SBY Pertimbangkan Usul Pengurus Daerah

Kompas.com - 26/03/2013, 02:10 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Ketua Majelis Tinggi dan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mempertimbangkan usulan pengurus daerah Partai Demokrat yang menginginkan Yudhoyono menjadi ketua umum.

”Sedang dipertimbangkan. Pak SBY sangat mendengarkan usulan itu. Namun segala sesuatunya tetap diserahkan kepada kongres,” tutur anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Syarifuddin Hasan, Senin (25/3), di halaman Istana Negara. Dalam kabinet, Syarifuddin duduk sebagai Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

Dengan usulan tersebut, menurut Syarifuddin, terbuka kemungkinan SBY menjadi ketua umum. Para kader pun mengharapkan kemungkinan tersebut benar-benar menjadi kenyataan. ”Siapa tahu, mudah-mudahan. Kita juga mengharapkannya,” katanya.

Ia mengatakan, apa pun usulan yang muncul saat menjelang kongres luar biasa (KLB), hasil akhirnya tetap diserahkan ke KLB. ”Prinsipnya kami serahkan kepada kongres,” kata Syarifuddin.

Menurut Syarifuddin, 26 dari 33 DPD mengusulkan SBY sebagai ketua umum. Ada pula 5 DPD yang mengusulkan istri SBY, Ny Ani Yudhoyono, sebagai ketua umum. ”Demikian aspirasi yang muncul,” katanya.

Namun, kemarin, di Jakarta, peneliti senior Soegeng Sarjadi Syndicate, Toto Sugiarto, menegaskan, desakan sejumlah kader yang menghendaki SBY menjadi ketua umum Partai Demokrat membuktikan proses kaderisasi partai ini sudah gagal. Partai ini tidak lagi memiliki tokoh yang bisa diterima semua faksi.

”Saya melihat, kader mulai hanya bisa melihat SBY yang mampu memerankan fungsi pemersatu Partai Demokrat,” ujar Toto.

Karena itu, kata Toto, seruan kader-kader itu berlandaskan kekhawatiran bahwa Partai Demokrat bisa saja mengalami perpecahan jika di pusat kekuasaan organisasi partai ini tidak ditempati oleh SBY. Partai Demokrat memang sejak awal kelahirannya tidak berkembang. Partai ini tetap seperti saat kelahirannya amat bergantung kepada SBY. Tidak ada kaderisasi di tingkat internal.

Ketua DPP Partai Demokrat Achsanul Qosasi, di Kompleks Parlemen, Jakarta, kemarin, mengatakan, jika menjadi ketua umum Partai Demokrat, SBY akan langsung bersentuhan dan rentan diserang oleh lawan-lawan politiknya. Posisi Yudhoyono saat ini sebagai Presiden dan pendiri Partai Demokrat sudah tepat dan jauh lebih terhormat karena ada di atas ketua umum.

Achsanul mengatakan, Ny Ani Yudhoyono dan Ketua DPR Marzuki Alie lebih cocok menjadi ketua umum dibandingkan Yudhoyono. Ani Yudhoyono mampu menjadi perekat antarkader, sedangkan Marzuki siap didukung jika dikehendaki oleh mayoritas pengurus DPD dan DPC.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Ramadhan Pohan menyatakan, Yudhoyono patut menjadi ketua umum partainya. Langkah yang dilakukan untuk menyelamatkan Partai Demokrat ini diyakini tidak akan mengganggu konsentrasi Yudhoyono dalam menjalankan tugas presiden. Sebab, sistem di Partai Demokrat sudah berjalan. (NWO/OSA/ATO)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.