Kompas.com - 22/02/2013, 21:40 WIB
Penulis Hindra Liauw
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com — Tokoh senior Himpunan Mahasiswa Islam, Akbar Tandjung, mengatakan, terkait penanganan skandal Hambalang, dirinya memercayakan proses hukum yang berjalan di Komisi Pemberantasan Korupsi. Akbar memandang penetapan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, yang juga mantan Ketua HMI, sebagai tersangka adalah murni kasus hukum.

"Saya percaya kepada KPK. KPK pasti memiliki dasar hukum atas penetapan tersebut. Saya akan mendalami dan mempelajarinya," kata Akbar kepada Kompas.com, Jumat (22/2/2013).

Hal ini, kata Akbar, berdasarkan pemberitaan di media massa. Akbar, antara lain, menyimak pernyataan KPK yang mengatakan bahwa pihaknya tidak dapat diintervensi terkait penanganan kasus hukum.

Akbar juga menyimak pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang juga Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, bahwa dirinya tidak akan melakukan intervensi penyelidikan dan penyidikan kasus Hambalang.

Akbar, yang juga politisi senior Partai Golkar, juga menegaskan, Indonesia adalah negara hukum. Setiap warga negara wajib tunduk pada hukum yang berlaku di Indonesia.

Selain itu, Akbar mengatakan, dirinya sempat kaget dan juga sedih atas penetapan Anas sebagai tersangka. Terlebih, Akbar telah menganggap Anas sebagai kawan sekaligus adik. Terkait kasus Hambalang, Akbar mengaku pernah berkomunikasi dengan Anas.

"Saya tanyakan soal gratifikasi mobil. Anas mengatakan, dirinya membeli mobil pada tanggal 12 September 2009. Saat itu, dirinya belum menjadi anggota DPR," kata Akbar.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan dua tersangka Hambalang, yakni mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng serta Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora Deddy Kusdinar. Apa yang dituduhkan KPK terhadap Andi dan Deddy berbeda dengan Anas. Jika Anas diduga menerima gratifikasi, Andi dan Deddy diduga bersama-sama melakukan perbuatan melawan hukum dan penyalahgunaan wewenang untuk menguntungkan diri sendiri atau pihak lain, tetapi justru merugikan keuangan negara.

Adapun pengusutan kasus Hambalang ini berawal dari temuan KPK saat menggeledah kantor Grup Permai, kelompok usaha milik mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin. Penggeledahan saat itu dilakukan berkaitan dengan penyidikan kasus suap wisma atlet SEA Games yang menjerat Nazaruddin.

Sejak saat itu, seolah tidak mau sendirian masuk bui, Nazaruddin kerap "bernyanyi" menyebut satu per satu nama rekan separtainya. Anas dan Andi pun tak luput dari tudingan Nazaruddin. Kepada media, Nazaruddin menuding Anas menerima aliran dana dari PT Adhi Karya, BUMN pemenang tender proyek Hambalang.

Menurut dia, ada aliran dana Rp 100 miliar dari proyek Hambalang untuk memenangkan Anas sebagai Ketua Umum Demokrat dalam kongres di Bandung pada Mei 2010. Nazaruddin juga mengatakan, mobil Harrier yang sempat dimiliki Anas itu merupakan pemberian dari PT Adhi Karya.

Sementara itu, Anas membantah tudingan-tudingan Nazaruddin tersebut. Dia mengatakan bahwa Kongres Demokrat bersih dari politik uang. Anas bahkan mengatakan rela digantung di Monas jika terbukti menerima uang Hambalang.

"Saya yakin. Yakin. Satu rupiah saja Anas korupsi di Hambalang, gantung Anas di Monas," ujar Anas pada awal Maret tahun lalu.

Baca juga:
Sekelumit Sosok Anas Urbaningrum
Masihkah Anas Siap Digantung di Monas?
Anas Urbaningrum Dicegah ke Luar Negeri
KPK Belum Tahan Anas Urbaningrum
Rekam Jejak Anas Urbaningrum di Skandal Hambalang

Berita terkait dapat diikuti dalam topik:
Skandal Proyek Hambalang

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perwira Paspampres Diduga Perkosa Prajurit Kostrad, Danpaspampres: Biar Hukum yang Memutuskan

Perwira Paspampres Diduga Perkosa Prajurit Kostrad, Danpaspampres: Biar Hukum yang Memutuskan

Nasional
Survei Indikator: Elektabilitas Prabowo Turun, Sebagian Pendukung Beralih ke Anies

Survei Indikator: Elektabilitas Prabowo Turun, Sebagian Pendukung Beralih ke Anies

Nasional
Yudo Margono Tiba di DPR, Didampingi Kapolri, KSAD Dudung, dan KSAU Fadjar

Yudo Margono Tiba di DPR, Didampingi Kapolri, KSAD Dudung, dan KSAU Fadjar

Nasional
Kapolri Dampingi Yudo Margono Jalani 'Fit And Proper Test' Calon Panglima

Kapolri Dampingi Yudo Margono Jalani "Fit And Proper Test" Calon Panglima

Nasional
Komisi I DPR Akan Sambangi Kediaman Yudo Margono Usai 'Fit and Proper Test' Sore Ini

Komisi I DPR Akan Sambangi Kediaman Yudo Margono Usai "Fit and Proper Test" Sore Ini

Nasional
Jokowi: Enggak Perlu Sakit Hati Kalah Digugat di WTO

Jokowi: Enggak Perlu Sakit Hati Kalah Digugat di WTO

Nasional
Bahas Masa Depan Indonesia, Mahfud MD Singgung Stabilitas Politik Era Soeharto

Bahas Masa Depan Indonesia, Mahfud MD Singgung Stabilitas Politik Era Soeharto

Nasional
Kejagung Beri Bantuan Sembako hingga Alat Kantor untuk Korban Gempa di Cianjur

Kejagung Beri Bantuan Sembako hingga Alat Kantor untuk Korban Gempa di Cianjur

Nasional
Bareskrim Ungkap Hasil Pemeriksaan Istri dan Anak Ismail Bolong

Bareskrim Ungkap Hasil Pemeriksaan Istri dan Anak Ismail Bolong

Nasional
Jelang Fit And Proper Test Yudo Margono, Komisi I Lakukan Verifikasi Berkas

Jelang Fit And Proper Test Yudo Margono, Komisi I Lakukan Verifikasi Berkas

Nasional
Saat Anies Mulai Bersinar Bersaing dengan Ganjar dan Menyalip Prabowo...

Saat Anies Mulai Bersinar Bersaing dengan Ganjar dan Menyalip Prabowo...

Nasional
KPK Akan Koordinasi Kembali dengan TNI untuk Hadirkan Eks KSAU Agus Supriatna dalam Sidang Kasus AW-101

KPK Akan Koordinasi Kembali dengan TNI untuk Hadirkan Eks KSAU Agus Supriatna dalam Sidang Kasus AW-101

Nasional
Jokowi Akui Infrastruktur Belum Sempurna: Ada yang Mulus, Ada yang Becek

Jokowi Akui Infrastruktur Belum Sempurna: Ada yang Mulus, Ada yang Becek

Nasional
'Fit and Proper Test' Yudo Margono, Anggota DPR Bakal Dalami Isu Alutsista hingga Konflik Papua

"Fit and Proper Test" Yudo Margono, Anggota DPR Bakal Dalami Isu Alutsista hingga Konflik Papua

Nasional
Jokowi: Saya Tak Mau Bicarakan Problem Dunia, Nanti Ada yang Bilang Presiden Menakut-nakuti Saja...

Jokowi: Saya Tak Mau Bicarakan Problem Dunia, Nanti Ada yang Bilang Presiden Menakut-nakuti Saja...

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.