Kompas.com - 03/04/2013, 23:19 WIB
|
EditorFarid Assifa

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) telah menyelesaikan assesment (pemeriksaan) terhadap semua saksi yang berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Cebongan, Sleman, Yogyakarta. Assesment dilakukan oleh LPSK guna menindaklanjuti permintaan perlindungan terhadap 31 saksi penyerangan Lapas Cebongan.

Wakil Ketua LPSK, Lies Sulistiani mengatakan, hari ini tim LPSK sudah mewawancarai 31 tahanan dan 10 penjaga yang menjadi saksi penyerangan Lapas pada Sabtu (23/3/2013) lalu.

"Mereka (saksi tahanan dan petugas lapas, red) masih dalam kondisi trauma dan ketakutan. Walau mereka berposisi saksi, mereka sebetulnya belum siap memberikan keterangan sebagai saksi karena kondisi psikologisnya masih belum stabil," terangnya saat dihubungi, Rabu (3/4/2013).

Ia menuturkan, kedatangan LPSK selain melakukan assesment guna menentukan jenis dan jumlah yang diberikan perlindungan, juga memberikan pengertian kepada saksi agar jangan takut dan bersedia memberikan keterangan kepada polisi. Meski sudah memberikan kesaksian di awal, namun mereka masih akan dibutuhkan kembali untuk memberi kesaksian.

"Kita tadi sudah berbicara dengan para saksi agar mereka bisa percaya diri saat memberikan keterangan," paparnya.

Selain ke Lapas Cebongan, hari ini LPSK juga mendatangi Polda DIY. Lies mengaku kedatanganya ke Polda untuk berkoordinasi mengenai berapa saksi yang akan dimintai keterangan kembali sebagai saksi, apakah semua atau hanya beberapa saja.

"Kita ke Polda untuk berkoordinasi mengenai saksi, selain itu juga membicarakan soal kemungkinan penambahan personel pengamanan guna menjaga saksi yang berada di dalam Lapas," ungkapnya.

Mengenai keputusan bentuk dan jenis perlindungan yang akan diberikan terhadap para saksi, pihaknya baru akan memutuskannya hari Senin mendatang dalam rapat paripurna.

"Semoga Senin bisa segera diputuskan hasilnya. Assesment memang sudah selesai, namun kita masih akan datang lagi ke Lapas Cebongan. Sampai dengan Jumat besok tim masih berada di Yogya," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.