Andai Marzuki Alie Tak Bermanuver...

Kompas.com - 28/03/2013, 20:51 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono bisa jadi mencalonkan Marzuki Alie dalam perhelatan Kongres Luar Biasa Partai Demokrat yang akan dilakukan akhir pekan ini. Namun, peluang Marzuki dipastikan kandas setelah adanya ultimatum SBY yang menduga Marzuki melakukan manuver.

"Seandainya nggak bermanuver dia ada potensi (dipilih). Kalau sudah begini, sudah susah," ujar Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok saat dihubungi Kamis (28/3/2013). Dia mengatakan, bahwa di dalam politik, pergerakan yang dilakukan Marzuki bisa dimaknai berbeda. Sebelumnya, SBY mengultimatum Marzuki melalui pesan singkat yang isinya mempertanyakan pengumpulan sejumlah pengurus daerah oleh tim sukses Marzuki.

Marzuki berdalih pengumpulan itu bukan sebagai bentuk konsolidasi melainkan hanya untuk membantu pengurus daerah yang kesulitan tiket untuk hadir di KLB. Menurut Mubarok, KLB kali ini berbeda dengan Kongres pada 2010 silam saat seluruh kader berhak dan bebas mencalonkan diri. "Tahun ini bukan arena pertandingan seperti 2010, sekarang ini arena untuk penyelamatan," ucap Mubarok.

Saat ini, kata Mubarok, para pengurus daerah juga sudah cukup solid mendukung SBY sebagai ketua umum. Kalau pun SBY tak bersedia, Mubarok memprediksi SBY akan mengeluarkan nama dan semua kader akan menyetujuinya. "Kami paham SBY itu arif dan tahu diri, KLB nanti akan berlangsung damai. Pak SBY juga punya pilihan kader yang tepat," ucap Mubarok.

Mubarok memastikan nama yang akan diusung SBY itu tidak akan bocor sampai pemilihan dilakukan. "Tidak ada kasak-kusuk, tidak ada manuver. Begitu diumumkan, selesai, langsung kongres ditutup," ucap dia.

Partai Demokrat akan menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) pada 30-31 Maret 2013. KLB itu dilakukan untuk memilih ketua umum baru menggantikan Anas Urbaningrum.

Saat ini, sejumlah kader internal namanya mulai disebut-sebut masuk dalam bursa calon ketum yakni Saan Mustopa, Tri Dianto, Marzuki Alie, Hadi Utomo, hingga Syarief Hasan. Namun, setelah pertemuan di Cikeas pada pekan lalu, dukungan justru menguat ke arah keluarga Cikeas terutama SBY dan dua anggota keluarganya, Ani Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).

Berita terkait dapat dibaca dalam topik: Jelang KLB Demokrat

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Ketua Satgas Akui Pemerintah Lengah Awasi Libur Panjang pada Agustus

    Ketua Satgas Akui Pemerintah Lengah Awasi Libur Panjang pada Agustus

    Nasional
    Komnas HAM: 12 Kasus Pelanggaran HAM Berat Belum Diselesaikan Pemerintah

    Komnas HAM: 12 Kasus Pelanggaran HAM Berat Belum Diselesaikan Pemerintah

    Nasional
    6.375 Akun Medsos Didaftarkan untuk Kampanye Pilkada, Facebook Paling Banyak

    6.375 Akun Medsos Didaftarkan untuk Kampanye Pilkada, Facebook Paling Banyak

    Nasional
    Ketua Komisi X Apresiasi Politik Anggaran Nadiem Makarim

    Ketua Komisi X Apresiasi Politik Anggaran Nadiem Makarim

    Nasional
    Mahfud: Keliru Rakyat Minta TNI-Polri Ditarik dari Papua, yang Minta Itu KKB

    Mahfud: Keliru Rakyat Minta TNI-Polri Ditarik dari Papua, yang Minta Itu KKB

    Nasional
    Resmikan Pameran UMKM Virtual, Gubernur Babel Minta Pelaku Usaha Terbiasa dengan Market Place

    Resmikan Pameran UMKM Virtual, Gubernur Babel Minta Pelaku Usaha Terbiasa dengan Market Place

    Nasional
    Kampanye Daring Hanya Dilakukan 23 Persen Paslon Pilkada, KPU Akan Evaluasi Efektivitasnya

    Kampanye Daring Hanya Dilakukan 23 Persen Paslon Pilkada, KPU Akan Evaluasi Efektivitasnya

    Nasional
    Setahun Nadiem, Ketua Komisi X Minta Kemendikbud Perbaiki Komunikasi Publik

    Setahun Nadiem, Ketua Komisi X Minta Kemendikbud Perbaiki Komunikasi Publik

    Nasional
    Setahun Jokowi-Ma'ruf, Komnas HAM: Perlindungan terhadap Jurnalis Jadi Isu Pinggiran

    Setahun Jokowi-Ma'ruf, Komnas HAM: Perlindungan terhadap Jurnalis Jadi Isu Pinggiran

    Nasional
    Moeldoko: Semua Ditegur Presiden, Komunikasi terkait UU Cipta Kerja Sangat Jelek

    Moeldoko: Semua Ditegur Presiden, Komunikasi terkait UU Cipta Kerja Sangat Jelek

    Nasional
    Selamatkan Dana Rp 12,7 Triliun, Mendes Canangkan Pendirian Lembaga Keuangan Desa

    Selamatkan Dana Rp 12,7 Triliun, Mendes Canangkan Pendirian Lembaga Keuangan Desa

    Nasional
    Majelis Hakim Tolak Eksepsi Jaksa Pinangki, Sidang Dilanjutkan

    Majelis Hakim Tolak Eksepsi Jaksa Pinangki, Sidang Dilanjutkan

    Nasional
    Setahun Jokowi-Ma'ruf, Komnas HAM: Pemajuan dan Penegakan HAM Stagnan

    Setahun Jokowi-Ma'ruf, Komnas HAM: Pemajuan dan Penegakan HAM Stagnan

    Nasional
    Bawaslu Ungkap Persoalan Ketegasan Aparat Hukum Bubarkan Kerumunan Kampanye

    Bawaslu Ungkap Persoalan Ketegasan Aparat Hukum Bubarkan Kerumunan Kampanye

    Nasional
    9372 KPM Terima Bantuan Beras Sebesar 30 Kg per Penerima

    9372 KPM Terima Bantuan Beras Sebesar 30 Kg per Penerima

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X