Kompas.com - 29/03/2013, 14:04 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

DENPASAR, KOMPAS.com — Seiring menguatnya wacana mengusung Susilo Bambang Yudhoyono menjadi calon ketua umum Partai Demokrat, banyak kader yang semula disebut bakal menjadi kandidat memilih mundur. Tak terkecuali, Saan Mustopa.

"(Kalau SBY benar-benar mencalonkan diri), saya pasti pilih Pak SBY kok, kami akan support Pak SBY," ujar Saan saat ditemui di lokasi kongres, Hotel Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, Jumat (29/3/2013) siang. Selama ini, Saan yang kerap dianggap sebagai bagian dari kubu mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, merupakan salah satu bakal kandidat yang cukup santer disebut.

"Saya rasa Pak SBY merupakan pilihan terbaik hari ini di saat partai sedang mengalami persoalan yang cukup mendasar, dibutuhkan Pak SBY untuk turun," ujar Saan. Namun, seperti pengurus daerah lain, Saan juga menunggu keputusan apakah SBY bersedia maju sebagai ketua umum atau tidak.

Saan menolak menjawab apakah akan mencalonkan diri atau tidak, bila SBY menyatakan tak bersedia maju menjadi ketua umum. "Kalau saya sangat menghormati suara-suara para pemilik suara, apakah DPD, DPC, kita harus dukung, kita harus hormati," tepis dia.

Partai Demokrat akan menyelenggarakan Kongres Luar Biasa (KLB) pada 30-31 Maret 2013 di Denpasar, Bali. Agenda KLB adalah memilih ketua umum baru, menggantikan Anas Urbaningrum, yang berhenti dari jabatan dan partai setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sejumlah kader internal muncul sebagai kandidat yang digadang-gadang akan maju sebagai ketua umum, yakni Tri Dianto, Saan Mustopa, Marzuki Alie, Hadi Utomo, dan Syarief Hasan. Namun, dalam pertemuan di Cikeas beberapa waktu lalu, menguat wacana agar Partai Demokrat dipimpin keluarga Cikeas, antara SBY, Ani Yudhoyono, dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).

Penentuan ketua umum nantinya tergantung mekanisme dalam KLB pada akhir pekan ini. Jika semua peserta sepakat pada satu kandidat, maka proses pemilihan akan dilakukan secara aklamasi. Jika tidak, maka pemungutan suara akan dilakukan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berita terkait dapat dibaca dalam topik: Jelang KLB Demokrat

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.