Tinggi, Jumlah Kasus di Tangerang

Kompas.com - 11/03/2013, 03:46 WIB
Editor

Tangerang, Kompas - Kasus kekerasan dalam rumah tangga serta kejahatan seksual terhadap perempuan dan anak di wilayah hukum Kepolisian Resor Tangerang Kabupaten cukup tinggi.

Kepala Polres Tangerang Kabupaten Komisaris Besar Bambang Priyo Andogo mengatakan, berdasarkan data unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tangerang Kabupaten, selama 2012, dari 68 orang korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), sebanyak 60 di antaranya adalah perempuan.

Sementara itu, jumlah korban kekerasan seksual terhadap anak dari Januari hingga Desember 2012 tercatat 102 kasus. Dari jumlah itu, 93 kasus terjadi pada anak perempuan dan 9 kasus terjadi pada anak laki-laki.

Kepala Unit PPA Polres Tangerang Kabupaten Inspektur Dua Rolando Hutajulu menambahkan, dari 68 kasus KDRT, sebanyak 62 di antaranya adalah kekerasan fisik, 2 kasus kekerasan psikis, dan 4 kasus jenis penelantaran.

Wilayah rawan

Lima wilayah rawan KDRT adalah Serpong (16 kasus), Pondok Aren (14), Tigaraksa (7), serta Cikupa dan Pasar Kemis (6).

”Sebagian besar kasus yang terjadi karena faktor ekonomi dan ketersinggungan,” kata Hutajulu.

Menurut Bambang, tidak semua kasus KDRT yang dilaporkan ke polisi itu berujung sampai ke pengadilan. Sebagian besar diselesaikan secara kekeluargaan. Mereka menempuh damai karena telah terjadi kesepakatan tidak mengulangi lagi perbuatan KDRT di kemudian hari.

”Yang diteruskan ke pengadilan biasanya melibatkan orang berpendapatan ekonomi menengah ke atas,” kata Bambang.

Menurut Hutajulu, untuk menekan tingginya kasus KDRT tersebut, pihaknya semakin gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.