Kompas.com - 29/03/2013, 17:17 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

DENPASAR, KOMPAS.com - Alot atau tidaknya Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat, akan ditentuka ada atau tidaknya kandidat selain Susilo Bambang Yudhoyono untuk menggantikan Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Meski diwacanakan pengerucutan suara mendukung SBY, tetapi sampai sekarang belum ada kepastian kesediaan SBY mencalonkan diri.

"Kalau (ada calon) di luar beliau (KLB) agak alot, akan ada pandangan berbeda cukup tajam," kata Ketua DPD Demokrat Bali Made Mudarta, di sela persiapan KLB di Hotel Inna Grand Bali Beach, Jum'at (29/3/2013). Tapi, ujar dia, sejauh ini belum ada kandidat lain yang sudah benar-benar nyata maju mencalonkan diri.

"(Sebaliknya) kalau Pak SBY berkenan maju, 33 DPD kompak mendukung beliau satu suara. Pak SBY cluster utama," ujar Ketua DPD Demokrat Bali Made Mudart, di sela persiapan KLB di Hotel Inna Grand Bali Beach, Jum'at (29/3/2013). Dia mengatakan para pimpinan DPD dan DPC Partai Demokrat hanya butuh kepastian dari SBY, mencalonkan diri atau tidak.

Partai Demokrat menggelar KLB pada 30-31 Maret 2013 di Bali. SBY tercatat sebagai Ketua Majelis Tinggi, Ketua Dewan Pembina, dan Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat.

Dengan alasan terjadi penurunan elektabilitas partai, Majelis Tinggi mengambil alih fungsi DPP pada Februari lalu. Beberapa waktu setelah pengambilalihan itu, KPK menetapkan Anas Urbaningrum sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek Hambalang.

Anas lalu menyatakan berhenti dari Ketua Umum Partai Demokrat. Majelis Tinggi menunjuk empat pimpinan DPP untuk menjalankan tugas ketua umum.

Padahal, bulan depan, sebagaimana partai lain, Demokrat harus menyerahkan daftar calon sementara (DCS) untuk pemilu legislatif, kepada Komisi Pemilihan Umum. Dalam peraturan-perundangan diatur DCS harus ditandatangani ketua umum dan sekjen partai.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berita terkait dapat dibaca dalam topik: Jelang KLB Demokrat

 

 

 

 

Baca tentang


    25th

    Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Moeldoko: Ada 1.191 Aduan Kasus Konflik Agraria, 251 di Antaranya soal Hutan

    Moeldoko: Ada 1.191 Aduan Kasus Konflik Agraria, 251 di Antaranya soal Hutan

    Nasional
    Moeldoko Janji Proses Hukum Kasus Kekerasan TNI terhadap Warga di Merauke Transparan

    Moeldoko Janji Proses Hukum Kasus Kekerasan TNI terhadap Warga di Merauke Transparan

    Nasional
    Komnas HAM Sebut Kekerasan 2 Oknum Tentara di Merauke Kejam dan Tak Manusiawi

    Komnas HAM Sebut Kekerasan 2 Oknum Tentara di Merauke Kejam dan Tak Manusiawi

    Nasional
    Menko PMK: Peran Pemimpin Tingkat Bawah Tentukan akurasi kebijakan Pusat

    Menko PMK: Peran Pemimpin Tingkat Bawah Tentukan akurasi kebijakan Pusat

    Nasional
    Kasus Korupsi Asabri, Kejagung Periksa Tim Saham Benny Tjokro sebagai Saksi

    Kasus Korupsi Asabri, Kejagung Periksa Tim Saham Benny Tjokro sebagai Saksi

    Nasional
    Jelang Sidang Eks Mensos Juliari Batubara, ICW Harap Jaksa KPK Tuntut Seumur Hidup

    Jelang Sidang Eks Mensos Juliari Batubara, ICW Harap Jaksa KPK Tuntut Seumur Hidup

    Nasional
    Dugaan Kebocoran Data Nasabah, DPR dan Pemerintah Harus Segera Tuntaskan RUU PDP

    Dugaan Kebocoran Data Nasabah, DPR dan Pemerintah Harus Segera Tuntaskan RUU PDP

    Nasional
    Komnas HAM: Korban Kekerasan 2 Oknum TNI AU di Merauke Berkebutuhan Khusus

    Komnas HAM: Korban Kekerasan 2 Oknum TNI AU di Merauke Berkebutuhan Khusus

    Nasional
    Kapolda Sulteng: Pengejaran Teroris Poso Terkendala Medan Berat dan Simpatisan

    Kapolda Sulteng: Pengejaran Teroris Poso Terkendala Medan Berat dan Simpatisan

    Nasional
    Moeldoko: Kekerasan 2 Oknum TNI AU di Merauke di Luar Standar dan Prosedur

    Moeldoko: Kekerasan 2 Oknum TNI AU di Merauke di Luar Standar dan Prosedur

    Nasional
    Lili Pintauli Diduga Berkomunikasi dengan Pihak Beperkara, ICW Minta KPK Dalami Aliran Dana

    Lili Pintauli Diduga Berkomunikasi dengan Pihak Beperkara, ICW Minta KPK Dalami Aliran Dana

    Nasional
    Kemiskinan Meningkat, Jaminan Perlindungan Sosial Belum Berubah

    Kemiskinan Meningkat, Jaminan Perlindungan Sosial Belum Berubah

    Nasional
    Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Angka Kematian Lewati 2.000 Orang dalam Sehari...

    Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Angka Kematian Lewati 2.000 Orang dalam Sehari...

    Nasional
    Kala Jokowi (Merasa) Sendiri

    Kala Jokowi (Merasa) Sendiri

    Nasional
    UPDATE: Tambah 9 di 2 Negara, WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri Lewati 5.500 Kasus

    UPDATE: Tambah 9 di 2 Negara, WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri Lewati 5.500 Kasus

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X