Kompas.com - 21/03/2013, 18:59 WIB
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com — Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas menyatakan, pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat akan dilakukan secara sederhana. Ibas pun memastikan sumber dana kongres bisa dipertanggungjawabkan dengan baik.

"Kami akan melakukan penyelenggaraan kongres akan dilakukan secara sederhana, tidak ingar-bingar atau glamor. Jadi, semua bisa dipertanggungjawabkan," ucap Ibas dalam jumpa pers di kantor DPP Partai Demokrat, Kamis (21/3/2013).

Ibas juga mengatakan, pendanaan kongres akan diambil dari kas partai yang bersumber pada iuran para pengurus partai. "Partai kami selalui diaudit. Jadi, apa yang akan digunakan dalam kongres akan sesuai dengan aturan partai," ucap Ibas.

Hal yang sama juga diutarakan Bendahara Umum Partai Demokrat Sartono Hutomo. Sartono mengatakan, partainya tidak menginginkan kongres yang berlebihan. "Tidak, kami akan sederhana sekali kok. Hotel pun sederhana," ucap Sartono.

Sartono menuturkan, hotel yang dipilih Partai Demokrat adalah Grand Inna Beach Hotel yang terletak di Sanur. Namun, hotel itu ternyata hotel bintang lima yang termasuk berkelas di Bali. Sartono pun belum memastikan tentang jumlah dana yang dialokasikan dalam kongres kali ini. Namun, sama seperti Ibas, Sartono mengaku anggaran kongres bisa dipertanggungjawabkan.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Jalin Silaturahim, PPP dan PKS Kompak Perjuangkan RUU Larangan Minol

    Jalin Silaturahim, PPP dan PKS Kompak Perjuangkan RUU Larangan Minol

    Nasional
    Bertemu, PKS-PPP Sepakat Berkomitmen Jaga Demokrasi dan Keutuhan NKRI

    Bertemu, PKS-PPP Sepakat Berkomitmen Jaga Demokrasi dan Keutuhan NKRI

    Nasional
    KKB Tembak Mati Sopir Ojek di Kabupaten Puncak Papua

    KKB Tembak Mati Sopir Ojek di Kabupaten Puncak Papua

    Nasional
    Kemendagri Minta Pemprov DKI Susun Rencana Aksi Antisipasi Banjir

    Kemendagri Minta Pemprov DKI Susun Rencana Aksi Antisipasi Banjir

    Nasional
    Eks Pejabat Kemenag Undang Sumantri Segera Disidang

    Eks Pejabat Kemenag Undang Sumantri Segera Disidang

    Nasional
    Mendagri: Kepala Daerah Terpilih Harus Bisa Kendalikan Covid-19 di Wilayah Masing-masing

    Mendagri: Kepala Daerah Terpilih Harus Bisa Kendalikan Covid-19 di Wilayah Masing-masing

    Nasional
    Planas PRB Harap Konsep Konvergensi Cegah Ketidakefisienan Sumber Daya Pencegahan Bencana

    Planas PRB Harap Konsep Konvergensi Cegah Ketidakefisienan Sumber Daya Pencegahan Bencana

    Nasional
    Waketum PKB: Minimal Ada 3 Menteri yang Di-reshuffle

    Waketum PKB: Minimal Ada 3 Menteri yang Di-reshuffle

    Nasional
    Soal Reshuffle Kabinet, Gerindra: Itu Hak Presiden, Kita Tak Ikut Campur

    Soal Reshuffle Kabinet, Gerindra: Itu Hak Presiden, Kita Tak Ikut Campur

    Nasional
    Ilham Saputra Resmi Jadi Ketua KPU Definitif Gantikan Arief Budiman

    Ilham Saputra Resmi Jadi Ketua KPU Definitif Gantikan Arief Budiman

    Nasional
    Polri: Total 31 Tersangka Teroris Terkait Aksi Bom Bunuh Diri Makassar Sudah Ditangkap

    Polri: Total 31 Tersangka Teroris Terkait Aksi Bom Bunuh Diri Makassar Sudah Ditangkap

    Nasional
    Zulkifli Hasan: Persoalan Impor Beras Tak Sesederhana yang Dibayangkan

    Zulkifli Hasan: Persoalan Impor Beras Tak Sesederhana yang Dibayangkan

    Nasional
    Formappi: Pembentukan Satgas BLBI adalah Pengakuan Pentingnya RUU Perampasan Aset

    Formappi: Pembentukan Satgas BLBI adalah Pengakuan Pentingnya RUU Perampasan Aset

    Nasional
    ICW: Komitmen Pemerintah dalam Pemberantasan Korupsi Tak Bisa Dipercaya

    ICW: Komitmen Pemerintah dalam Pemberantasan Korupsi Tak Bisa Dipercaya

    Nasional
    SAFEnet Sebut Kondisi Kebebasan Berekspresi di Indonesia Memburuk pada 2020

    SAFEnet Sebut Kondisi Kebebasan Berekspresi di Indonesia Memburuk pada 2020

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X