Geleng-geleng Kepala, SBY Bilang "I Don't Like It"

Kompas.com - 30/03/2013, 22:34 WIB
|
EditorErlangga Djumena

DENPASAR, KOMPAS.com — Susilo Bambang Yudhoyono melakukan pidato pertamanya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat terpilih selama 33 menit di hadapan ratusan peserta Kongres Luar Biasa Partai Demokrat. Di dalam pidatonya, SBY sempat mengutarakan ketidaksukaannya akan aksi gusur-menggusur di internal partai.

"Mari kita jadikan KLB sebagai ajang perkokoh dan persatuan kita. Tidak ada gusur-menggusur dan pembersihan. Kalau ada penataan, justru untuk pastikan seluruh elemen terwakili," ujar SBY di Hotel Inna Beach, Denpasar, Sabtu (30/3/2013).

SBY meyakinkan para kadernya untuk tetap bersatu dan tidak tercerai berai. Ia menuturkan, sejak mendirikan Partai Demokrat pada tahun 2001, dia tidak suka dengan politik faksionalisasi. "Saya tak suka politik klik-klikan," ujar SBY berhenti sejenak kemudian menggelengkan kepalanya sebanyak dua kali.

"I don't like it. Itu bukan cara kita," sambungnya lagi.

SBY mengingatkan soliditas partai tetap harus dijaga mengingat pada bulan April 2013 mendatang, partai sudah harus mengumpulkan daftar calon anggota legislatif sementara (DCS). "Jangan persulit diri kita dengan hal yang tak perlu kita lakukan," pesan SBY.

Pernyataan SBY ini dilakukan setelah seluruh peserta memilih SBY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat secara aklamasi. SBY menjadi Ketua Umum menggantikan Anas Urbaningrum yang berhenti setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penerimaan hadiah terkait proyek Hambalang dan proyek lainnya.

Pandangan daerah pun disampaikan dalam forum Kongres Luar Biasa. Dalam pandangan para pengurus daerah, memang terlihat partai ini sangat bergantung kepada SBY. SBY disebut-sebut dipilih karena dianggap menjadi satu-satunya figur yang mampu menyatukan partai.

Setelah pandangan daerah itu, presidium sidang kongres menyampaikan pandangannya kepada SBY. Setelah menimbang, SBY akhirnya menyatakan bersedia dengan syarat jabatan Ketua Umum hanya sebagai jabatan sementara.

Selain itu, SBY juga meminta adanya ketua harian yang akan membantunya mengurus kegiatan partai. Ia juga meminta ada ketua harian dewan pembina.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Bantu Korban Ledakan, PMI Akan Kirim Kantong Darah ke Beirut

    Bantu Korban Ledakan, PMI Akan Kirim Kantong Darah ke Beirut

    Nasional
    Pelanggar Protokol Kesehatan Bakal Disanksi Lebih Tegas, Apa Saja?

    Pelanggar Protokol Kesehatan Bakal Disanksi Lebih Tegas, Apa Saja?

    Nasional
    Menkominfo Ingatkan Pentingnya 'Security System Data' di Pilkada

    Menkominfo Ingatkan Pentingnya "Security System Data" di Pilkada

    Nasional
    Saat Partai Berkarya Terbelah Dua, Kubu Muchdi PR dan Tommy Soeharto

    Saat Partai Berkarya Terbelah Dua, Kubu Muchdi PR dan Tommy Soeharto

    Nasional
    Kata BPOM dan Kemenkes soal Klaim Obat Bisa Sembuhkan Covid-19

    Kata BPOM dan Kemenkes soal Klaim Obat Bisa Sembuhkan Covid-19

    Nasional
    Hingga Desember 2020, Kemensos akan Bagikan BST kepada 9 Juta KPM

    Hingga Desember 2020, Kemensos akan Bagikan BST kepada 9 Juta KPM

    Nasional
    UPDATE: 116.871 Kasus Covid-19 di Indonesia dan Pentingnya Perubahan Perilaku Masyarakat

    UPDATE: 116.871 Kasus Covid-19 di Indonesia dan Pentingnya Perubahan Perilaku Masyarakat

    Nasional
    [POPULER NASIONAL] AKBP Yogi yang Dirotasi Kapolri Suami Jaksa Pinangki | Dugaan Awal Ledakan di Beirut Menurut KBRI

    [POPULER NASIONAL] AKBP Yogi yang Dirotasi Kapolri Suami Jaksa Pinangki | Dugaan Awal Ledakan di Beirut Menurut KBRI

    Nasional
    Mendagri: Kemauan dan Kemampuan Kepala Daerah Kunci Penanganan Covid-19

    Mendagri: Kemauan dan Kemampuan Kepala Daerah Kunci Penanganan Covid-19

    Nasional
    KPK: Banyak ASN Tak Netral dan Ikut Mobilisasi Pendanaan Kandidat Pilkada

    KPK: Banyak ASN Tak Netral dan Ikut Mobilisasi Pendanaan Kandidat Pilkada

    Nasional
    Mendagri: Tak Ada Kampanye Pilkada Arak-arakan di Tengah Pandemi Covid-19

    Mendagri: Tak Ada Kampanye Pilkada Arak-arakan di Tengah Pandemi Covid-19

    Nasional
    Loyalis Tommy Tak Terima Kemenkumham Sahkan Partai Berkarya Kubu Muchdi Pr

    Loyalis Tommy Tak Terima Kemenkumham Sahkan Partai Berkarya Kubu Muchdi Pr

    Nasional
    Menkes: Pencegahan Stunting Tetap Prioritas Saat Pandemi Covid-19

    Menkes: Pencegahan Stunting Tetap Prioritas Saat Pandemi Covid-19

    Nasional
    Pertengahan Agustus, Vaksin Covid-19 Diujicoba pada 1.620 Subjek

    Pertengahan Agustus, Vaksin Covid-19 Diujicoba pada 1.620 Subjek

    Nasional
    KPK Masih Dalami Aliran Uang ke Mantan Sekretaris MA Nurhadi

    KPK Masih Dalami Aliran Uang ke Mantan Sekretaris MA Nurhadi

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X