Kompas.com - 12/03/2013, 20:22 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengacara Hercules Rozario Marcal, Edwin Manurung, menyatakan, tengah menunggu penangguhan penahanan yang diajukannya ke Polda Metro Jaya. Ia berharap permohonan penangguhan penahaan tersebut dikabulkan karena ia yakin bahwa kliennya tidak bersalah.

"Kami berkeyakinan dia tidak seperti yang dituduhkan media dan masyarakat luas," kata Edwin, Selasa (12/3/2013) di Mapolda Metro Jaya. Edwin berharap keputusan dikabulkan atau tidaknya permohonan tersebut bisa diketahui esok hari.

Hercules dan anak buahnya ditangkap dalam keributan di Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat (8/3/2013). Mereka dilaporkan melakukan tindak pemerasan terhadap sejumlah perusahaan.

Hercules dan puluhan kawannya menjadi tersangka dan terancam jerat Pasal 160 KUHP tentang penghasutan, Pasal 214 KUHP karena melawan petugas, Pasal 170 KUHP tentang perusakan, serta Pasal 368 KUHP tentang pemerasan. Khusus Hercules juga dikenai pasal menyimpan senjata api buatan Pindad berikut 27 butir peluru dengan dua buah magazine yang ditemukan petugas dalam penggeledahan di kediamannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.