Mahfud: KAHMI Tidak Disandera Anas

Kompas.com - 26/02/2013, 18:25 WIB
Penulis Sandro Gatra
|
EditorPalupi Annisa Auliani

BOGOR, KOMPAS.com — Koordinator Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Mahfud MD membantah penundaan pertemuan antara KAHMI dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait dengan ditetapkannya Anas Urbaningrum sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Anas adalah salah satu presidium KAHMI.

"Enggak, enggak ada. KAHMI itu besar dan tidak bisa disandera oleh satu orang. Masa mau disandera oleh satu orang begitu," kata Mahfud di Bogor, Jawa Barat, Selasa (26/2/2013). Menurut Mahfud, pertemuan yang semula diagendakan berlangsung pada 28 Februari 2013 ditunda karena persoalan teknis saja.

Mahfud mengatakan, persiapan dari pengurus di 30 daerah belum rampung bila pertemuan tetap digelar sesuai jadwal semula. "Waktunya terlalu pendek untuk kami menyiapkan. Secara teknis tidak siap kami," kata dia.

Sebelumnya, anggota presidium KAHMI, Viva Yoga Mauladi, menyebut penundaan pertemuan itu lantaran penetapan tersangka Anas. Menurut dia, penundaan agenda silaturahim itu sebagai bentuk tenggang rasa terkait kasus Anas.
"Nanti kalau pertemuan terlaksana, SBY enggak enak, KAHMI juga enggak enak," kata Viva.

Seperti diberitakan, KPK menyangka Anas melanggar Pasal 12 Huruf a atau Huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi UU No 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi terkait kasus dugaan korupsi proyek Hambalang.

Anas lalu memilih melepas jabatan Ketua Umum DPP Demokrat. Bahkan, Anas disebut keluar dari keanggotaan partai yang dibentuk SBY tersebut.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK Perpanjang Masa Penahanan Lima Orang Tersangka Kasus Waskita Karya

KPK Perpanjang Masa Penahanan Lima Orang Tersangka Kasus Waskita Karya

Nasional
Ini Tips Menerapkan Protokol Kesehatan di Rumah dan Kantor...

Ini Tips Menerapkan Protokol Kesehatan di Rumah dan Kantor...

Nasional
IDI: Kalau Penularan Covid-19 Tak Terkontrol, Sistem Kesehatan Bisa Kolaps

IDI: Kalau Penularan Covid-19 Tak Terkontrol, Sistem Kesehatan Bisa Kolaps

Nasional
Pandemi Memburuk, Perludem Nilai Pilkada 2020 Masih Bisa Ditunda

Pandemi Memburuk, Perludem Nilai Pilkada 2020 Masih Bisa Ditunda

Nasional
Ada Konser saat Pendaftaran Peserta Pilkada, KPU: Bukan Kewenangan Kami

Ada Konser saat Pendaftaran Peserta Pilkada, KPU: Bukan Kewenangan Kami

Nasional
Vaksin Covid-19 Masih Lama, Masyarakat Diminta Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Vaksin Covid-19 Masih Lama, Masyarakat Diminta Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Nasional
Update 18 September Catatkan Rekor, 4.088 Pasien Covid-19 Sembuh dalam Sehari

Update 18 September Catatkan Rekor, 4.088 Pasien Covid-19 Sembuh dalam Sehari

Nasional
UPDATE 18 September: Pemerintah Telah Periksa 2.841.352 Spesimen Terkait Covid-19

UPDATE 18 September: Pemerintah Telah Periksa 2.841.352 Spesimen Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 18 September: Ada 104.866 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 18 September: Ada 104.866 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
Pakar: Masyarakat Diharapkan Sadar Tak Mengenakan Masker adalah Salah

Pakar: Masyarakat Diharapkan Sadar Tak Mengenakan Masker adalah Salah

Nasional
Kejagung Periksa Tersangka Andi Irfan Jaya di Rutan KPK

Kejagung Periksa Tersangka Andi Irfan Jaya di Rutan KPK

Nasional
Kepala Bakamla Temui Menlu, Bahas Coast Guard China Terobos Natuna

Kepala Bakamla Temui Menlu, Bahas Coast Guard China Terobos Natuna

Nasional
UPDATE 18 September: Bertambah 4.088, Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 170.774

UPDATE 18 September: Bertambah 4.088, Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 170.774

Nasional
Penggunaan Masker Jadi Proteksi, Jangan Bosan Ingatkan Masyarakat

Penggunaan Masker Jadi Proteksi, Jangan Bosan Ingatkan Masyarakat

Nasional
UPDATE 18 September: Tambah 114 Orang, Pasien Covid-19 Meninggal Kini 9.336

UPDATE 18 September: Tambah 114 Orang, Pasien Covid-19 Meninggal Kini 9.336

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X