Tak Ada Penggulingan Presiden

Kompas.com - 22/03/2013, 02:36 WIB
Editor

JAKARTA, KOMPAS - Dua Edhie, yaitu Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono dan Kepala Staf TNI AD Jenderal Pramono Edhie Wibowo satu suara soal isu kudeta yang diembuskan sejumlah kelompok masyarakat melalui rencana unjuk rasa besar pada 25 Maret 2013. Keponakan dan paman ini menolak tegas unjuk rasa yang diarahkan untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

”Partai Demokrat secara tegas menolak apabila isu ini diarahkan untuk penggulingan pemerintahan yang sah dan dipilih secara demokratis. Isu kudeta dengan cara-cara yang tidak konstitusional tidaklah beralasan,” ujar Edhie Baskoro Yudhoyono, yang biasa dipanggil Ibas, dalam jumpa pers di kantor DPP Demokrat, Jakarta, Kamis (21/3).

Menurut Ibas, Demokrat mengharapkan demonstrasi yang direncanakan pada 25 Maret dilakukan dengan aman dan tertib, tanpa tindakan kekerasan. Demokrat menghargai aspirasi itu. Hal itu dapat diungkapkan secara terbuka, terlebih berdasarkan itikad baik dan solusi konstruktif pada permasalahan bangsa.

Pramono Edhie mengemukakan, kudeta tidak akan memberikan hasil baik untuk negara.

”Saya selalu sampaikan kepada para yunior saya, jangan pernah kepikiran untuk melakukan kudeta. Demikian juga kepada rakyat sipil, jangan pernah berencana kudeta. Bagi saya, kudeta tidak akan memberikan hasil yang baik untuk negara,” ujarnya.

Pramono menegaskan, isu kudeta tidak akan melibatkan pihak bersenjata, terutama dari TNI AD. Adik Ny Ani Yudhoyono ini heran dan mengaku tidak tahu asal isu kudeta berembus.

Terlalu ketakutan

Peneliti senior Soegeng Sarjadi Syndicate, Sukardi Rinakit, mengatakan, Presiden Yudhoyono terlalu ketakutan soal rencana unjuk rasa pada 25 Maret, karena yang akan terjadi hanya demo buruh.

”Pertemuan SBY dengan Prabowo Subianto dan tujuh pensiunan jenderal itu refleksi SBY ketakutan, dan mengundang mereka supaya ada kesan bahwa militer di belakang SBY, membangun kesan ia mendapat dukungan para pensiunan jenderal,” kata Sukardi.

Sukardi menambahkan, kondisi obyektif saat ini tidak mencukupi untuk kudeta. Hanya tentara yang bisa melakukan kudeta, dan sejarah militer Indonesia tidak ada sejarah kudeta.

Menurut dia, kondisi ekonomi dan sosial Indonesia tidak mengkhawatirkan. Ekonomi tumbuh dan kelas menengah meningkat. Tidak ada prakondisi dan pemicu kudeta. Ia menyarankan, SBY bekerja saja hingga masa baktinya habis. (LOK/K04)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.