 17, Jumlah Pasien Covid-19 yang Meninggal Jadi 156.498

    UPDATE 18 Mei: Bertambah 17, Jumlah Pasien Covid-19 yang Meninggal Jadi 156.498

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.