Kompas.com - 09/04/2013, 11:16 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng mengaku siap mengikuti proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi, termasuk jika ditahan seusai pemeriksaan, Selasa (9/4/2013). Andi diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan sarana dan prasarana olahraga di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

“Saya siap, kami serahkan kepada KPK apa pun yang menjadi prosedur yang harus dilakukan dalam pemeriksaan ini,” kata Andi, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, saat ditanya apakah siap jika ditahan KPK.

Selebihnya, Andi mengaku siap menjelaskan kepada penyidik KPK selama pemeriksaan nanti. Mantan Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat ini berharap kasus Hambalang bisa dituntaskan. Andi mengaku menerima surat panggilan pemeriksaan KPK pada pekan lalu.

Dalam surat tersebut, kata Andi, KPK memanggilnya sebagai tersangka pada hari ini.

“Dan surat itu yang pertama kali, surat yang saya dapatkan dari KPK sehubungan dengan status saya sebagai tersangka. Selama ini saya enggak pernah menerima surat apa pun sehingga tahunya hanya dari media,” ungkapnya.

Andi juga mengaku tidak mengerti perbuatan pidana yang dituduhkan KPK kepadanya. Hingga sekarang, kata Andi, dia tidak tahu apa yang menjadi kesalahannya sehingga ditetapkan KPK sebagai tersangka.

Hari ini, Andi memenuhi panggilan KPK dengan didampingi adiknya, Rizal Mallarangeng, serta tiga kuasa hukumnya, yakni Harry Ponto, Luhut Panggaribuan, dan Ifdhal Kasim. Mengenai kemungkinan Andi ditahan seusai diperiksa, Juru Bicara KPK Johan Budi belum dapat memastikan hal tersebut.

“Yang pasti hari ini AAM (Andi Alifian Mallarangeng) diperiksa sebagai tersangka,” ujar Johan.

KPK menetapkan Andi sebagai tersangka atas dugaan bersama-sama melakukan perbuatan melawan hukum dan penyalahgunaan wewenang yang menguntungkan diri sendiri atau pihak lain sehingga merugikan keuangan negara. Ancaman hukumannya paling lama 20 tahun penjara dan denda maksimal Rp 1 miliar.

Perbuatan pidana itu diduga dilakukan Andi bersama dengan anak buahnya, Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora Deddy Kusdinar, serta petinggi PT Adhi Karya Teuku Bagus Muhammad Noer. Kedua orang ini pun ditetapkan sebagai tersangka. KPK juga menetapkan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebagai tersangka atas dugaan menerima hadiah atau janji terkait proyek Hambalang dan proyek lainnya.

Berita terkait dapat diikuti dalam topik:
Skandal Proyek Hambalang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Ramai-ramai Mengecam Kriminalisasi 40 Petani di Bengkulu karena Panen Hasil Bumi di Lahan Sengketa

    Ramai-ramai Mengecam Kriminalisasi 40 Petani di Bengkulu karena Panen Hasil Bumi di Lahan Sengketa

    Nasional
    Jaksa Agung: Lin Che Wei Direkrut Tanpa Kontrak Tertentu, tetapi Ikut Ambil Kebijakan di Kemendag

    Jaksa Agung: Lin Che Wei Direkrut Tanpa Kontrak Tertentu, tetapi Ikut Ambil Kebijakan di Kemendag

    Nasional
    Diperiksa Penyidik KLHK di KPK, Terbit: Saya Dititpkan Orang Utan

    Diperiksa Penyidik KLHK di KPK, Terbit: Saya Dititpkan Orang Utan

    Nasional
    Aturan Perjalanan Dalam Negeri Terbaru, Tak Perlu Tes Covid-19 jika Sudah Vaksinasi Lengkap

    Aturan Perjalanan Dalam Negeri Terbaru, Tak Perlu Tes Covid-19 jika Sudah Vaksinasi Lengkap

    Nasional
    Kemenkominfo Ingin Konsep Harmoni Angklung Jadi Inspirasi Perumusan Kebijakan Digital DEWG G20

    Kemenkominfo Ingin Konsep Harmoni Angklung Jadi Inspirasi Perumusan Kebijakan Digital DEWG G20

    Nasional
    Dompet Dhuafa Sebut Akan Terus Berupaya Kembangkan “RS Qatar Charity”

    Dompet Dhuafa Sebut Akan Terus Berupaya Kembangkan “RS Qatar Charity”

    Nasional
    Soal Pengusiran Perempuan di Cianjur karena Poliandri, Menteri PPPA: Jangan Main Hakim Sendiri

    Soal Pengusiran Perempuan di Cianjur karena Poliandri, Menteri PPPA: Jangan Main Hakim Sendiri

    Nasional
    Kerugian Negara Terkait Kasus Minyak Goreng Masih Dihitung

    Kerugian Negara Terkait Kasus Minyak Goreng Masih Dihitung

    Nasional
    Duduk Perkara UAS Ditolak Masuk Singapura

    Duduk Perkara UAS Ditolak Masuk Singapura

    Nasional
    Epidemiolog Nilai Status Kedaruratan Pandemi Covid-19 Dicabut Paling Cepat Akhir 2022

    Epidemiolog Nilai Status Kedaruratan Pandemi Covid-19 Dicabut Paling Cepat Akhir 2022

    Nasional
    Pesawat Malaysia yang Ditahan TNI AU karena Masuk Tanpa Izin Sudah Boleh Lanjutkan Penerbangan

    Pesawat Malaysia yang Ditahan TNI AU karena Masuk Tanpa Izin Sudah Boleh Lanjutkan Penerbangan

    Nasional
    Epidemiolog soal Aturan Lepas Masker: 'Timing' Belum Tepat

    Epidemiolog soal Aturan Lepas Masker: "Timing" Belum Tepat

    Nasional
    Lin Che Wei Diduga Berperan seperti Makelar dalam Kasus Izin Ekspor CPO

    Lin Che Wei Diduga Berperan seperti Makelar dalam Kasus Izin Ekspor CPO

    Nasional
    Menhan Prabowo: Singapura Negara Sahabat dan Mitra Strategis

    Menhan Prabowo: Singapura Negara Sahabat dan Mitra Strategis

    Nasional
    Ma'ruf Amin Bertemu Wapres Zimbabwe, Harap Peningkatan Kerja Sama

    Ma'ruf Amin Bertemu Wapres Zimbabwe, Harap Peningkatan Kerja Sama

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.