Ramadhan: Presiden SBY "Nge-Tweet", Jangan Ada Makian

Kompas.com - 11/04/2013, 12:05 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Ramadhan Pohan meminta para pengguna Twitter atau Tweeps untuk lebih santun dalam berkicau di media sosial. Pasalnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan segera merilis akun Twitter pribadinya.

"Ini positif ketika keluarga Cikeas mempunyai Twitter. Publik bisa menyalurkan aspirasi dan ekspresi politiknya langsung. Tapi, saya ajak publik, mari kita tetap dalam tataran etika dan tidak usah pakai 'kebun binatang'. Ada cara yang baik untuk berdiskusi," ujar Ramadhan di Kompleks Parlemen, Kamis (11/4/2013).

Ia mengatakan, disadari bahwa aktifnya Presiden di dunia maya akan membuat Presiden menjadi tidak eksklusif. Namun, ia menegaskan, Presiden tidak akan mengkriminalisasi celaan yang ditujukan kepadanya. Hanya saja, Ramadhan meminta agar pengguna Twitter bisa mengontrol diri dalam menyampaikan kritik kepada Presiden.

"Gunakan kata-kata keras dan kritis boleh. Tapi jangan yang makian, kebun binatang, dan sebagainya karena ini ruang terbuka yang dibaca oleh generasi muda," kata Wakil Ketua Komisi I ini.

Lebih lanjut, Ramadhan juga mengatakan, hadirnya akun Twitter pribadi Presiden akan menimbulkan reaksi dari sejumlah akun anonim seperti @TrioMacan2000 yang selama ini kerap melemparkan isu-isu politik. Akan tetapi, katanya, hal itu tidak akan menghalangi Presiden untuk nge-tweet.

"Kan bisa ada yang dibaca, bisa tidak. Jadi tergantung pilihan masing-masing. Pak Presiden tidak akan mengkriminalisasi," ujarnya.

Akun pribadi Presiden

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bakal memiliki akun Twitter sendiri. Akun itu akan dibuat dalam waktu dekat agar segera bisa berkomunikasi langsung dengan rakyat.

Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha mengatakan, dibanding media sosial yang ada, Twitter dianggap paling memberikan pengaruh luas kepada masyarakat. Sebenarnya, Istana Presiden sudah memiliki akun resmi, yakni @istanarakyat. Hanya saja, kata Julian, Presiden merasa perlu memiliki akun pribadi.

"Namanya akan kita ketahui pada saat beliau menyampaikan secara langsung dalam waktu yang tidak terlalu lama," kata Julian, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (10/4/2013).

Siapa yang akan mengelola akun? Julian menjelaskan, akun itu sehari-hari akan dikelola oleh tim. Namun, Presiden bisa nge-tweet sendiri jika ada informasi penting yang ingin disampaikan kepada publik.

"Tentu dengan tanda atau simbol tertentu yang menegaskan itu dikirimkan langsung oleh Presiden. Tapi, keseharian akun tersebut akan dikelola oleh tim," ujar Julian.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Febri Diansyah: Independensi Tidak Cukup Hanya dengan Satu Kalimat

    Febri Diansyah: Independensi Tidak Cukup Hanya dengan Satu Kalimat

    Nasional
    Gubernur Lemhanas: Isu Komunisme Sengaja Dimunculkan untuk Kepentingan Politik

    Gubernur Lemhanas: Isu Komunisme Sengaja Dimunculkan untuk Kepentingan Politik

    Nasional
    Kontras Pertimbangkan Gugat Keppres Terkait Eks Tim Mawar Menjabat di Kemenhan

    Kontras Pertimbangkan Gugat Keppres Terkait Eks Tim Mawar Menjabat di Kemenhan

    Nasional
    Komnas Perempuan Catat 115 Kasus Kekerasan Seksual Libatkan Pejabat Publik Selama 2018-2019

    Komnas Perempuan Catat 115 Kasus Kekerasan Seksual Libatkan Pejabat Publik Selama 2018-2019

    Nasional
    Hasil Tes 'Swab' Seluruh Pimpinan dan Pegawai DKPP Negatif Covid-19

    Hasil Tes "Swab" Seluruh Pimpinan dan Pegawai DKPP Negatif Covid-19

    Nasional
    Mundur dari KPK, Febri Diansyah Ungkap Pergulatan Batin Selama Setahun

    Mundur dari KPK, Febri Diansyah Ungkap Pergulatan Batin Selama Setahun

    Nasional
    ICW Sarankan Presiden Evaluasi Kinerja Penegak Hukum Terkait Penanganan Kasus Korupsi

    ICW Sarankan Presiden Evaluasi Kinerja Penegak Hukum Terkait Penanganan Kasus Korupsi

    Nasional
    Febri Diansyah: Perang atas Korupsi Bisa Dilakukan di Dalam dan Luar KPK

    Febri Diansyah: Perang atas Korupsi Bisa Dilakukan di Dalam dan Luar KPK

    Nasional
    Febri Diansyah Menjawab Kemungkinan Terjun ke Politik Usai Mundur dari KPK

    Febri Diansyah Menjawab Kemungkinan Terjun ke Politik Usai Mundur dari KPK

    Nasional
    Satgas Covid-19 Sebut Resistensi Warga Bikin Tracing Jadi Sulit

    Satgas Covid-19 Sebut Resistensi Warga Bikin Tracing Jadi Sulit

    Nasional
    MK Tolak Permohonan Uji Materi UU Pendidikan Tinggi yang Diajukan Mahasiswa

    MK Tolak Permohonan Uji Materi UU Pendidikan Tinggi yang Diajukan Mahasiswa

    Nasional
    Terawan Dicari Publik, Kemenkes: Jadwal Pak Menkes Padat...

    Terawan Dicari Publik, Kemenkes: Jadwal Pak Menkes Padat...

    Nasional
    ICW: Tren Penindakan Kasus Korupsi di Kepolisian dan Kejaksaan pada Semester I-2020 Meningkat

    ICW: Tren Penindakan Kasus Korupsi di Kepolisian dan Kejaksaan pada Semester I-2020 Meningkat

    Nasional
    Orang Obesitas Lebih Rentan Terpapar Covid-19, Ini Tips Mencegahnya...

    Orang Obesitas Lebih Rentan Terpapar Covid-19, Ini Tips Mencegahnya...

    Nasional
    Pilkada Saat Pandemi, Komnas HAM Minta Jaminan Hak Hidup dan Sehat Warga

    Pilkada Saat Pandemi, Komnas HAM Minta Jaminan Hak Hidup dan Sehat Warga

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X