Anas Belum Ada Rencana Laporkan Ibas

Kompas.com - 01/03/2013, 20:04 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorPalupi Annisa Auliani

JAKARTA, KOMPAS.com  Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum belum berniat melaporkan dugaan keterlibatan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dalam kasus Hambalang ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pengacara Anas, Firman Wijaya, mengungkapkan, kliennya masih berkonsentrasi menghadapi proses hukumnya sendiri.

"Kami konsentrasi dan hormati Komite Etik-lah. Keterlibatan klien saya di Hambalang saja belum jelas," kata Firman di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (1/3/2013), seusai menyerahkan surat permintaan agar penyidikan kasus Anas di KPK ditunda selama Komite Etik bekerja. Selebihnya, Firman enggan berkomentar seputar Ibas ataupun kasus dugaan korupsi bail out Bank Century.

Wacana mengenai kesiapan Anas mengungkap keterlibatan Ibas dan kasus Century ini muncul setelah KPK menetapkan Anas sebagai tersangka Hambalang. Dalam wawancara singkatnya dengan RCTI, Rabu (27/2/2013) dini hari, Anas mengaku pernah ikut dalam pertemuan antara petinggi Partai Demokrat Amir Syamsuddin dan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin terkait kasus Hambalang. Saat itu, menurut Anas, Amir meminta keterangan Nazaruddin mengenai aliran dana Hambalang.

Ketika ditanya apakah Ibas ikut menerima aliran dana Hambalang, Anas mengatakan kalau Amir-lah yang paling pas untuk menjelaskannya. Anas juga menyebutkan, penjelasan Nazar terkait aliran uang Hambalang cukup mengejutkan. Menurut Anas, beberapa orang memang turut menikmati uang Hambalang, tetapi dia tidak menyebutkan nama-nama itu.

Saat dikejar dengan pertanyaan soal beredarnya tudingan bahwa Ibas turut menikmati uang yang diduga suap tersebut, Anas kembali menjawab kalau Amir-lah yang lebih pas untuk menjelaskan. Namun, Anas mengaku siap menggantikan Amir untuk mengungkapkan aliran dana Hambalang itu jika Amir memang tidak bersedia menjelaskan. "Saya hanya ikut rapat dan mendengarkan. Jadi, kalau hadits, rowahu-nya Pak Amir. Kecuali Pak Amir pas ditanya tak mau menjelaskan, pemain penggantinya adalah saya," kata Anas.

Aliran dana ke Ibas?

Tak lama setelah pernyataan Anas itu, di kalangan wartawan di DPR, beredar satu dokumen laporan keuangan PT Anugerah Nusantara milik Muhammad Nazaruddin. Berdasarkan dokumen Yulianis, Direktur Keuangan PT Anugerah Nusantara, Ibas menerima uang sebesar 900 ribu dollar AS. Dana tersebut diterima Ibas sebanyak empat kali.

Sementara Ibas membantah pernyataan Anas tersebut. Putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini menganggap pernyataan Anas seperti lagu lama yang diulang-ulang. "Ini seperti lagu lama yang diulang-ulang. Saya katakan, tudingan tersebut tidak benar dan tidak berdasar. Seribu persen saya yakin kalau saya tidak menerima dana dari kasus yang disebut-sebut selama ini," kata Ibas dalam siaran persnya kepada wartawan, Rabu (27/2/2013).

Terkait hal ini, Juru Bicara KPK Johan Budi mengaku bahwa pihaknya belum memperoleh informasi mengenai aliran dana ke Ibas tersebut. Johan pun mempersilakan jika ada pihak-pihak yang memiliki informasi untuk melaporkannya ke KPK. Jika ada laporan, kata Johan, KPK akan memvalidasi terlebih dahulu kebenarannya.

Berita terkait dapat dibaca dalam topik: Skandal Proyek Hambalang dan Krisis Demokrat

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Dorong Akslerasi Potensi, Pemerintah Tak Targetkan Nilai Kontribusi Merger Bank Syariah

    Dorong Akslerasi Potensi, Pemerintah Tak Targetkan Nilai Kontribusi Merger Bank Syariah

    Nasional
    Menkes Terawan Dilaporkan ke Ombudsman karena Tak Respons Desakan Revisi PP tentang Tembakau

    Menkes Terawan Dilaporkan ke Ombudsman karena Tak Respons Desakan Revisi PP tentang Tembakau

    Nasional
    Positif Covid-19, Menaker Ida Fauziyah Disebut Tak Rasakan Keluhan

    Positif Covid-19, Menaker Ida Fauziyah Disebut Tak Rasakan Keluhan

    Nasional
    BNPB Serahkan Bantuan Rp 500 Juta untuk Penanganan Erupsi Gunung Semeru

    BNPB Serahkan Bantuan Rp 500 Juta untuk Penanganan Erupsi Gunung Semeru

    Nasional
    Di Lumajang, Doni Monardo Sampaikan Pesan Presiden: Keselamatan Rakyat Hukum yang Tertinggi

    Di Lumajang, Doni Monardo Sampaikan Pesan Presiden: Keselamatan Rakyat Hukum yang Tertinggi

    Nasional
    Ustaz Maaher Jadi Tersangka karena Twit Menghina Habib Luthfi bin Yahya

    Ustaz Maaher Jadi Tersangka karena Twit Menghina Habib Luthfi bin Yahya

    Nasional
    UPDATE 3 Desember: Ada 77.969 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    UPDATE 3 Desember: Ada 77.969 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    Bersahabat dengan Bencana, Seruan Andi Mallarangeng hingga Jokowi

    Bersahabat dengan Bencana, Seruan Andi Mallarangeng hingga Jokowi

    Nasional
    Sebaran 8.369 Kasus Covid-19, Tertinggi Papua

    Sebaran 8.369 Kasus Covid-19, Tertinggi Papua

    Nasional
    Positif Covid-19, Menaker Ida Fauziyah Ungkap Kondisinya

    Positif Covid-19, Menaker Ida Fauziyah Ungkap Kondisinya

    Nasional
    OTT, KPK Tangkap Bupati Banggai Laut Wenny Bukamo

    OTT, KPK Tangkap Bupati Banggai Laut Wenny Bukamo

    Nasional
    UPDATE: 3 Provinsi Catat Kasus Baru Covid-19 di Atas 1.000, Papua Ada 1.755

    UPDATE: 3 Provinsi Catat Kasus Baru Covid-19 di Atas 1.000, Papua Ada 1.755

    Nasional
    Mahfud Anggap Benny Wenda Buat Negara Ilusi

    Mahfud Anggap Benny Wenda Buat Negara Ilusi

    Nasional
    UPDATE 3 Desember: Bertambah 3.673, Pasien Sembuh dari Covid-19 Jadi 462.553 Orang

    UPDATE 3 Desember: Bertambah 3.673, Pasien Sembuh dari Covid-19 Jadi 462.553 Orang

    Nasional
    UPDATE 3 Desember: 62.397 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

    UPDATE 3 Desember: 62.397 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X