Kompas.com - 28/03/2013, 14:14 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

JAKARTA, KOMPAS.com — Para pendukung Susilo Bambang Yudhoyono berkeyakinan pendiri Partai Demokrat ini bisa mengatur waktu antara tugas negara dan partai bila menjadi ketua umum Partai Demokrat. Selama ini, SBY disebut begitu mengutamakan tugas negara sampai jarang tidur.

"Beliau bahkan bisa tidak tidur dan hanya tidur dua jam karena harus membagi waktu dengan tugas pemerintahan, partai, hingga keluarga," ujar Ketua Fraksi Partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf, di Kompleks Parlemen, Kamis (28/3/2013). Masih terus harmonisnya keluarga SBY menjadi rujukan Nurhayati mengenai kepiawaian SBY mengatur waktu menjalankan beragam hal.

"Kami merasa, Fraksi Partai Demokrat punya keyakinan penuh bahwa Pak SBY sudah tunjukkan kerja nyata dan tentunya bisa fokus sehingga (dengan tugas kenegaraan dan kondisi itu) bisa berbagi waktu dengan keluarganya, luar biasa," kata Nurhayati. Karier kedua putra SBY pun, imbuh dia, terbilang baik dan bahkan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) kini pun mengikuti jejak ayahnya menjadi pengurus Partai Demokrat. 

Nurhayati meminta masyarakat tidak perlu khawatir jika nantinya SBY menjadi ketua umum Partai Demokrat. "Tidak perlu underestimate Pak SBY. Sebagai kader terbaik bangsa, tidak perlu lagi meragukan kapabilitas dari seorang SBY," imbuh dia.

Partai Demokrat akan menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) pada 30-31 Maret 2013. KLB itu dilakukan untuk memilih ketua umum baru menggantikan Anas Urbaningrum.

Saat ini, sejumlah kader internal namanya mulai disebut-sebut masuk dalam bursa calon ketum, yakni Saan Mustopa, Tri Dianto, Marzuki Alie, Hadi Utomo, hingga Syarief Hasan. Namun, setelah pertemuan di Cikeas pada pekan lalu, dukungan justru menguat ke arah keluarga Cikeas, terutama SBY dan dua anggota keluarganya, Ani Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).

Berita terkait dapat dibaca dalam topik: Jelang KLB Demokrat

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Baca tentang


    25th

    Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Pengacara: Tak Ada Fakta Pak Moeldoko Promosikan Ivermectin

    Pengacara: Tak Ada Fakta Pak Moeldoko Promosikan Ivermectin

    Nasional
    Bongkar Aksi Pinjol Ilegal KSP Cinta Damai, Bareskrim Tangkap 8 Orang di Medan-Jakarta

    Bongkar Aksi Pinjol Ilegal KSP Cinta Damai, Bareskrim Tangkap 8 Orang di Medan-Jakarta

    Nasional
    7.200 Pekerja Migran RI yang Dideportasi Malaysia Akan Divaksinasi Covid-19

    7.200 Pekerja Migran RI yang Dideportasi Malaysia Akan Divaksinasi Covid-19

    Nasional
    Ketua Satgas Waspada Investasi: Pinjol Ilegal Adalah Kejahatan

    Ketua Satgas Waspada Investasi: Pinjol Ilegal Adalah Kejahatan

    Nasional
    Moeldoko Beri Waktu 1×24 Jam ke ICW untuk Buktikan Tuduhan soal Keterlibatan dengan Produsen Ivermectin

    Moeldoko Beri Waktu 1×24 Jam ke ICW untuk Buktikan Tuduhan soal Keterlibatan dengan Produsen Ivermectin

    Nasional
    Anggota DPR: Jangan Ditahan-tahan Hak Tenaga Kesehatan untuk Mendapatkan Insentif

    Anggota DPR: Jangan Ditahan-tahan Hak Tenaga Kesehatan untuk Mendapatkan Insentif

    Nasional
    Bantah Moeldoko Punya Hubungan dengan PT Harsen, Kuasa Hukum: Bukan Pemegang Saham, Bukan Direktur

    Bantah Moeldoko Punya Hubungan dengan PT Harsen, Kuasa Hukum: Bukan Pemegang Saham, Bukan Direktur

    Nasional
    Mendagri Minta Pemkab Cirebon Segera Realisasikan APBD 2021

    Mendagri Minta Pemkab Cirebon Segera Realisasikan APBD 2021

    Nasional
    Kabar Gembira, Kimia Farma Tingkatkan Produksi Obat Antivirus Jadi 2 Juta Tablet Per Hari

    Kabar Gembira, Kimia Farma Tingkatkan Produksi Obat Antivirus Jadi 2 Juta Tablet Per Hari

    Nasional
    Berkas Lengkap, Tersangka Penyuap Bupati Bandung Barat Terkait Bantuan Covid-19 Siap Disidang

    Berkas Lengkap, Tersangka Penyuap Bupati Bandung Barat Terkait Bantuan Covid-19 Siap Disidang

    Nasional
    Studi: Antibodi Vaksin Covid-19 Sinovac Menurun Setelah 6 Bulan, Butuh Dosis Ketiga

    Studi: Antibodi Vaksin Covid-19 Sinovac Menurun Setelah 6 Bulan, Butuh Dosis Ketiga

    Nasional
    Tuntutan 11 Tahun Penjara Juliari Batubara Dinilai Janggal

    Tuntutan 11 Tahun Penjara Juliari Batubara Dinilai Janggal

    Nasional
    Pemda Diminta Segera Cairkan Insentif Tenaga Kesehatan dengan Proses Tak Berbelit-belit

    Pemda Diminta Segera Cairkan Insentif Tenaga Kesehatan dengan Proses Tak Berbelit-belit

    Nasional
    Perebutan Kepemimpinan Parpol Pasca-kudatuli, dari PKB hingga Demokrat

    Perebutan Kepemimpinan Parpol Pasca-kudatuli, dari PKB hingga Demokrat

    Nasional
    275 Daerah Dapat Penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak

    275 Daerah Dapat Penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X