Politik Simbol dari Bumi Aceh...

Kompas.com - 28/03/2013, 03:00 WIB
Editor

Di tengah penolakan sejumlah kalangan, Pemerintah Aceh pada 25 Maret 2013 menetapkan bendera dan lambang yang mirip simbol Gerakan Aceh Merdeka sebagai bendera dan lambang Aceh. Simbol itu menggusur lambang Pancacita yang selama puluhan tahun identik sebagai lambang keistimewaan Aceh. Pro kontra pun berhamburan.

Raut wajah Abdullah Saleh, anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, berbinar. Setelah hampir empat bulan bergelut dalam pembahasan, Jumat (22/3) malam Rancangan Qanun (Peraturan Daerah) tentang Bendera dan Lambang Aceh disahkan pa- da Rapat Paripurna DPR Aceh.

Tak ada debat dalam sidang paripurna itu. Empat fraksi di DPR Aceh tak ada yang menolak penetapan bendera dan lambang GAM sebagai bendera dan lambang Aceh, termasuk tiga fraksi partai nasional. Gubernur Aceh menetapkan Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh pada 25 Maret 2013. Qanun itu diundangkan dalam Lembaran Aceh Tahun 2013 Nomor 3 dan Tambahan Lembaran Aceh Nomor 49.

”Mulai 25 Maret 2012, masyarakat bebas mengibarkan bendera Aceh ini,” kata Abdullah, yang juga anggota Fraksi Partai Aceh ini.

Sebagai partai yang didirikan oleh mantan anggota GAM, Partai Aceh sangat berkepentingan terhadap disahkannya qanun yang dibahas sejak awal November 2012 itu. Bendera dan lambang Aceh adalah tindak lanjut dari nota kesepahaman damai (MOU) Helsinki tahun 2005 antara Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan GAM. Dalam artikel 1.1.5, Aceh berhak memakai simbol wilayah, termasuk bendera, lambang, dan himne.

Komisi A DPR Aceh menargetkan qanun ini tuntas pada 30 November 2012. Namun, reaksi dari sejumlah pihak memaksa membuat target itu terlewati.

Beberapa pihak yang menolak, antara lain, Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda, elemen masyarakat di Gayo, dan beberapa elemen masyarakat sipil lain di Aceh. Salah satu alasan penolakan adalah penggunaan bendera dan lambang GAM bertentangan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 77 Tahun 2007 tentang Lambang Daerah. Pasal 6 Ayat (4) menyebutkan, desain logo dan bendera daerah tidak boleh mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan desain logo dan bendera organisasi terlarang atau organisasi/perkumpulan/lembaga/gerakan separatis dalam NKRI. GAM dulu adalah organisasi separatis di Aceh.

Rawan konflik

Akhir November 2012 terjadi unjuk rasa di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, yang diikuti elemen masyarakat Gayo dan Aceh Leuser Antara, menolak Rancangan Qanun Bendera dan Lambang Aceh serta Qanun Wali Nanggroe, yang bersamaan dibahas DPR Aceh. Dua qanun itu dinilai rawan membawa Aceh pada konflik.

Pemerintah Aceh sempat me- ngadakan rapat dengar pendapat dan konsultasi dengan peja- bat dan tokoh di Jakarta. Mere- ka, antara lain, mantan Wakil Presiden M Jusuf Kalla; mantan juru runding dalam MOU Helsinki Hamid Awaluddin; pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra; Wakil Ketua MPR Ahmad Farhan Hamid; Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso; pengamat politik Fachry Aly; serta perwakilan Kementerian Dalam Negeri, TNI, Polri, dan Staf Khusus Presiden. Pemerintah Aceh diwakili Gubernur Zaini Abdullah dan utusan DPR Aceh.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

IDI Klaim Ada Daerah yang Khawatir Terapkan 'New Normal'

IDI Klaim Ada Daerah yang Khawatir Terapkan "New Normal"

Nasional
Taqy Malik Ajak Masyarakat Tetap Produktif dan Manfaatkan Medsos Selama Pandemi

Taqy Malik Ajak Masyarakat Tetap Produktif dan Manfaatkan Medsos Selama Pandemi

Nasional
IDI: New Normal Bisa Diterapkan Bertahap di Zona Hijau Covid-19

IDI: New Normal Bisa Diterapkan Bertahap di Zona Hijau Covid-19

Nasional
Jelang New Normal, IDI: Tidak Ada Tawar Menawar Lagi...

Jelang New Normal, IDI: Tidak Ada Tawar Menawar Lagi...

Nasional
UPDATE: Tambah 13, WNI Sembuh Covid-19 di Luar Negeri Jadi 508 Orang

UPDATE: Tambah 13, WNI Sembuh Covid-19 di Luar Negeri Jadi 508 Orang

Nasional
UPDATE 30 Mei: 25.773 Kasus Covid-19, Pemetaan Wilayah Dilakukan...

UPDATE 30 Mei: 25.773 Kasus Covid-19, Pemetaan Wilayah Dilakukan...

Nasional
Antisipasi Covid-19, TNI Pakai Helm Pendeteksi Suhu Tubuh dari Jarak 10 Meter

Antisipasi Covid-19, TNI Pakai Helm Pendeteksi Suhu Tubuh dari Jarak 10 Meter

Nasional
Polri Siap Mengusut Teror terhadap Panitia Diskusi FH UGM

Polri Siap Mengusut Teror terhadap Panitia Diskusi FH UGM

Nasional
Mahfud MD Klaim New Normal Tak Diterapkan dengan Pendekatan Ekonomi Semata

Mahfud MD Klaim New Normal Tak Diterapkan dengan Pendekatan Ekonomi Semata

Nasional
Ruslan Buton Ditahan di Rutan Bareskrim selama 20 Hari

Ruslan Buton Ditahan di Rutan Bareskrim selama 20 Hari

Nasional
Zona Hijau, 102 Daerah Ini Boleh Berkegiatan Aman di Tengah Pandemi Covid-19

Zona Hijau, 102 Daerah Ini Boleh Berkegiatan Aman di Tengah Pandemi Covid-19

Nasional
 Mahfud MD Tak Persoalkan Diskusi soal Pemberhentian Presiden di UGM

Mahfud MD Tak Persoalkan Diskusi soal Pemberhentian Presiden di UGM

Nasional
Komnas HAM Kecam Teror terhadap Jurnalis dan Panitia Diskusi CLS UGM

Komnas HAM Kecam Teror terhadap Jurnalis dan Panitia Diskusi CLS UGM

Nasional
Terapkan New Normal, Kepala Daerah Wajib Libatkan IDI hingga Epidemiolog

Terapkan New Normal, Kepala Daerah Wajib Libatkan IDI hingga Epidemiolog

Nasional
Tenaga Medis dan Relawan 2,5 Bulan Berjuang Lawan Covid-19, Ketua Gugus Tugas: Terima Kasih

Tenaga Medis dan Relawan 2,5 Bulan Berjuang Lawan Covid-19, Ketua Gugus Tugas: Terima Kasih

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X