Kompas.com - 09/04/2013, 10:32 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng, memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi, Selasa (9/4/2013) untuk diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan sarana dan prasarana olahraga di Bukit Hambalang, Bogor. Andi tiba di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta sekitar pukul 10.00 WIB dengan didampingi adiknya, Rizal Mallarangeng serta tiga kuasa hukumnya, Harry Ponto, Ifdhal Kasim, dan Luhut Pangaribuan.

“Hari ini saya datang memenuhi panggilan KPK. Memang dalam surat panggilan pemeriksaan itu pertama kali sehubungan dengan status saya sebagai tersangka. Seminggu lalu saya terima suratnya,” kata Andi di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta.

Dia menuturkan, sampai sekarang tidak tahu apa yang dituduhkan KPK kepadanya. Andi mengaku tidak tahu apa kesalahannya sehingga ditetapkan KPK sebagai tersangka. Kendati demikian, Andi mengaku siap menjelaskan kepada KPK seterang-terangnya.

“Saya ingin kasus ini tuntas,” ujar Andi.

KPK menetapkan Andi sebagai tersangka atas dugaan bersama-sama melakukan perbuatan melawan hukum dan penyalahgunaan wewenang yang menguntungkan diri sendiri atau pihak lain sehingga merugikan keuangan negara. Ancaman hukumannya paling lama 20 tahun penjara dan denda maksimal Rp 1 miliar.

Perbuatan pidana itu diduga dilakukan Andi bersama dengan anak buahnya, Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora Deddy Kusdinar, serta petinggi PT Adhi Karya Teuku Bagus Muhammad Noer. Kedua orang ini pun ditetapkan sebagai tersangka.

Selain itu, KPK menetapkan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebagai tersangka atas dugaan menerima hadiah atau janji terkait proyek Hambalang dan proyek lainnya. Mengenai kemungkinan Andi akan ditahan seusai pemeriksaan hari ini, Juru Bicara KPK Johan Budi belum dapat memastikannya. “Hal yang pasti, AAM (Andi Alfian Mallarangeng) akan diperiksa sebagai tersangka,” ujar Johan, Senin (8/4/2013).

Berita terkait dapat diikuti dalam topik:
Skandal Proyek Hambalang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Selain Singapura, UAS Pernah Ditolak Masuk Hong Kong, Timor Leste, hingga Eropa

    Selain Singapura, UAS Pernah Ditolak Masuk Hong Kong, Timor Leste, hingga Eropa

    Nasional
    Epidemiolog Sayangkan Pelonggaran Penggunaan Masker: Kondisi Belum Benar-benar Aman

    Epidemiolog Sayangkan Pelonggaran Penggunaan Masker: Kondisi Belum Benar-benar Aman

    Nasional
    Update 17 Mei: Positivity Rate PCR 1,63 Persen

    Update 17 Mei: Positivity Rate PCR 1,63 Persen

    Nasional
    Alasan Pemerintah Bolehkan Lepas Masker di Area Terbuka Menurut Menkes

    Alasan Pemerintah Bolehkan Lepas Masker di Area Terbuka Menurut Menkes

    Nasional
    Pengamat Sebut Koalisi Indonesia Bersatu Bisa Bikin Masyarakat Tak Pilih Kucing Dalam Karung

    Pengamat Sebut Koalisi Indonesia Bersatu Bisa Bikin Masyarakat Tak Pilih Kucing Dalam Karung

    Nasional
    Mulai Besok, Pelaku Perjalanan dari Luar Maupun Dalam Negeri Tak Perlu Tes Covid-19

    Mulai Besok, Pelaku Perjalanan dari Luar Maupun Dalam Negeri Tak Perlu Tes Covid-19

    Nasional
    Disebut Paling Tepat Gantikan Anies, Heru: Masih Banyak Kandidat Lebih Baik

    Disebut Paling Tepat Gantikan Anies, Heru: Masih Banyak Kandidat Lebih Baik

    Nasional
    Update 17 Mei: Masih Ada 3.221 Orang Berstatus Suspek Covid-19

    Update 17 Mei: Masih Ada 3.221 Orang Berstatus Suspek Covid-19

    Nasional
    UPDATE 17 Mei 2022: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Berkurang 799 Pasien

    UPDATE 17 Mei 2022: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Berkurang 799 Pasien

    Nasional
    Kepada Jokowi, Pedagang: Minyak Goreng Murah Sekarang, tetapi Enggak Ada Pembeli

    Kepada Jokowi, Pedagang: Minyak Goreng Murah Sekarang, tetapi Enggak Ada Pembeli

    Nasional
    UPDATE 17 Mei: Tambah 1.029, Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 5.890.826

    UPDATE 17 Mei: Tambah 1.029, Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 5.890.826

    Nasional
    Update 17 Mei: Bertambah 17, Jumlah Pasien Covid-19 yang Meninggal Jadi 156.481

    Update 17 Mei: Bertambah 17, Jumlah Pasien Covid-19 yang Meninggal Jadi 156.481

    Nasional
    Ridwan Kamil Temui Koalisi Indonesia Bersatu, Golkar Sebut Silaturahmi Lebaran

    Ridwan Kamil Temui Koalisi Indonesia Bersatu, Golkar Sebut Silaturahmi Lebaran

    Nasional
    Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Ekspor CPO Minyak Goreng

    Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Ekspor CPO Minyak Goreng

    Nasional
    Pengadaan Gorden Rp 43,5 Miliar Dibatalkan, BURT DPR: Kami Dengar Aspirasi Publik

    Pengadaan Gorden Rp 43,5 Miliar Dibatalkan, BURT DPR: Kami Dengar Aspirasi Publik

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.