Akil Diminta Jauhkan MK dari Kegaduhan

Kompas.com - 04/04/2013, 03:41 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Hakim konstitusi Akil Mochtar mendapat dukungan mayoritas untuk memimpin Mahkamah Konstitusi menggantikan Mahfud MD. Setelah memenangi pemilihan ketua MK dengan suara mutlak, Akil diminta mampu melakukan hal-hal besar dan menjauhkan MK dari kegaduhan. Akil diminta menempatkan MK sebagai pengawal konstitusi.

”Periode sebelumnya, pada zaman kepemimpinan Pak Jimly Asshiddiqie dan Mahfud MD, itu merupakan periode yang riuh. Ketika itu, MK memang membutuhkan ’keriuhan’ agar orang peduli dengan MK. Namun, pada periode kali ini, setelah berdiri 10 tahun, MK harus mengubah style. Hakim sebaiknya menjadi penjaga gawang, bukan penabuh genderang. Hakim harus berbicara melalui putusan, bukan komentar. Akil harus mengubah style supaya orang menganggap MK sebagai periode yang diam, yang bicara melalui putusan,” kata Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Andalas, Padang, Saldi Isra, Rabu (3/4).

Kemarin, Akil terpilih sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2013-2015. Ia mengalahkan Harjono dan Hamdan Zoelva dalam tiga putaran. Akil memperoleh tujuh suara dan Harjono dua suara. Adapun Hamdan kalah di putaran kedua.

Akil bersyukur dipercaya memimpin MK. Ia berharap bisa melakukan banyak hal untuk memenuhi harapan masyarakat yang sangat tinggi terhadap MK. Saat menyampaikan visinya, Akil mengungkapkan pentingnya menjaga independensi dan integritas hakim sebagaimana digariskan UUD 1945.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyambut baik terpilihnya Akil. MK pun diharapkan terus memperjuangkan keadilan. ”Presiden menyambut baik Pak Akil Mochtar terpilih sebagai Ketua MK yang baru, menggantikan Mahfud MD,” kata Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha.

Harapan senada diungkapkan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Amir Syamsuddin. ”Kita mengharapkan MK dapat menjalankan fungsi dan peranannya untuk kebaikan negara ini, seperti yang sudah dilakukan selama ini,” ujarnya.

Deputi Direktur Penelitian dan Pengembangan Lembaga dari Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia Giri Ahmad Taufik mengatakan, Akil yang dulu politisi agar membatasi diri dalam berkomentar. Anggota Komisi III DPR, Trimedya Panjaitan, dan Sekretaris Fraksi Partai Hanura Saleh Husin berharap Akil bisa menjaga marwah lembaganya, antara lain dengan tidak terlalu banyak bicara, terutama soal politik. (ANA/FER/ATO/RYO/NWO)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.