Kompas.com - 03/04/2013, 08:41 WIB
Penulis Susana Rita
|
EditorRobert Adhi Ksp

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemilihan Ketua MK pengganti Mahfud akan dilakukan pagi ini. Ketua MK baru akan menjabat selama 2,5 tahun atau dari 2013 hingga 2015.

Tiga hakim konstitusi disebut-sebut akan bertarung dalam pemilihan tersebut. Ketiganya adalah Harjono, Hamdan Zoelva, dan Akil Mochtar.

Berikut adalah gagasan dan pemikiran ketiga calon yang disampaikan kepada Kompas ketika ditemui kemarin.

Harjono

Tugas Ketua MK yang paling utama adalah memimpin persidangan. Dalam peradilan Mahkamah Konstitusi, tentu sidang utamanya adalah sidang pemeriksaan perkara yang memerlukan cara memanajemen yang baik. Kita ini peradilan. Dalam peradilan itu, unsur utama adalah dua pihak. Pemeriksaan yang baik adalah ketika kedua belah pihak diberi kessempatan seluas-luasnya untuk menyampaikan permohonannya dan tanggapan atas permohonan itu.

Sebab, ada prinsip bahwa kita harus independen, tidak saja pengadilannya, tetapi juga hakimnya. Maka dari itu, dalam pemeriksaan itu, sikap independen terhadap pihak-pihak harus muncul. Itu kuantifikasi due process of law. Ini satu sistem bagi ketua persidangan yang mungkin berbeda dengan sidang di DPR. Di DPR itu, belum sidang, masing-masing sudah punya target yang mau digolkan. Pemimpin sidang sering kali karena dibebani target dia harus mengarahkan sesuai kehendak itu. Sikap dan pikiran tidak memihak itu harus dipertahankan pada proses pemeriksaan.

Kedua, memimpin sidang dalam proses pengambilan keputusan. Yang dipimpin adalah hakim-hakim yang punya kemandirian. Oleh karena itu, pemimpin MK yang baik dalam memimpin rapat permusyawaratan hakim adalah menghargai kemandirian dan juga memberi kesempatan untuk para hakim menyampaikan secara tuntas pendapatnya.

Inti hakim itu pendapatnya. Sikap ini juga dijaga sehingga jangan paksakan pendapatnya. Dalam memimpin RPH, kalau para hakimnya baik, tidak ada masalah. Cakap, kapabel. Kalau hakim kemudian tidak sampaikan pendapatnya, atau enggan, itu baru ada masalah.

Setiap hakim harus prepare untuk itu karena sidang adalah pekerjaannya. Jadi, tidak ada alasan bahwa hakim tidak bisa jadi pimpinan karena tugas pimpinan (Ketua MK-red) adalah memimpin persidangan.

Hamdan Zoelva

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

MK saat ini sudah bagus, menjadi salah satu lembaga negara yang memiliki reputasi yang baik di tingkat nasional maupun internasional. Banyak tamu kita dari luar yang ingin berkunjung ke sini. Kalau keluar (ke luar negeri), kita juga banyak membagi pengalaman dan mereka juga mengapresiasi.

Bagi saya, MK adalah lembaga yang cukup bagus. Tinggal melanjutkan dan mempertahankan. Memang beberapa bagian yang harus lebih dipertajam ke depan adalah masalah putusan. Mengenai putusan, ada dua hal yang harus diperhatikan. Pertama, putusan itu memang harus benar-benar lahir dari suatu proses pikiran jernih dan penuh dengan integritas. Kedua, profesionalitasnya. Putusan harus dibuat dengan legal reasoning yang kuat.

Untuk itu, saya menilai perlunya tim ahli yang kuat yang mendampingi hakim-hakim MK. Ia mencontohkan, MK Korea yang memiliki doktor dan orang-orang berpengalaman sebagai tim ahli dan riset.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Pencapaian Program Prioritas, Kementerian KP Gelar Pelatihan Akbar Kelautan dan Perikanan

Dukung Pencapaian Program Prioritas, Kementerian KP Gelar Pelatihan Akbar Kelautan dan Perikanan

Nasional
Tak Setuju Kemenag Disebut Hadiah Negara untuk NU, Pimpinan MPR: Hasil Perjuangan Tokoh Islam Era Kemerdekaan

Tak Setuju Kemenag Disebut Hadiah Negara untuk NU, Pimpinan MPR: Hasil Perjuangan Tokoh Islam Era Kemerdekaan

Nasional
Sebaran 14.360 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia pada 24 Oktober 2021

Sebaran 14.360 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia pada 24 Oktober 2021

Nasional
UPDATE: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 32,61 Persen

UPDATE: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 32,61 Persen

Nasional
UPDATE 24 Oktober: Sebaran 623 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI

UPDATE 24 Oktober: Sebaran 623 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI

Nasional
UPDATE 24 Oktober: 14.360 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 24 Oktober: 14.360 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE: 214.745 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 1,12 Persen

UPDATE: 214.745 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 1,12 Persen

Nasional
UPDATE 24 Oktober: Kasus Suspek Covid-19 Tercatat 5.104

UPDATE 24 Oktober: Kasus Suspek Covid-19 Tercatat 5.104

Nasional
UPDATE 24 Oktober: Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.082.454, Tambah 1.037

UPDATE 24 Oktober: Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.082.454, Tambah 1.037

Nasional
UPDATE 24 Oktober: Tambah 29, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Capai 143.205 Orang

UPDATE 24 Oktober: Tambah 29, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Capai 143.205 Orang

Nasional
Hadiri TB Summit 2021, Dompet Dhuafa Dukung Percepatan Pengurangan Kasus TBC di Indonesia

Hadiri TB Summit 2021, Dompet Dhuafa Dukung Percepatan Pengurangan Kasus TBC di Indonesia

Nasional
UPDATE: Bertambah 623, Kini Ada 4.240.019 Kasus Covid-19 di Indonesia

UPDATE: Bertambah 623, Kini Ada 4.240.019 Kasus Covid-19 di Indonesia

Nasional
Usulan Pemerintah Soal Pemilu 15 Mei 2024 Dikhawatirkan Ganggu Tahapan Pilkada

Usulan Pemerintah Soal Pemilu 15 Mei 2024 Dikhawatirkan Ganggu Tahapan Pilkada

Nasional
Mendorong Sinergi Parekraf dan UMKM

Mendorong Sinergi Parekraf dan UMKM

Nasional
Pemerintah dan DPR Diminta Tak Intervensi KPU Tentukan Jadwal Pencoblosan Pemilu

Pemerintah dan DPR Diminta Tak Intervensi KPU Tentukan Jadwal Pencoblosan Pemilu

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.