Jika Ditahan, Andi Siap

Kompas.com - 08/04/2013, 02:13 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng, tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan kompleks olahraga terpadu di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, menyatakan siap ditahan. Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa Andi untuk pertama kali sebagai tersangka, Selasa (9/4).

Salah satu pengacara Andi, Harry Ponto, mengatakan, kliennya siap dengan segala konsekuensi hukum terkait kasus dugaan korupsi yang menjeratnya, termasuk konsekuensi penahanan. ”Itu konsekuensi yang harus dijalani. Saya semalam (Kamis, 4/4) bertemu. AAM (Andi Alifian Mallarangeng) secara mental tak punya masalah apa pun,” kata Harry, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Sebelumnya, Juru Bicara KPK Johan Budi SP membenarkan, KPK telah mengirimkan surat panggilan pemeriksaan kepada Andi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek Hambalang. ”Yang bersangkutan diperiksa sebagai tersangka,” ujar Johan.

Menurut Harry, Andi juga akan memenuhi panggilan itu. Surat panggilan KPK telah sampai di tangan kliennya hari Rabu (3/4). Ini untuk pertama kalinya KPK memeriksa Andi sebagai tersangka. Terakhir, Andi diperiksa sebagai saksi untuk tersangka lainnya, Deddy Kusdinar, pada Januari lalu.

Harry juga mengatakan, pihaknya tak melakukan persiapan secara khusus pada pemeriksaan nanti. ”Tak ada yang perlu dipersiapkan secara khusus,” katanya.

Andi, kata Harry, tetap yakin tidak bersalah dalam kasus Hambalang. Sebagai Menpora, dukungan yang diberikan sebatas karena proyek Hambalang bertujuan untuk pengembangan prestasi olahraga.

”Sudah sesuailah untuk pengembangan olahraga, dia support itu. Bahwa belakangan ini ada pengaturan-pengaturan yang sudah dibeberkan media, dia juga baru mengetahuinya seperti itu. Bahwa ternyata sudah ada pengaturan segala macam, ada yang urus tanahnya ke BPN (Badan Pertanahan Nasional), itu tanpa sepengetahuannya,” kata Harry.

Dalam perkembangan penyidikan kasus Hambalang, KPK, Jumat (5/4), memeriksa mantan Menpora Adhyaksa Dault. Seusai diperiksa, Adhyaksa mengungkapkan, materi pertanyaan penyidik KPK telah mengarah pada penguatan dakwaan dan mengerucut pada keterlibatan sejumlah nama di DPR. Namun, ia tidak menyebut siapa saja nama anggota DPR yang ditanyakan itu.

”Pokoknya sudah makin mengerucut dan ini penguatan dakwaan dan juga ada beberapa yang baru. Kan, saya jadi menteri selama lima tahun tuh. Kan, kenal tokoh-tokoh dan anggota DPR. Jadi, arahnya lebih ke pendalamanlah,” ujarnya.

KPK memastikan bahwa kasus Hambalang belum berhenti pada penetapan empat tersangka: Andi, Deddy, Anas Urbaningrum, dan Teuku Bagus Mohammad Noor. Johan mengaku tidak mengetahui materi pemeriksaan terhadap Adhyaksa, tetapi dia membenarkan bahwa ada kemungkinan tersangka baru dalam kasus Hambalang.

”Saya tidak tahu apa materi yang dibutuhkan penyidik dari keterangan Pak Adhyaksa Dault. Tetapi proses penanganan perkara terkait Hambalang ini, kan, belum berhenti pada penetapan tersangka AAM, DK, AU, dan TBM,” katanya.

Namun, menurut Johan, dalam mengembangkan penyidikan, tentunya KPK tidak mengarah-arahkan, termasuk pada keterlibatan anggota DPR. ”Tetapi sejauh mana penyidik menemukan dua alat bukti yang cukup,” ujar Johan. (BIL)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.