Kompas.com - 25/02/2013, 11:03 WIB
Penulis Sandro Gatra
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Gerindra mengecam sikap Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Natalius Pigai ketika menyikapi peristiwa penembakan di Papua yang menewaskan delapan anggota TNI dan empat warga sipil. Natalius didesak meminta maaf kepada keluarga korban. Hal itu dikatakan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon di Jakarta, Senin ( 25/2/2013 ), menyikapi pernyataan Natalius bahwa peristiwa penembakan di Papua akibat ketidaksiagaan anggota TNI.

Fadli mengatakan, pernyataan itu sangat tidak tepat di tengah kondisi berkabung, apalagi belum dilakukan investigasi. "Tentu sangat tidak tepat kita menyalahkan TNI yang telah berupaya menjaga pertahanan dan wilayah NKRI di Papua," kata dia.

Fadli mengatakan, aparat keamanan harus segera menangkap para pelaku. Pihaknya juga berharap pemerintah memperkuat kapasitas TNI, seperti penguatan infrastruktur di lapangan.

"Gerindra belasungkawa sedalam-dalamnya. Semangat delapan prajurit yang gugur untuk menjaga keadulatan Indonesia harus diteruskan, tak hanya oleh prajurit TNI, tapi juga oleh seluruh elemen," pungkas Fadli.

Seperti diberitakan, Natalius menyebut, dalam perspektif HAM, konflik antara pihak yang memiliki senjata tak bisa dikategorikan dengan pelanggaran HAM. "Seandainya yang delapan TNI itu ditembak OPM (Organisasi Papua Merdeka), itu tidak melanggar HAM karena keduanya adalah kelompok bersenjata. Jadi, tidak ada pelanggaran HAM di situ," kata dia.

Serangan kelompok sipil bersenjata terjadi di dua tempat berbeda di Tingginambut dan Sinak. Saat dihadang, prajurit TNI tak membawa senjata. Ketujuh prajurit yang tewas di tempat, dua di antaranya adalah anggota Komando Rayon Militer Sinak, yaitu Sertu M Udin dan Sertu Frans. Lima korban lainnya adalah anggota Batalyon Infanteri 753 Argaviratama, yaitu Sertu Ramadhan, Pratu Mustofa, Pratu Edi, Praka Jojo Wiharjo, dan Praka Wempi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Ketua Dewan Pers Periode 2022-2025 Dorong Kesejahteraan Jurnalis

    Ketua Dewan Pers Periode 2022-2025 Dorong Kesejahteraan Jurnalis

    Nasional
    TNI AL Gagalkan Penyelundupan 30.911 Ekor Benih Lobster Surabaya-Singapura

    TNI AL Gagalkan Penyelundupan 30.911 Ekor Benih Lobster Surabaya-Singapura

    Nasional
    Airlangga Tegaskan Golkar Solid, Tak Ada Friksi Internal

    Airlangga Tegaskan Golkar Solid, Tak Ada Friksi Internal

    Nasional
    Azyumardi Azra Dilantik Jadi Ketua Dewan Pers 2022-2025, Ini Susunan Anggotanya

    Azyumardi Azra Dilantik Jadi Ketua Dewan Pers 2022-2025, Ini Susunan Anggotanya

    Nasional
    Airlangga Sebut Koalisi Indonesia Bersatu Penuhi Syarat Ajukan Capres

    Airlangga Sebut Koalisi Indonesia Bersatu Penuhi Syarat Ajukan Capres

    Nasional
    Airlangga Minta Kader Golkar Implementasikan Kerja Sama dengan PAN-PPP hingga ke Desa

    Airlangga Minta Kader Golkar Implementasikan Kerja Sama dengan PAN-PPP hingga ke Desa

    Nasional
    Kejagung Dalami Pihak Lain di Kemendag yang Berkomunikasi dengan Tersangka Korupsi Izin Ekspor

    Kejagung Dalami Pihak Lain di Kemendag yang Berkomunikasi dengan Tersangka Korupsi Izin Ekspor

    Nasional
    Survei SMRC: 76,7 Persen Responden Puas atas Kinerja Jokowi

    Survei SMRC: 76,7 Persen Responden Puas atas Kinerja Jokowi

    Nasional
    Dirjen Dukcapil Ajak ASN Bantu Penyandang Disabilitas Akses Layanan Adminduk

    Dirjen Dukcapil Ajak ASN Bantu Penyandang Disabilitas Akses Layanan Adminduk

    Nasional
    Polri Sita Lamborghini hingga Mini Cooper Bos 'Robot Trading' Evotrade

    Polri Sita Lamborghini hingga Mini Cooper Bos "Robot Trading" Evotrade

    Nasional
    Masyarakat yang Belum Vaksin Covid-19 Tetap Boleh Masuk Indonesia, tapi Wajib Karantina

    Masyarakat yang Belum Vaksin Covid-19 Tetap Boleh Masuk Indonesia, tapi Wajib Karantina

    Nasional
    Ketua KPK Sebut Ada 3 Orang yang Ditangkap Ketika Tidur Nyenyak

    Ketua KPK Sebut Ada 3 Orang yang Ditangkap Ketika Tidur Nyenyak

    Nasional
    Sampaikan Keynote Speech di UGM, Menkominfo Ajak Mahasiswa Eksplorasi Potensi Digital Indonesia

    Sampaikan Keynote Speech di UGM, Menkominfo Ajak Mahasiswa Eksplorasi Potensi Digital Indonesia

    Nasional
    Melihat 'Dome' Gedung Kura-Kura DPR yang Akan Di-'Waterproofing' Rp 4,5 Miliar

    Melihat "Dome" Gedung Kura-Kura DPR yang Akan Di-"Waterproofing" Rp 4,5 Miliar

    Nasional
    KPK Tak Akan Ulangi Kejadian Masa Lalu, Tersangka Korupsi Bebas Saat Diadili

    KPK Tak Akan Ulangi Kejadian Masa Lalu, Tersangka Korupsi Bebas Saat Diadili

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.