KPU Terima PBB Sebagai Peserta Pemilu 2014 - Kompas.com

KPU Terima PBB Sebagai Peserta Pemilu 2014

Kompas.com - 18/03/2013, 14:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum menerima putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Jakarta yang meloloskan Partai Bulan Bintang (PBB) sebagai peserta Pemilihan Umum 2014. Hal ini disampaikan Ketua KPU Husni Kamil Manik dalam jumpa pers di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (18/3/2013).

"KPU menindaklanjuti putusan PTTUN dengan menerbitkan keputusan nomor 142 tahun 2013 tentang Penetapan Partai Bulan Bintang sebagai peserta Pemilu 2014," ujar Husni. Salah satu alasannya, terang Husni, proses kasasi akan memakan waktu lama. Sementara pendaftaran calon legislatif akan dilaksanakan dalam waktu dekat yakni 9 April 2013.

Seperti diberitakan, PTTUN Jakarta memutuskan PBB menjadi peserta Pemilihan Umum 2014. Putusan itu berdasarkan bukti dan fakta yang diajukan PBB sebagai penggugat terkait sengketa keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku tergugat di dalam penetapan verifikasi faktual dengan no 05/Kpts/KPU/2013. Kasasi dapat diajukan paling lambat tujuh hari setelah PTTUN mengeluarkan putusan.

"Mengabulkan permohonan penggugat untuk menjadi peserta pemilu dan meminta kepada KPU untuk menerbitkan SK baru," kata Ketua Majelis Hakim PT-TUN Arif Nurdu'a saat membacakan amar putusan di PTTUN, Jakarta, Kamis (7/3/2013).

PBB dalam sidang mengajukan masalah sengketa kuota 30 persen perempuan, dugaan adanya pengurus yang berstatus pegawai negeri sipil di Bantul, dan ketidakinginan tergugat melakukan verifikasi karena tidak memiliki KTP dan KTA. Padahal, menurut Arif, seharusnya seluruh berkas yang telah diserahkan PBB tidak menjadi halangan dalam proses verifikasi faktual KPU.

"Verifikasi faktual PBB seharusnya tidak masalah karena seluruh berkas sudah ada pada tergugat (KPU). PBB tidak terkait 18 parpol putusan DKPP," tandasnya.

Di samping itu Ketua Dewan Syuro PBB Yusril Ihza Mahendra mengatakan, KPU tidak dapat melakukan kasasi pada putusan PTTUN. "Kalau kasasi, ya terpaksa kita ladeni juga di kasasi. Meski saya tahu kemungkinan itu akan ditolak oleh MA. Karena dia sudah enggak punya hak untuk kasasi. Kalau substansinya dibawa ke sana, kami lawan dengan memori kasasi," kata Yusril pada Kamis (14/3/2013).

Menurut Yusril, KPU tidak bisa mengajukan kasasi ataupun banding sebab bukan pihak yang merasa dirugikan.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorHindra
    Komentar

    Terkini Lainnya

    Berita Populer: Ayah Perkosa Anak Kandung, hingga Pria Tambun Berubah Jadi Juara Binaraga

    Berita Populer: Ayah Perkosa Anak Kandung, hingga Pria Tambun Berubah Jadi Juara Binaraga

    Internasional
    Jalan Sempit Bersihkan Timbunan Sampah Plastik di Kolong Tol di Tanjung Priok

    Jalan Sempit Bersihkan Timbunan Sampah Plastik di Kolong Tol di Tanjung Priok

    Megapolitan
    Berita Populer Nasional: Jaket Jins Andalan Jokowi di IIMS 2018 dan Skenario Kecelakaan Novanto

    Berita Populer Nasional: Jaket Jins Andalan Jokowi di IIMS 2018 dan Skenario Kecelakaan Novanto

    Nasional
    Survei Cyrus: Partai Mana yang Paling Banyak Uang? Perindo Urutan Teratas

    Survei Cyrus: Partai Mana yang Paling Banyak Uang? Perindo Urutan Teratas

    Nasional
    Solusi Bahan Bakar Alternatif, Karolin Perkenalkan Kompor Sawit

    Solusi Bahan Bakar Alternatif, Karolin Perkenalkan Kompor Sawit

    Regional
    Soal Ujian Akhir Bakal Dibuat Sesuai Standar Internasional

    Soal Ujian Akhir Bakal Dibuat Sesuai Standar Internasional

    Edukasi
    Kisah Cinta Huang Hua, Mantan Ratu Bulu Tangkis China hingga Dipinang Pria asal Klaten (3)

    Kisah Cinta Huang Hua, Mantan Ratu Bulu Tangkis China hingga Dipinang Pria asal Klaten (3)

    Regional
    Pertemuan Gerindra dan PKS Sempat Bahas Peluang Zulkifli Hasan Jadi Cawapres

    Pertemuan Gerindra dan PKS Sempat Bahas Peluang Zulkifli Hasan Jadi Cawapres

    Nasional
    5 Fakta Menarik tentang Penutupan Sense Karaoke dan Diskotek Exotic

    5 Fakta Menarik tentang Penutupan Sense Karaoke dan Diskotek Exotic

    Megapolitan
    Polisi di Indonesia Diperintahkan untuk Razia Besar-besaran Minuman Keras

    Polisi di Indonesia Diperintahkan untuk Razia Besar-besaran Minuman Keras

    Regional
    Wilayah Jakarta yang Berpotensi Hujan Hari ini

    Wilayah Jakarta yang Berpotensi Hujan Hari ini

    Megapolitan
    Polisi Cari Tersangka Lain Kasus Penganiyaan Bonek hingga Korban Tewas

    Polisi Cari Tersangka Lain Kasus Penganiyaan Bonek hingga Korban Tewas

    Regional
    Cerita Mahfud MD soal Pilkada Tak Langsung yang Buat SBY Menangis

    Cerita Mahfud MD soal Pilkada Tak Langsung yang Buat SBY Menangis

    Nasional
    Diselidiki, Rumah Mewah dan Kebun Sawit Milik Bos Miras yang Tewaskan 45 Orang

    Diselidiki, Rumah Mewah dan Kebun Sawit Milik Bos Miras yang Tewaskan 45 Orang

    Regional
    Rusia Klaim Temukan Sisa Granat Asap Buatan Inggris di Ghouta Timur

    Rusia Klaim Temukan Sisa Granat Asap Buatan Inggris di Ghouta Timur

    Internasional

    Close Ads X