Terbitkan Perppu, Bawa Penyerang LP ke Peradilan Umum!

Kompas.com - 04/04/2013, 19:52 WIB
Penulis Sandro Gatra
|
EditorPalupi Annisa Auliani

JAKARTA, KOMPAS.com - Sikap Tentara Nasional Indonesia yang akan membawa 11 anggota TNI yang diduga pelaku penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Cebongan, Sleman, DI Yogyakarta ke peradilan militer dinilai tidak akan sepenuhnya memenuhi rasa keadilan masyarakat. Pasalnya, praktik peradilan militer selama ini tidak transparan dan tidak akuntabel.

"Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus didorong untuk menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) tentang Peradilan Militer. Tujuannya, agar semua anggota TNI yang terlibat pidana bisa diperiksa di peradilan umum," kata Hendardi dari Setara Institute, menyikapi hasil sementara penyelidikan tim investigasi TNI Angkatan Darat, di Jakarta, Kamis (4/4/2013)

Kasus penyerangan LP Cebongan oleh oknum anggota Kopassus, ujar Hendardi, adalah tindak pidana di luar dinas ketentaraan. "Tanpa terobosan (perppu) ini, hasil investigasi hanya akan antiklimaks tanpa dapat memenuhi rasa keadilan," kata dia.

Hendardi menilai kerja tim investigasi TNI AD kali ini cukup mengejutkan. Dalam sejarah TNI, ujar dia, langka terjadi penyelidikan berjalan cepat jika terkait keterlibatan anggota TNI dalam tindak pidana.

Seperti diberitakan, pihak TNI AD mengakui bahwa para pelaku penyerangan Lapas Cebongan adalah oknum Grup 2 Korps Pasukan Khusus Kartasura, Jawa Tengah. Penyerbuan melibatkan 11 anggota Kopassus, dengan satu orang eksekutor, delapan pendukung, dan dua orang berusaha mencegah perbuatan rekan-rekannya. Mereka membawa 6 pucuk senjata api, yaitu 3 senjata AK-47, 2 pucuk AK-47 replika, dan 1 pucuk pistol Sig Sauer replika.

Penyerangan menurut pengakuan para pelaku dipicu reaksi setelah mendengar pembunuhan Serka Heru Santoso di Hugo's Cafe pada 19 Maret 2013, dan penyerangan Serka Sriyono pada 20 Maret 2013. Santoso adalah atasan langsung pelaku dan pernah menyelamatkan pelaku dalam tugas operasi. Sedangkan Sriyono adalah rekan satu angkatan pelaku dalam pelatihan komando.

Berita terkait dapat dibaca dalam topik: Oknum Kopassus Serang LP Cebongan

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Pemerintah Siapkan Sistem Pendataan Digital untuk Kelompok Prioritas Vaksin Covid-19

    Pemerintah Siapkan Sistem Pendataan Digital untuk Kelompok Prioritas Vaksin Covid-19

    Nasional
    Beri Klarifikasi, Firli Sebut Baca Why Nations Fail pada 2012, Bukan 2002

    Beri Klarifikasi, Firli Sebut Baca Why Nations Fail pada 2012, Bukan 2002

    Nasional
    Ini Alasan Jokowi Undang LSM Agraria ke Istana

    Ini Alasan Jokowi Undang LSM Agraria ke Istana

    Nasional
    Jelang Pencoblosan Pilkada, Mendagri: Jangan Persulit Masyarakat Buat E-KTP

    Jelang Pencoblosan Pilkada, Mendagri: Jangan Persulit Masyarakat Buat E-KTP

    Nasional
    Formappi: Kalau Mau Perkuat Demokrasi, Ya Hapus UU ITE

    Formappi: Kalau Mau Perkuat Demokrasi, Ya Hapus UU ITE

    Nasional
    Satgas: Libur Panjang Akhir Tahun Berpotensi Naikkan Kasus Covid-19

    Satgas: Libur Panjang Akhir Tahun Berpotensi Naikkan Kasus Covid-19

    Nasional
    Sidang Uji Materi UU Cipta Kerja, KSPI Sebut Isu Investasi dan Ketenagakerjaan Tak Bisa Digabung dalam Satu UU

    Sidang Uji Materi UU Cipta Kerja, KSPI Sebut Isu Investasi dan Ketenagakerjaan Tak Bisa Digabung dalam Satu UU

    Nasional
    AMAN Mengaku Tak Pernah Kirim Karangan Bunga di Markas Kodam Jaya

    AMAN Mengaku Tak Pernah Kirim Karangan Bunga di Markas Kodam Jaya

    Nasional
    Satgas Sebut Kasus Covid-19 Meningkat 3,9 Persen Dibandingkan Pekan Sebelumnya

    Satgas Sebut Kasus Covid-19 Meningkat 3,9 Persen Dibandingkan Pekan Sebelumnya

    Nasional
    Muncul Anggapan Perbedaan Perlakuan antara Massa Petamburan dengan Demonstrasi, Ini Jawaban Satgas

    Muncul Anggapan Perbedaan Perlakuan antara Massa Petamburan dengan Demonstrasi, Ini Jawaban Satgas

    Nasional
    Survei Change.org Catat 5 Persoalan Daerah Menurut Anak Muda

    Survei Change.org Catat 5 Persoalan Daerah Menurut Anak Muda

    Nasional
    Kasus Covid-19 Tak Terkendali, Satgas Ingatkan Pemda Tegas Beri Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan

    Kasus Covid-19 Tak Terkendali, Satgas Ingatkan Pemda Tegas Beri Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan

    Nasional
    Survei Change.org: Janji Kampanye Calon Kepala Daerah Terpilih Perlu Diawasi

    Survei Change.org: Janji Kampanye Calon Kepala Daerah Terpilih Perlu Diawasi

    Nasional
    Polisi Selidiki Dugaan Kampanye di Luar Jadwal oleh Mulyadi-Ali Mukhni

    Polisi Selidiki Dugaan Kampanye di Luar Jadwal oleh Mulyadi-Ali Mukhni

    Nasional
    Mensos Tegaskan Tak Semua Masyarakat Berpendapatan Rendah Terima Bantuan Usaha

    Mensos Tegaskan Tak Semua Masyarakat Berpendapatan Rendah Terima Bantuan Usaha

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X