Anis: Pencapaian PKS Bukan Sekadar Target Politik

Kompas.com - 19/04/2013, 22:12 WIB
|
EditorKistyarini

SEMARANG, KOMPAS.com — Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta menyampaikan orasi politiknya di hadapan ribuan kader pada acara puncak peringatan Milad ke-15 PKS di Gedung Pekan Raya Promosi Pembangunan (PRPP) Semarang, Jumat (19/4/2013).

Pada kesempatan itu Anis menegaskan target kemenangan pada pemilihan umum (pemilu) mendatang bukan sekadar target politik, melainkan sebuah misi kemanusiaan, misi peradaban dengan tiga nilai inti masyarakat Indonesia.

"Menunaikan misi kemanusiaan dan mengubah Indonesia menjadi sepenggal firdaus. Itu yang lebih penting terlepas kita menang atau kalah," tandas Anis.

Semua kader, menurut Anis, merupakan lokomotif perubahan dengan tiga nilai utama yang menunjukkan Indonesia berkarakter dan berbudaya. Ketiga nilai tersebut yakni cinta, kerja, dan harmoni.

Dengan tiga nilai itu, dia yakin bisa mengubah wajah perpolitikan di Indonesia. Jika sebelumnya politik dinilai terlalu keras dan berbahaya, maka nantinya akan berubah menjadi lembut. Permusuhan akan berganti dengan pertemanan.

"Politik akan menjadi permainan yang lucu, atraktif, seru, dan tidak berbahaya," tandasnya.

Ia mengatakan, hal itulah sebenarnya yang telah menjadi budaya masyarakat Indonesia. Ia meminta semua pihak melupakan hal yang sudah berlalu dan mencoba mengubah menjadi lebih baik. Negara, kata Anis, juga diharapkan memperlakukan rakyat sebagai mana layaknya manusia.

"Dengan cinta, kerja, dan harmoni, seumur hidup kita akan berjuang demi misi kemanusiaan," tandasnya.

Anis mengatakan, mulai saat ini pihaknya akan banyak melakukan kegiatan di masyarakat berbasis tiga nilai tersebut. Kegiatan diharapkan menjadi kegiatan yang memang dibutuhkan dan mampu dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Sementara itu, anggota DPR RI asal PKS, Fahri Hamzah, mengatakan, PKS merupakan reformasi yang sebenarnya. Ia juga mengajak semua kader untuk membuka lembaran baru. "Mari bersama mewujudkan masyarakat yang berintegritas dan berperadaban," ujar Fahri dalam pidatonya.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    KPK Amankan Dokumen Saat Geledah Rumah Stafsus Edhy Prabowo

    KPK Amankan Dokumen Saat Geledah Rumah Stafsus Edhy Prabowo

    Nasional
    Komisi III DPR Setujui 3 Calon Hakim Ad Hoc MA Usulan KY

    Komisi III DPR Setujui 3 Calon Hakim Ad Hoc MA Usulan KY

    Nasional
    UPDATE: Tambah 476 Orang, Total Pasien Covid-19 Meninggal Capai 29.331

    UPDATE: Tambah 476 Orang, Total Pasien Covid-19 Meninggal Capai 29.331

    Nasional
    KNPI Laporkan Permadi Arya alias Abu Janda atas Dugaan Rasialisme ke Natalius Pigai

    KNPI Laporkan Permadi Arya alias Abu Janda atas Dugaan Rasialisme ke Natalius Pigai

    Nasional
    UPDATE 28 Januari: 166.540 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    UPDATE 28 Januari: 166.540 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Turun, Mahfud MD: Sudah Saya Duga

    Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Turun, Mahfud MD: Sudah Saya Duga

    Nasional
    UPDATE 28 Januari: Bertambah 87.280, Total 9.046.675 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

    UPDATE 28 Januari: Bertambah 87.280, Total 9.046.675 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

    Nasional
    UPDATE 28 Januari: Bertambah 10.792, Pasien Sembuh dari Covid-19 Kini 842.122

    UPDATE 28 Januari: Bertambah 10.792, Pasien Sembuh dari Covid-19 Kini 842.122

    Nasional
    Masyarakat Dapat Gugat Pemerintah yang Lalai Tangani Pandemi Covid-19

    Masyarakat Dapat Gugat Pemerintah yang Lalai Tangani Pandemi Covid-19

    Nasional
    UPDATE 28 Januari: Ada 82.676 Suspek Covid-19 di Indonesia

    UPDATE 28 Januari: Ada 82.676 Suspek Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    UPDATE: 476 Pasien Meninggal akibat Covid-19, Tertinggi Selama Pandemi

    UPDATE: 476 Pasien Meninggal akibat Covid-19, Tertinggi Selama Pandemi

    Nasional
    Dukung Penanganan Stunting, Kemendagri Beri Akses Data Penduduk ke BKKBN

    Dukung Penanganan Stunting, Kemendagri Beri Akses Data Penduduk ke BKKBN

    Nasional
    Jokowi Klaim Pandemi Terkendali, Pengamat: Siapa yang Membisikkan?

    Jokowi Klaim Pandemi Terkendali, Pengamat: Siapa yang Membisikkan?

    Nasional
    Prabowo Mengenang Eks KSAD Wismoyo, Diberi Sajadah Sebelum Berangkat Operasi Militer

    Prabowo Mengenang Eks KSAD Wismoyo, Diberi Sajadah Sebelum Berangkat Operasi Militer

    Nasional
    Indeks Persepsi Korupsi Turun, Klaim Pemerintah Soal Pemberantasan Korupsi Dinilai Terbantahkan

    Indeks Persepsi Korupsi Turun, Klaim Pemerintah Soal Pemberantasan Korupsi Dinilai Terbantahkan

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X