Kompas.com - 25/03/2013, 18:29 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pengurus di daerah menyatakan dukungannya kepada Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono untuk maju sebagai calon Ketua Umum partai ini. Jika SBY jadi maju sebagai caketum, Saan Mustopa yang menyatakan maju juga sebagai calon ketua umum akan mundur.

"Dia (SBY) yang mendirikan partai ini dari awal. Kami mempertimbangkan itu. Kalau SBY sudah mau jadi Ketum, kami pertimbangkan Kang Saan tidak maju," ujar salah satu tim sukses Saan, Mirwan Amir di Kompleks Parlemen, Senin (25/3/2013).

Mirwan mengaku sangat mendukung SBY bisa terjun kembali membenahi Partai Demokrat. Ia juga menilai pencalonan SBY sebagai ketua umum sudah memenuhi unsur kepatutan.

"Siapa sih orang DPP yang ngomong nggak elok ?" tanya Mirwan. Tetapi, lanjutnya, Saan akan tetap maju sebagai calon Ketua Umum jika calon yang bertanding nantinya bukan SBY. 

Sementara itu, Saan Mustopa pun menyatakan dukungannya kepada SBY. Menurutnya, pemiliham SBY sebagai ketua umum tidak akan menimbulkan perpecahan. Ia yakin pencalonan SBY akan didukung semua kader.

Tapi, Saan tidak menjawab tegas saat dikonfirmasi akan mundur dari pencalonan bila SBY maju. "Nanti kita bicarakan," ucapnya singkat.

Bursa calon ketua umum Partai Demokrat semakin memanas menjelang penyelenggaraan KLB yang akan dilakukan di Bali pada 30-31 Maret 2013. Sejumlah nama digadang-gadang menjadi calon ketua umum menggantikan Anas Urbaningrum.

Dari kalangan internal, muncul nama seperti Marzuki Alie, Saan Mustopa, Hadi Utomo, Ani Yudhoyono, dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). Sementara dari kalangan eksternal muncul nama seperti Pramono Edhie, Gita Wirjawan, dan Djoko Suyanto. Belakangan banyak suara mendukung bila SBY maju mencalonkan diri menjadi Ketua Umum Partai Demokrat.

Berita terkait dapat dibaca dalam topik: Jelang KLB Demokrat

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    UPDATE: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 80,15 Persen, Ketiga 21,28 Persen

    UPDATE: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 80,15 Persen, Ketiga 21,28 Persen

    Nasional
    Komnas HAM Apresiasi TNI Tetapkan 10 Prajurit Tersangka Kerangkeng Manusia Langkat

    Komnas HAM Apresiasi TNI Tetapkan 10 Prajurit Tersangka Kerangkeng Manusia Langkat

    Nasional
    KPK Verifikasi Laporan Dugaan Korupsi di PT Merpati Nusantara Airlines

    KPK Verifikasi Laporan Dugaan Korupsi di PT Merpati Nusantara Airlines

    Nasional
    Kode Jokowi di Hadapan Projo, Sinyal Dukungan untuk Capres Pilihan

    Kode Jokowi di Hadapan Projo, Sinyal Dukungan untuk Capres Pilihan

    Nasional
    Profil Mohammad Hatta, Sang Proklamator yang Jadi Wakil Presiden Pertama Indonesia

    Profil Mohammad Hatta, Sang Proklamator yang Jadi Wakil Presiden Pertama Indonesia

    Nasional
    Komnas HAM RI Buka Akses Aduan Masyarakat di NTT

    Komnas HAM RI Buka Akses Aduan Masyarakat di NTT

    Nasional
    Daerah Tolak Lantik PJ Bupati, Presiden Diminta Turun Tangan, Jangan Anggap Sepele

    Daerah Tolak Lantik PJ Bupati, Presiden Diminta Turun Tangan, Jangan Anggap Sepele

    Nasional
    Nama Satu Kata di E-KTP Sebelum Ada Permendagri 72/2022 Tetap Diakui

    Nama Satu Kata di E-KTP Sebelum Ada Permendagri 72/2022 Tetap Diakui

    Nasional
    Pemerintah Belum Berencana Musnahkan Ternak yang Terjangkit Penyakit Kuku dan Mulut

    Pemerintah Belum Berencana Musnahkan Ternak yang Terjangkit Penyakit Kuku dan Mulut

    Nasional
    Ferrari Indra Kenz Disita Saat Disimpan di Bengkel Ayah Vanessa Khong

    Ferrari Indra Kenz Disita Saat Disimpan di Bengkel Ayah Vanessa Khong

    Nasional
    Wamenkumham: Ada 190.000 Kasus Narkoba, yang Tak Terungkap Teorinya Bisa 7 Kali Lipat

    Wamenkumham: Ada 190.000 Kasus Narkoba, yang Tak Terungkap Teorinya Bisa 7 Kali Lipat

    Nasional
    IKN Rentan Ancaman Serangan Udara, Jenderal Andika Akui TNI Kekurangan Alutsista

    IKN Rentan Ancaman Serangan Udara, Jenderal Andika Akui TNI Kekurangan Alutsista

    Nasional
    Dukcapil: Penulisan Nama Dua Kata di E-KTP Sifatnya Imbauan, Satu Kata Boleh

    Dukcapil: Penulisan Nama Dua Kata di E-KTP Sifatnya Imbauan, Satu Kata Boleh

    Nasional
    Menag: Layanan Haji di Saudi Sudah Siap

    Menag: Layanan Haji di Saudi Sudah Siap

    Nasional
    Kemendagri Atur Penggunaan Nama Minimal Dua Kata di E-KTP, Ini Alasannya

    Kemendagri Atur Penggunaan Nama Minimal Dua Kata di E-KTP, Ini Alasannya

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.