Polri Harus Evaluasi Kinerja Densus 88

Kompas.com - 01/03/2013, 01:57 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Kepolisian Negara RI harus mengevaluasi kinerja Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri karena aparat Densus 88 Antiteror diduga melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang berat. Dalam pemberantasan kejahatan terorisme, aparat kepolisian seharusnya memperhatikan aspek penegakan hukum dan HAM.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin dan Ketua Majelis Ulama Indonesia KH Amidhan seusai bertemu Kepala Polri Jenderal (Pol) Timur Pradopo, di Jakarta, Kamis (28/2). MUI, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, dan organisasi kemasyarakatan Islam lain, kemarin, menemui Kepala Polri.

Menurut Din, ia bersama ormas Islam bertemu Kepala Polri untuk menyampaikan dugaan pelanggaran HAM berat oleh aparat Densus 88 Antiteror Polri. Dugaan pelanggaran HAM itu terlihat dalam tayangan video. Namun, belum diketahui secara pasti kapan dan di mana tayangan video itu diambil.

Amidhan mengatakan, dalam tayangan video itu, diduga aparat Densus menginjak-injak dan menembak tersangka terorisme.

Secara terpisah, Kepala Biro Penerangan Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan, Kepala Polri telah meminta Kepala Bareskrim untuk meneliti tayangan video tersebut. Polri juga sudah memeriksa 18 anggota di Polda Sulawesi Tengah yang diduga melakukan kekerasan terkait penindakan kejahatan terorisme.

Din menambahkan, ormas Islam, termasuk Muhammadiyah, mendukung Polri menindak kejahatan terorisme karena terorisme merupakan musuh negara dan musuh bersama. Namun, dalam pelaksanaannya, aparat kepolisian seharusnya memperhatikan aspek penegakan hukum dan HAM. ”Kapolri memberi respons positif,” kata Din. (fer)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.