Kopassus Serang LP, Panglima TNI Harus Evaluasi Menyeluruh

Kompas.com - 04/04/2013, 22:46 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Nurul Arifin mendesak Panglima TNI melakukan evaluasi menyeluruh terkait temuan tim investigasi TNI AD atas penyerangan LP Cebongan, Sleman, Yogyakarta. Ia pun berharap peristiwa itu menjadi yang terakhir kalinya terjadi.

"Saya meminta Panglima TNI melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pembinaan dan pengawasan para prajuritnya. Hendaknya ini menjadi peristiwa terakhir yang kita lihat," ujar Nurul melalui pesan singkat, Kamis (4/4/2013). Namun, menurut dia, terungkapnya identitas para pelaku adalah langkah maju yang selama ini ditunggu.

"Tindakan tegas pimpinan TNI Angkatan Darat melawan impunitas adalah sebuah lompatan jauh yang membawa kita lebih dekat pada keadilan," kata Nurul. Dia berpendapat, pengungkapan keterlibatan 11 anggota Kopassus ini adalah kemenangan publik karena supremasi hukum ditegakkan kembali.

Anggota Komisi I DPR ini pun mengapresiasi kebijakan pimpinan TNI Angkatan Darat untuk tidak melindungi prajuritnya yang terlibat kasus penyerangan Lapas Cebongan. Dia pun meminta pengadilan transparan terhadap para pelaku agar dapat mengungkap kebenaran, keadilan, dan pelajaran dari peristiwa ini.

Lembaga Pemasyarakatan Cebongan di Sleman, DI Yogyakarta, diserbu sekelompok orang pada Sabtu (23/3/2013) pukul 01.15 WIB. Empat orang tewas.

Keterangan para saksi menyatakan, saat itu datang tiga truk bermuatan sekitar 15 orang bersenjata lengkap dan menggunakan tutup kepala serta pelindung tubuh. Mereka memaksa masuk LP, tetapi dilarang oleh penjaga LP.

Kelompok bertopeng ini kemudian melempar granat dan melukai penjaga LP, lalu mencari pelaku pengeroyokan anggota TNI Kesatuan Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura, Sersan Kepala Santoso, di Hugo's Cafe, Yogyakarta. Mereka pun menembak mati empat pelaku pengeroyokan itu.

Berita terkait dapat dibaca dalam topik: Oknum Kopassus Serang LP Cebongan

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Menlu AS Nilai Indonesia Telah Memberi Model Hidup dengan Toleransi

    Menlu AS Nilai Indonesia Telah Memberi Model Hidup dengan Toleransi

    Nasional
    Wapres Ingatkan Umat Islam untuk Teladani Sifat dan Karakter Nabi Muhammad

    Wapres Ingatkan Umat Islam untuk Teladani Sifat dan Karakter Nabi Muhammad

    Nasional
    KPK Tangkap Hiendra Soenjoto, Tersangka Penyuap Nurhadi di MA

    KPK Tangkap Hiendra Soenjoto, Tersangka Penyuap Nurhadi di MA

    Nasional
    Satgas Ungkap 12 Kabupaten/Kota yang Miliki Lebih dari 1.000 Kasus Aktif Covid-19

    Satgas Ungkap 12 Kabupaten/Kota yang Miliki Lebih dari 1.000 Kasus Aktif Covid-19

    Nasional
    Satgas Covid-19 Buat Aplikasi untuk Pantau Kepatuhan Penerapan Protokol Kesehatan

    Satgas Covid-19 Buat Aplikasi untuk Pantau Kepatuhan Penerapan Protokol Kesehatan

    Nasional
    UPDATE: 3.565 Kasus Baru Covid-19 di 31 Provinsi, Jakarta Tertinggi dengan 713

    UPDATE: 3.565 Kasus Baru Covid-19 di 31 Provinsi, Jakarta Tertinggi dengan 713

    Nasional
    UPDATE 29 Oktober: 34.317 Spesimen Diperiksa dalam Sehari

    UPDATE 29 Oktober: 34.317 Spesimen Diperiksa dalam Sehari

    Nasional
    Pastikan Penumpang Patuhi Protokol Kesehatan, Menhub Tinjau Stasiun Pasar Senen

    Pastikan Penumpang Patuhi Protokol Kesehatan, Menhub Tinjau Stasiun Pasar Senen

    Nasional
    UPDATE 29 Oktober: Ada 68.888 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

    UPDATE 29 Oktober: Ada 68.888 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    Gus Menteri: Desa Disebut Sukses Bila Hadir Disaat Warganya Kesulitan

    Gus Menteri: Desa Disebut Sukses Bila Hadir Disaat Warganya Kesulitan

    Nasional
    UPDATE 29 Oktober: Kini Ada 60.569 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    UPDATE 29 Oktober: Kini Ada 60.569 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    UPDATE 29 Oktober: 13.701 Pasien Covid-19 Meninggal di Indonesia, Bertambah 89

    UPDATE 29 Oktober: 13.701 Pasien Covid-19 Meninggal di Indonesia, Bertambah 89

    Nasional
    UPDATE 29 Oktober: 329.778 Pasien Covid-19 Sembuh, Bertambah 3.985

    UPDATE 29 Oktober: 329.778 Pasien Covid-19 Sembuh, Bertambah 3.985

    Nasional
    UPDATE: Bertambah 3.565, Kasus Covid-19 Indonesia Kini Capai 404.048

    UPDATE: Bertambah 3.565, Kasus Covid-19 Indonesia Kini Capai 404.048

    Nasional
    Pilkada Kota Makassar, Menilik Peluang Adik Menteri Pertanian

    Pilkada Kota Makassar, Menilik Peluang Adik Menteri Pertanian

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X