Irgan Diperiksa KPK 1,5 Jam Terkait Korupsi DPID

Kompas.com - 28/03/2013, 13:45 WIB
Penulis Dani Prabowo
|
EditorPalupi Annisa Auliani

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi PPP, Irgan Chairul Mahfiz diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (28/3/2013). Dia diminta keterangan selama 1,5 jam, terkait kasus dugaan korupsi pemberian hadiah pengurusan anggaran Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID).

"Kami bantu KPK, saya kan diundang untuk klarifikasi, ya sudah saya jelaskan. Cuma 1,5 jam, nggak lama kok," kata Irgan, seusai pemeriksaan, Kamis (28/3/2013). Dia mengaku diminta keterangan sebagai saksi untuk tersangka kasus ini, pengusaha Haris Andi Surahman.

Dalam pemeriksaan tersebut, Irgan mengatakan tidak disebut-sebut nama  Fadh A Rafiq selama proses pemeriksaan berlangsung. Dia juga membantah saat ditanya oleh sejumlah wartawan jika dia juga turut melakukan lobi-lobi dalam kasus ini. "Siapa yang jago ngelobi? Kalau saya jago-jago ga akan diperiksa sedemikian singkat," kata Irgan.

Dalam kasus DPID ini, KPK menetapkan Haris sebagai tersangka ketiga. Penetapan Haris sebagai tersangka ini merupakan pengembangan penyidikan perkara Wa Ode dan politikus muda Partai Golkar Fahd El Fouz atau Fahd A Rafiq.

KPK menduga Haris bersama-sama Fahd memberikan hadiah uang kepada Wa Ode terkait kepengurusan alokasi DPID untuk sejumlah kabupaten. Kasus DPID ini juga menyeret nama sejumlah nama pimpinan Badan Anggaran DPR, termasuk Mirwan dan Olly. Beberapa waktu lalu, Wa Ode mengungkapkan kejanggalan dalam penetapan alokasi DPID ini.

Menurut Wa Ode, pimpinan Banggar menyalahi prosedur dan menentukan sendiri daerah-daerah yang mendapat jatah DPID. Wa Ode mengungkapkan, ada 126 daerah yang sedianya mendapatkan jatah DPID, namun tidak jadi masuk dalam daftar penerima dana transfer daerah tersebut.

 

 

Berita terkait dapat dibaca dalam topik: Wa Ode dan Suap DPID

 

Baca tentang
    Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
    Ikut


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Ketua MPR Dorong RUU Perlindungan Data Pribadi Dirampungkan

    Ketua MPR Dorong RUU Perlindungan Data Pribadi Dirampungkan

    Nasional
    Gugus Tugas: Hingga 5 Juli, 104 Daerah Berstatus Zona Hijau Covid-19

    Gugus Tugas: Hingga 5 Juli, 104 Daerah Berstatus Zona Hijau Covid-19

    Nasional
    Pakar Hukum Pidana Sebut Pengadilan Tak Bisa Disalahkan soal Permohonan PK Djoko Tjandra

    Pakar Hukum Pidana Sebut Pengadilan Tak Bisa Disalahkan soal Permohonan PK Djoko Tjandra

    Nasional
    Ketua Gugus Tugas: Tidak Boleh Lagi ada yang Kena Covid-19

    Ketua Gugus Tugas: Tidak Boleh Lagi ada yang Kena Covid-19

    Nasional
    Eks Sekjend Kemhan Sebut AS Klaim Sepihak dalam Penjualan MV-22 Osprey Block C

    Eks Sekjend Kemhan Sebut AS Klaim Sepihak dalam Penjualan MV-22 Osprey Block C

    Nasional
    Yusril Sebut Putusan MA soal Pilpres Tak Batalkan Kemenangan Jokowi-Ma'ruf

    Yusril Sebut Putusan MA soal Pilpres Tak Batalkan Kemenangan Jokowi-Ma'ruf

    Nasional
    Pemenuhan Hak Kelompok Difabel Harus Jadi Perhatian

    Pemenuhan Hak Kelompok Difabel Harus Jadi Perhatian

    Nasional
    AS Setujui Penjualan 8 Pesawat Tiltrotor MV-22 Osprey Block C ke Indonesia

    AS Setujui Penjualan 8 Pesawat Tiltrotor MV-22 Osprey Block C ke Indonesia

    Nasional
    Airlangga Tegaskan Penguatan Infrastruktur Digital Mutlak Dilakukan

    Airlangga Tegaskan Penguatan Infrastruktur Digital Mutlak Dilakukan

    Nasional
    Penjelasan Kemendagri soal E-KTP dan Status Buron Djoko Tjandra

    Penjelasan Kemendagri soal E-KTP dan Status Buron Djoko Tjandra

    Nasional
    66.226 Kasus Covid-19 di Indonesia, Prediksi Ketersediaan Vaksin Lokal pada 2021

    66.226 Kasus Covid-19 di Indonesia, Prediksi Ketersediaan Vaksin Lokal pada 2021

    Nasional
    [POPULER NASIONAL] Setelah MA Kabulkan Gugatan Soal Pilpres | Kasus Positif Covid-19 Bertambah 1.268 Orang

    [POPULER NASIONAL] Setelah MA Kabulkan Gugatan Soal Pilpres | Kasus Positif Covid-19 Bertambah 1.268 Orang

    Nasional
    Saat Komisi III DPR Gelar Rapat di Gedung KPK...

    Saat Komisi III DPR Gelar Rapat di Gedung KPK...

    Nasional
    Jokowi Kebut Infrastruktur di Tengah Pandemi, Terkendala Dana hingga Lahan

    Jokowi Kebut Infrastruktur di Tengah Pandemi, Terkendala Dana hingga Lahan

    Nasional
    Polisi Lengkapi Berkas Perkara Satu Tersangka Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Bos Kaskus

    Polisi Lengkapi Berkas Perkara Satu Tersangka Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Bos Kaskus

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X