Kompas.com - 21/03/2013, 18:36 WIB
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Demokrat meminta agar demo besar pada 25 Maret 2013 mendatang dapat berlangsung secara aman dan tertib. Dengan demikian, massa dapat menyampaikan seluruh aspirasi secara baik-baik.

"Kami mengharapkan agar demo dapat dilaksanakan secara aman dan tertib. Karena kami (Partai Demokrat) sangat berharap agar semua aspirasi dapat dikemukakan secara terbuka dan disertai dengan dasar itikad baik dan solusi konstruktif terhadap permasalahan bangsa," kata Sekertaris Jendral Parta Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas, di Kantor DPP Demokrat, Kamis (21/3/2013).

Ibas mengatakan, pihaknya sangat menjunjung tinggi dan menghargai setiap proses demokrasi yang ada termasuk di antaranya, aksi demonstrasi yang akan dilakukan oleh elemen masyarakat. Namun demikian, pihaknya menampik bahwa isu demo besar itu dikaitkan dengan isu penggulingan (kudeta) terhadap pemerintahan SBY.

"Isu demo besar yang akan dilaksanakan pada 25 Maret mendatang itu tidak ada kaitannya dengan isu penggulingan terhadap pemerintahan yang sah. Menurut kami tidak ada alasan untuk melakukan itu (kudeta)," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letnan Jenderal Marciano Norman mengatakan akan ada aksi unjuk rasa yang akan dilakukan di Jakarta pada Senin (25/3/2013) mendatang. Aksi unjuk rasa itu, kata Marciano, akan menuntut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turun dari Jabatannya.

Pekan lalu, Presiden SBY juga mengundang mantan Komandan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Prabowo Subianto dan tujuh jenderal TNI lainnya. Seluruh tamu SBY itu sepakat mengatakan akan mendukung pemerintahan hingga akhir masa pemerintahannya tanpa ada gonjang-ganjing politik.

Presiden juga sempat meminta kepada para elite politik dan kelompok-kelompok tertentu agar jangan keluar jalur demokrasi. Presiden juga meminta kepada mereka agar jangan ada upaya untuk membuat pemerintahan terguncang.

"Saya hanya berharap kepada para elit politik dan kelompok-kelompok tertentu tetaplah berada dalam koridor demokrasi. Itu sah. Tetapi kalau lebih dari itu, apalagi kalau lebih dari sebuah rencana untuk membuat gonjang-ganjingnya negara kita, untuk membuat pemerintah tidak bisa bekerja, saya khawatir ini justru akan menyusahkan rakyat kita," kata Presiden.

 

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Survei LSI: 47,2 Persen PNS Sebut Bagian Pengadaan Paling Sering Terjadi Korupsi

    Survei LSI: 47,2 Persen PNS Sebut Bagian Pengadaan Paling Sering Terjadi Korupsi

    Nasional
    Sebaran 4.585 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI dengan 950 Kasus

    Sebaran 4.585 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI dengan 950 Kasus

    Nasional
    UPDATE 18 April: 5.900.242 Orang Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

    UPDATE 18 April: 5.900.242 Orang Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

    Nasional
    UPDATE 18 April: Ada 105.859 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    UPDATE 18 April: Ada 105.859 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    UPDATE 18 April: Pemerintah Periksa 38.619 Spesimen dalam Sehari, Total 13.815.429

    UPDATE 18 April: Pemerintah Periksa 38.619 Spesimen dalam Sehari, Total 13.815.429

    Nasional
    UPDATE 18 April: Ada 61.694 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

    UPDATE 18 April: Ada 61.694 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    UPDATE 18 April: Bertambah 96, Kasus Kematian akibat Covid-19 Kini 43.424

    UPDATE 18 April: Bertambah 96, Kasus Kematian akibat Covid-19 Kini 43.424

    Nasional
    UPDATE 18 April: Bertambah 4.873, Pasien Sembuh dari Covid-19 Mencapai 1.455.065

    UPDATE 18 April: Bertambah 4.873, Pasien Sembuh dari Covid-19 Mencapai 1.455.065

    Nasional
    UPDATE: Bertambah 4.585, Kasus Covid-19 di Indonesia Kini 1.604.348

    UPDATE: Bertambah 4.585, Kasus Covid-19 di Indonesia Kini 1.604.348

    Nasional
    ICW: Tren Penindakan Kasus Korupsi Periode 2015-2020 Cenderung Turun

    ICW: Tren Penindakan Kasus Korupsi Periode 2015-2020 Cenderung Turun

    Nasional
    Bareskrim Polri Dalami Video Dugaan Penistaan Agama Jozeph Paul Zhang

    Bareskrim Polri Dalami Video Dugaan Penistaan Agama Jozeph Paul Zhang

    Nasional
    Survei LSI: Penyalahgunaan Wewenang, Korupsi yang Paling Banyak Terjadi

    Survei LSI: Penyalahgunaan Wewenang, Korupsi yang Paling Banyak Terjadi

    Nasional
    Menkes: Vaksin Covid-19 Jadi Rebutan Seluruh Negara, Makin Lama Kian Keras

    Menkes: Vaksin Covid-19 Jadi Rebutan Seluruh Negara, Makin Lama Kian Keras

    Nasional
    Mengaku Nabi ke-26, Jozeph Paul Zhang Dilaporkan ke Bareskrim Polri

    Mengaku Nabi ke-26, Jozeph Paul Zhang Dilaporkan ke Bareskrim Polri

    Nasional
    Menkes: Vaksinasi Covid-19 Turun Selama Ramadhan, Jadi 200.000-300.000 Suntikan

    Menkes: Vaksinasi Covid-19 Turun Selama Ramadhan, Jadi 200.000-300.000 Suntikan

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X