PKS Calonkan 55 Politisi Lama

Kompas.com - 17/04/2013, 02:44 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Partai Keadilan Sejahtera menjadi partai peserta Pemilihan Umum 2014 pertama yang mendaftarkan calon anggota legislatif ke Komisi Pemilihan Umum. Dalam daftar, 55 calon merupakan politisi lama. Di DKI Jakarta, PKS masih mengandalkan Hidayat Nur Wahid yang akan menjadi caleg untuk tiga kali pemilu legislatif.

”Hanya 55 orang yang muka lama, sebenarnya kurang dari 10 persen saja,” kata anggota Majelis Pertimbangan Partai PKS, Hidayat Nur Wahid, seusai mendaftarkan caleg ke KPU bersama Sekjen PKS Muhammad Taufik Ridho, Selasa (16/4).

Di DKI Jakarta, Hidayat akan memperebutkan suara pemilih bersama Adang Daradjatun, Dani Anwar, Ahmad Zainudin, Igo Ilham, Nurmansyah Lubis, dan Nurjanah. Selain itu, dua menteri PKS juga dicalonkan pada Pemilu 2014, yaitu Suswono dan Tifatul Sembiring.

Ridho menjelaskan, perekrutan caleg dilakukan dari unit-unit pembinaan kader serta pengurus struktural. Karena itu, 95 persen caleg adalah kader PKS. Kemarin, PKS mendaftarkan 492 caleg DPR yang akan berusaha mendapatkan suara dan kursi di DPR melalui 77 daerah pemilihan. Dari jumlah itu, 61,2 persen atau 301 orang adalah lelaki.

Ia menambahkan, sekitar 81 persen caleg PKS berusia 30-50 tahun. Caleg lulusan SMA hanya 12,5 persen, sebanyak 57 persen sarjana, sedangkan sisanya S-2 dan S-3.

Dari para caleg ini, PKS menargetkan bisa mendapat 120 kursi di DPR. Ridho meyakini, partainya masih cukup mendapat kepercayaan masyarakat kendati diterpa dugaan korupsi terkait pengadaan daging sapi. Target PKS adalah masuk tiga besar.

Finalisasi PDI-P

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Wakil Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto menyatakan, PDI-P tengah melakukan finalisasi daftar calon anggota legislatif sementara (DCS) yang akan diserahkan Sabtu mendatang. ”Tinggal finalisasi,” kata Hasto.

Menurut dia, penyusunan DCS dilakukan melalui tahapan penjaringan sejak setahun lalu. Pembahasan DCS sudah dilakukan berulang kali dan menggunakan hasil psikotes calon sebagai pertimbangan.

”Dengan membangun sistem kepartaian yang didukung basis data partai yang andal, praktis penyusunan DCS bisa lebih cepat. Karena itulah, ketua umum DPP tetap menjalankan tugas kepartaian, seperti konsolidasi di Jawa Tengah dan Bali pada 13-18 April ini,” ucapnya.

Ketentuan KPU yang mengharuskan penyerahan DCS satu kali, menurut Hasto, membuat PDI-P cermat dan melengkapi seluruh dokumen administrasinya. ”Ini sekaligus membantu memudahkan tugas KPU dalam memverifikasi calon anggota legislatif,” katanya.

Sementara itu, dua mantan Gubernur Gorontalo, Fadel Muhammad dan Gusnar Ismail, memastikan akan bersaing merebut kursi DPR di Daerah Pemilihan Gorontalo. Fadel dan Gusnar adalah pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo periode 2001-2009. Saat Fadel diangkat jadi Menteri Perikanan dan Kelautan, Gusnar menduduki jabatan Gubernur Gorontalo hingga 2011. Gorontalo mendapat jatah tiga kursi di DPR.

Di kantor KPU Provinsi Gorontalo belum ada satu pun parpol menyerahkan DCS. Begitu juga di Kalimantan Barat dan sejumlah besar KPU daerah.(INA/K04/WHY/APO)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.