Kompas.com - 26/03/2013, 13:21 WIB
EditorErvan Hardoko

"Sentimen anti-Perancis sangat kuat di Mali setelah kemerdekaan, dan dalam beberapa tahun sesudahnya, nasionalisme sangat tinggi," tambah Drabo.

Sebelum intervensi, kata Drabo, kecurigaan dan rasa kurang percaya kepada Perancis adalah sesuatu yang lumrah.

"Namun, semuanya berbalik setelah intervensi itu berhasil," ujarnya.

"Orang-orang tua yang menjadi saksi masa-masa perjuangan kemerdekaan akan merasa frustrasi karena kini mereka harus berterima kasih kepada mantan penjajah," ujar Drabo.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.