Kompas.com - 28/02/2013, 11:27 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Boediono mengatakan, Indonesia saat ini masih memiliki masalah yaitu penerimaan pajak yang minim. Apalagi bila dibandingkan dengan pendapatan domestik bruto (PDB), maka rasionya akan sangat rendah.

"Kita memang memiliki masalah undertaxing. Saat ini rasio pajak terhadap PDB Indonesia sekitar 12 persen. Ini adalah yang terendah di Asia," kata Boediono saat memberikan pidato pembukaan acara Indonesia Summit Economist Confererence di Hotel ShangriLa Jakarta, Kamis (28/2/2013).

Boediono menegaskan, saat ini Indonesia memiliki jumlah penduduk sekitar 240 juta jiwa. Dari jumlah itu, ada sekitar 117 juta angkatan kerja yang kuat. Namun dari 117 juta jiwa tadi, hanya sekitar seperlima atau hanya 23,4 juta jiwa yang memiliki nomor identitas pajak. Dari jumlah tersebut, hanya segelintir yang membayar pajak.

"Pasti ada banyak ruang untuk memperbaiki administrasi perpajakan dan untuk memperluas wajib pajak ini," tambahnya.

Boediono mengaku memang ada wacana memaksakan wajib pajak yang sudah mampu untuk segera membayar pajak. Namun hal itu belum akan dilakukan bila pemerintah belum membenahi sistem pemerintahan, birokrasi hingga dampak terhadap bisnis secara keseluruhan dan iklim ekonomi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.