Kompas.com - 08/03/2013, 16:47 WIB
Penulis Frans Sarong
|
EditorRobert Adhi Ksp

KUPANG, KOMPAS.com — Keputusan Bupati Timor Tengah Utara atau TTU Raymundus Sau Fernandez  mengambil cuti selama dua minggu untuk berkampanye bagi Frans Lebu Raya-Benny Litelnony (Frenly) dalam Pilkada NTT, 18 Maret mendatang, adalah keputusan yang mengabaikan kepentingan masyarakat daerah.

Alasannya, masa cuti antara 1 dan 14 Maret atau selama masa kampanye, antara lain, langsung mengganggu persidangan penetapan APBD 2013 kabupaten tersebut.          

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kabupaten TTU Robertus Nailiu melalui telepon genggamnya, Jumat (8/3/2013) petang. Menurut dia, sebenarnya tidak ada ketentuan yang mengatur bupati mengambil cuti untuk berkampanye bagi pasangan tertentu. Apalagi, dengan jangka waktu sangat lama, 14 hari atau selama masa kampanye berlangsung.            

"Karena bupati usungan PDI-P dan Ketua PDI-P TTU pula, maka bisa dimaklumi jika mengambil cuti hanya selama pasangan Frenly berkampanye di TTU, bukan cuti sepenuhnya selama masa kampanye berlangsung," katanya. Frans Lebu Raya adalah gubernur petahana yang juga Ketua PDI-P NTT.          

Sesuai agenda, lanjut Robertus, tim DPRD TTU sudah melakukan asistensi di tingkat provinsi terkait penetapan APB tersebut, Senin (4/3/2013). Selanjutnya DPRD TTU menggelar rapat perbaikan yang diperlukan pada 6-7 Maret sebelum dibahas bersama bupati setempat, yang dijadwalkan pada Jumat hari ini.          

"Agenda yang mengharuskan kehadiran bupati semuanya molor dan terbengkalai karena bupatinya masih cuti. Kemungkinan paripurna penetapan APBD TTU 2013 baru akan digelar setelah pilgub yang berarti sekitar dua minggu lagi," kata Robertus Nailiu.      

Sebenarnya masih ada dua bupati lain yang juga mengambil cuti kampanye untuk Frenly, yakni Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur dan Bupati Flores Timur Yoseph Lagadoni Herin. Bedanya, waktu cuti kedua bupati itu hanya ketika Frenly berkampanya di wilayah mereka. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.