Usut Sprindik Bocor, Polri Tunggu Laporan KPK

Kompas.com - 26/02/2013, 18:17 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jendral Sutarman mengatakan, kepolisian belum dapat menangani beredarnya draf surat perintah penyidikan (sprindik) atas nama terrsangka Anas Urbaningrum. Kepolisian, ujar dia, menyerahkan sepenuhnya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusutnya.

"Kami serahkan (ke) internal KPK, baik dalam aspek etik maupun aspek lain. Saya serahkan ke KPK untuk ungkap," ujar Sutarman di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (26/2/2013). Untuk mengusutnya, kepolisian harus menunggu KPK melaporkan dugaan suatu tindak pidana atas bocornya sprindik itu. "Kalau KPK mau serahkan kepada kami, ya akan kami tangani. Makanya polisi tanpa laporan, ya tak bisa. Kami tunggu laporan," katanya.

Sebelumnya, tim investigasi KPK menyimpulkan, draf yang beredar di masyarakat diduga kuat merupakan dokumen asli dari KPK. Dalam draf sprindik itu, Anas disebut sebagai tersangka atas penerimaan gratifikasi saat dia masih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat.

KPK kini telah membentuk komite etik untuk melakukan penyelidikan terkait dugaan pembocoran draf sprindik itu. Jika terbukti pelaku pembocor dokumen adalah pegawai KPK, sanksi yang akan diberikan bisa berupa pemecatan, penurunan pangkat, penurunan golongan, teguran tertulis, atau surat peringatan. Jika ternyata pimpinan yang terlibat, sanksi akan diputuskan komite etik.

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Mahfud Sebut AS Dukung Papua Bagian dari NKRI

    Mahfud Sebut AS Dukung Papua Bagian dari NKRI

    Nasional
    Wapres: Kerukunan Umat Beragama jadi Kunci Pembangunan Nasional

    Wapres: Kerukunan Umat Beragama jadi Kunci Pembangunan Nasional

    Nasional
    Cegah Virus Corona, Kemenkes Perintahkan Seluruh Bandara Aktifkan SOP Ancaman Penyakit 

    Cegah Virus Corona, Kemenkes Perintahkan Seluruh Bandara Aktifkan SOP Ancaman Penyakit 

    Nasional
    Kemenkes Ingatkan Imunisasi Vaksin Pneumokokus Tak Cegah Virus Corona

    Kemenkes Ingatkan Imunisasi Vaksin Pneumokokus Tak Cegah Virus Corona

    Nasional
    TNI AL: Indonesia dan China Hanya Beda Pemahaman soal ZEE di Natuna

    TNI AL: Indonesia dan China Hanya Beda Pemahaman soal ZEE di Natuna

    Nasional
    Artis Faye Nicole Diperiksa KPK Terkait Kasus Wawan

    Artis Faye Nicole Diperiksa KPK Terkait Kasus Wawan

    Nasional
    Polisi Tangkap 3 Penyebar Malware JS Sniffer

    Polisi Tangkap 3 Penyebar Malware JS Sniffer

    Nasional
    Resmi Dikukuhkan, Ini Susunan Pengurus DPP Partai Hanura 2019-2024

    Resmi Dikukuhkan, Ini Susunan Pengurus DPP Partai Hanura 2019-2024

    Nasional
    Dampak Virus Corona, Kemenkes Minta Tak Panik ke Orang Baru Datang dari China

    Dampak Virus Corona, Kemenkes Minta Tak Panik ke Orang Baru Datang dari China

    Nasional
    Ketua DPP Partai Berkarya Sarankan Tommy Soeharto Nonaktifkan Priyo Budi Santoso

    Ketua DPP Partai Berkarya Sarankan Tommy Soeharto Nonaktifkan Priyo Budi Santoso

    Nasional
    DPP Berkarya Persilakan KPK Periksa Priyo Budi Santoso Terkait Kasus Pengadaan Laboratorium Madrasah

    DPP Berkarya Persilakan KPK Periksa Priyo Budi Santoso Terkait Kasus Pengadaan Laboratorium Madrasah

    Nasional
    Kenapa Ditjen Imigrasi Terlambat Deteksi Keberadaan Harun Masiku?

    Kenapa Ditjen Imigrasi Terlambat Deteksi Keberadaan Harun Masiku?

    Nasional
    Kejagung Telusuri Sekitar 800 Rekening Efek Para Tersangka Jiwasraya

    Kejagung Telusuri Sekitar 800 Rekening Efek Para Tersangka Jiwasraya

    Nasional
    Bima Arya: Konflik GKI Yasmin Jadi Ujian Citra Toleransi Kota Bogor

    Bima Arya: Konflik GKI Yasmin Jadi Ujian Citra Toleransi Kota Bogor

    Nasional
    Soal Virus Corona, Wapres Ma'ruf Amin Tegaskan Pemerintah Sudah Antisipasi

    Soal Virus Corona, Wapres Ma'ruf Amin Tegaskan Pemerintah Sudah Antisipasi

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X