Kompas.com - 26/03/2013, 10:29 WIB
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok yakin Ketua Majelis Tinggi Susilo Bambang Yudhoyono tak akan maju dalam bursa calon ketua umum. Pasalnya, pencalonan SBY akan menuai kritikan pedas.

"Itu apresiasi kader kepada SBY. Saya yakin SBY tidak akan bersedia. Dia bukan tipe seperti itu. Pencalonan SBY berisiko politik dan akan menjadi bahan kritik habis," ujar Mubarok di Jakarta, Selasa (26/3/2013).

Menurut Mubarok, pencalonan SBY dan Ani Yudhoyono oleh pengurus-pengurus daerah Demokrat hanya bersifat emosional. Jika SBY nantinya tidak bersedia maju sebagai calon ketum, Mubarok menilai akan ada arahan lebih lanjut dari pendiri Partai Demokrat itu. "Kalau pun SBY akan ada arahan, seluruh kader akan mematuhi. Kemungkinan aklamasi akan sangat besar," imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengumpulkan Majelis Tinggi dan pengurus DPD di Cikeas, Minggu (24/3/2013). Di dalam pertemuan itu, terungkap beberapa dukungan pengurus DPD yang menginginkan SBY atau Ani Yudhoyono menjadi calon ketua umum.

Wakil Direktur Eksekutif Partai Demokrat M Rahmad bahkan mengatakan sudah ada 23 DPD dan 401 DPC yang menyatakan dukungannya supaya Ani maju sebagai ketua umum. Namun, kata Rahmad, pengurus-pengurus juga mendukung SBY sebagai ketum. Jika SBY tidak berkenan, para pengurus daerah itu sudah bersiap-siap untuk mendeklarasikan dukungan kepada Ani Yudhoyono.

Bursa calon ketua umum Partai Demokrat semakin memanas menjelang penyelenggaraan Kongres Luar Biasa (KLB) yang akan dilakukan di Bali pada 30-31 Maret 2013. Sejumlah nama digadang-gadang menjadi calon ketua umum menggantikan Anas Urbaningrum. Dari kalangan internal, muncul nama seperti Marzuki Alie, Saan Mustopa, Hadi Utomo, Ani Yudhoyono, dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).

Kubu Marzuki dan Saan Mustopa bahkan sudah melakukan sejumlah manuver di daerah. Saan yang masih merahasiakan daerah basis pemilihnya mengaku terus melakukan komunikasi intensif dengan para pengurus daerah. Sementara kubu Marzuki sudah mulai melakukan konsolidasi dengan mengumpulkan pengurus DPC-DPC di Makassar beberapa waktu lalu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Akui Tak Tahu di Mana Harun Masiku, KPK Minta Warga Bantu Cari: Tapi Biaya Sendiri

    Akui Tak Tahu di Mana Harun Masiku, KPK Minta Warga Bantu Cari: Tapi Biaya Sendiri

    Nasional
    Bupati Jayapura Sebut Pembentukan DOB Aspirasi Murni Warga Papua

    Bupati Jayapura Sebut Pembentukan DOB Aspirasi Murni Warga Papua

    Nasional
    Orang Asing Bisa Ditolak Masuk Suatu Negara, Apa Penyebabnya?

    Orang Asing Bisa Ditolak Masuk Suatu Negara, Apa Penyebabnya?

    Nasional
    Kapolri Minta Jajarannya Awasi Minyak Goreng Sesuai HET Rp 14.000 dan Tindak Tegas Pungli

    Kapolri Minta Jajarannya Awasi Minyak Goreng Sesuai HET Rp 14.000 dan Tindak Tegas Pungli

    Nasional
    Kini Ditahan KPK, Ini Peran Eks Dirjen Hortikultura dalam Kasus Pengadaan Pupuk

    Kini Ditahan KPK, Ini Peran Eks Dirjen Hortikultura dalam Kasus Pengadaan Pupuk

    Nasional
    Terawan Siap Gabung PDSI Setelah Terima Surat Pemberhentian dari IDI

    Terawan Siap Gabung PDSI Setelah Terima Surat Pemberhentian dari IDI

    Nasional
    Bupati Jayapura Klaim Datang Bersama MRP Bertemu Jokowi di Istana Bogor untuk Bahas DOB

    Bupati Jayapura Klaim Datang Bersama MRP Bertemu Jokowi di Istana Bogor untuk Bahas DOB

    Nasional
    Selama Ramadhan, Dompet Dhuafa Klaim Berhasil Kelola Dana Ziswaf Rp 35,6 Miliar

    Selama Ramadhan, Dompet Dhuafa Klaim Berhasil Kelola Dana Ziswaf Rp 35,6 Miliar

    Nasional
    Jokowi Disebut Diam-diam Undang Anggota MRP di Istana Bogor Hari Ini

    Jokowi Disebut Diam-diam Undang Anggota MRP di Istana Bogor Hari Ini

    Nasional
    Belajar dari Kemenangan Marcos Jr di Filipina, RI Diminta Hati-hati terhadap Medsos Jelang Pemilu 2024

    Belajar dari Kemenangan Marcos Jr di Filipina, RI Diminta Hati-hati terhadap Medsos Jelang Pemilu 2024

    Nasional
    Soal Minyak Goreng, Anggota DPR: Presiden Sudah Berani, Menterinya Kurang Nyali

    Soal Minyak Goreng, Anggota DPR: Presiden Sudah Berani, Menterinya Kurang Nyali

    Nasional
    Kepala Otorita: Kendaraan Tanpa Awak Akan Jadi Tulang Punggung Transportasi Publik di IKN

    Kepala Otorita: Kendaraan Tanpa Awak Akan Jadi Tulang Punggung Transportasi Publik di IKN

    Nasional
    KPK Tahan Eks Dirjen Hortikultura Kementan Hasanuddin Ibrahim

    KPK Tahan Eks Dirjen Hortikultura Kementan Hasanuddin Ibrahim

    Nasional
    Sinyal Kekhawatiran PDI-P di Balik Koalisi Dini Golkar-PAN-PPP

    Sinyal Kekhawatiran PDI-P di Balik Koalisi Dini Golkar-PAN-PPP

    Nasional
    Penampakan Eks Dirjen Kementan Hasanuddin Ibrahim Pakai Rompi Tahanan KPK

    Penampakan Eks Dirjen Kementan Hasanuddin Ibrahim Pakai Rompi Tahanan KPK

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.