Kompas.com - 02/04/2013, 03:35 WIB
|
EditorErvan Hardoko

SURABAYA, KOMPAS.com — Peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nomor 7 Tahun 2013 tentang pencalonan dianggap melampaui wewenang KPU sebagai penyelenggara pemilu.

Peraturan tersebut tidak diatur dalam peraturan yang lebih tinggi, yakni Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilu. Dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa anggota DPRD dari partai yang tidak lolos verifikasi, dan hendak mencalonkan lagi pada Pemilu 2014 bersama partai lain, harus mengundurkan diri dari jabatannya.

''Ini sangat merugikan anggota DPRD yang kebetulan partainya tidak lolos verifikasi sebagai peserta pemilu,'' kata seorang pengacara asal Surabaya, Sholeh, Senin (1/4/2013) petang.

Pengunduran diri anggota DPRD dapat dilakukan jika yang bersangkutan dipecat, pindah partai, atau mendapatkan sanksi pergantian antar-waktu (PAW) oleh partainya.

''Tafsir KPU dalam peraturan tersebut jelas menyimpang dari UU Pemilu karena UU Pemilu tidak pernah menyentuh syarat pencalonan itu,'' ungkap caleg DPR RI dari Partai Gerindra ini.

Karena itu, Sholeh berencana mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi terkait Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilu agar Mahkamah Konstitusi memberikan tafsir atas syarat-syarat pencalonan.

Pengacara yang pernah menjadi anggota PDI Perjuangan ini sebelumnya berhasil menggugat UU Pemilu terkait penetapan calon anggota legislatif terpilih berdasarkan nomor urut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Akibat gugatannya itu, pada Pemilu 2009, caleg yang terpilih dan maju sebagai anggota parlemen murni berdasarkan suara terbanyak, bukan pada nomor urut. (K15-11)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.