Syarief Hasan: Kami Prihatin atas Penetapan Anas Urbaningrum

Kompas.com - 22/02/2013, 20:26 WIB
|
EditorTjahja Gunawan Diredja

JAKARTA, KOMPAS.com — Pasca-penetapan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebagai tersangka, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Syariefuddin Hasan, menyatakan keprihatinannya.

Sungguh memprihatinkan, tetapi secara eksplisit pakta integritas sudah ditandatangani oleh seluruh kader. Tinggal dipatuhi saja. "Kader Partai Demokrat lagi," ujar Syarief kepada Kompas di Jakarta, Jumat (22/2/2013).

Sebagai konsekuensinya, Anas Urbaningrum harus mengundurkan diri atau bersedia dimundurkan oleh partai.

Ditanya soal kekosongan jabatan ketua umum, Syarief mengatakan, pihak partai belum mengambil tindakan atau antisipasi khusus. Majelis Tinggi Partai Demokrat akan membicarakan lebih lanjut. Yang jelas, ujar Syarief, pihaknya masih merasa prihatin. 

Baca juga:
Sekelumit Sosok Anas Urbaningrum
Masihkah Anas Siap Digantung di Monas?
Anas Urbaningrum Dicegah ke Luar Negeri
KPK Belum Tahan Anas Urbaningrum
Rekam Jejak Anas Urbaningrum di Skandal Hambalang

 

 

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Usai Bunuh Istrinya Gara-gara Uang Rp 20.000, Pria Ini Minta Tolong ke Warga

    Usai Bunuh Istrinya Gara-gara Uang Rp 20.000, Pria Ini Minta Tolong ke Warga

    Nasional
    Minta Pembahasan RUU Cipta Kerja Dihentikan, KSPI Bakal Gelar Demo Besar 14 Agustus

    Minta Pembahasan RUU Cipta Kerja Dihentikan, KSPI Bakal Gelar Demo Besar 14 Agustus

    Nasional
    Bantah Hadi Pranoto, Kemenkes: Obat Covid-19 Belum Ditemukan

    Bantah Hadi Pranoto, Kemenkes: Obat Covid-19 Belum Ditemukan

    Nasional
    Satgas Sebut Pengendalian Covid-19 Layaknya Perang Akar Rumput

    Satgas Sebut Pengendalian Covid-19 Layaknya Perang Akar Rumput

    Nasional
    Menurut Satgas, 5 Klaster Ini Jadi Penyumbang Angka Covid-19 Besar di Indonesia

    Menurut Satgas, 5 Klaster Ini Jadi Penyumbang Angka Covid-19 Besar di Indonesia

    Nasional
    Hubungan Prabowo-Jokowi Jadi Alasan Gerindra Dukung Gibran pada Pilkada Solo

    Hubungan Prabowo-Jokowi Jadi Alasan Gerindra Dukung Gibran pada Pilkada Solo

    Nasional
    Atasi Kendala Belajar Daring, Guru di Jateng Aplikasikan 'Jogo Siswa' dengan Temui Murid

    Atasi Kendala Belajar Daring, Guru di Jateng Aplikasikan "Jogo Siswa" dengan Temui Murid

    Nasional
    Jaksa KPK Tolak Wahyu Setiawan Sebagai Justice Collaborator

    Jaksa KPK Tolak Wahyu Setiawan Sebagai Justice Collaborator

    Nasional
    UPDATE 3 Agustus: Total 1.552.141 Spesimen Diperiksa terkait Covid-19

    UPDATE 3 Agustus: Total 1.552.141 Spesimen Diperiksa terkait Covid-19

    Nasional
    Kasus Harun Masiku, Agustiani Tio Fridelina Dituntut 4,5 Tahun Penjara

    Kasus Harun Masiku, Agustiani Tio Fridelina Dituntut 4,5 Tahun Penjara

    Nasional
    Sebaran Kasus Covid-19 di Indonesia 3 Agustus: Jatim Tertinggi

    Sebaran Kasus Covid-19 di Indonesia 3 Agustus: Jatim Tertinggi

    Nasional
    Mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan Dituntut 8 Tahun Penjara

    Mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan Dituntut 8 Tahun Penjara

    Nasional
    UPDATE 3 Agustus: Kasus Suspek Covid-19 Capai 77.572 Orang

    UPDATE 3 Agustus: Kasus Suspek Covid-19 Capai 77.572 Orang

    Nasional
    Berkaca Sejarah Pandemi Flu 1918, Kebijakan Tegas soal Covid-19 Dinilai Perlu Ada

    Berkaca Sejarah Pandemi Flu 1918, Kebijakan Tegas soal Covid-19 Dinilai Perlu Ada

    Nasional
    Denny Indrayana: Sore Ini Kami ke Demokrat, Mudah-mudahan Dapat Dukungan

    Denny Indrayana: Sore Ini Kami ke Demokrat, Mudah-mudahan Dapat Dukungan

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X