Selesaikan Masalah Papua dari Akarnya! - Kompas.com

Selesaikan Masalah Papua dari Akarnya!

Kompas.com - 21/02/2013, 22:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Persoalan pemberontakan yang terjadi di Papua harus diselesaikan dari awal masalah itu terjadi. Penyelesaian harus dilakukan secara integral dan tidak selalu mengedepankan aksi represif.

Demikian disampaikan anggota Komisi I dari Fraksi Partai Hanura, Nuning Kertopati, menanggapi tewasnya delapan anggota TNI di Papua. "Kasus tewasnya anggota TNI harus serius dicari tahu pelaku dan penyebabnya. Ini BIN, Baintelkam, Bais harus bekerja keras," ujar Nuning, Kamis (21/2/2013), di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Nuning melihat pemerintah bersama aparat penegak harus mencari embrio persoalan yang ada di Papua terlebih dulu. Ia menilai sebenarnya pemerintah dan aparat keamanan sudah memiliki pemetaan akan penyebab persoalan ini, tetapi belum ada proses penyelesaian yang terpadu.

"Negara harus hadir di sini. Melihat masalah Papua harus secara integral, baik dari sisi sosiologis, edukasi, kesejahteraan, psikologis, keamanan, maupun ekonomi. Aparat tak bisa melihat ujung permasalahannya saja dan sekadar lakukan tindakan represif," ucapnya.

Selain itu, proses penyelesaian masalah di Papua yang terpadu tidak hanya dibebankan pada Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan. Kementerian Koordinator Perekonomian dan Kementerian Kesejahteraan Rakyat juga harus terlibat.

Seperti diberitakan, delapan anggota TNI pada Kamis tewas dalam dua penyerangan berbeda di Papua. Pratu Wahyu tewas setelah dadanya ditembus peluru saat pos yang ditempatinya di Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, diserang sekelompok orang bersenjata. Dalam penyerangan yang terjadi sekitar pukul 09.30 WIT itu, para penyerang juga melukai Lettu Reza. Kedua prajurit itu berasal dari Batalyon 753 Argaviratama, Nabire.

Menurut Kepala Penerangan Kodam XVII Cendrawasih Letkol Jansen Simanjuntak, mereka diserang dari arah ketinggian. Saat informasi diterima, kontak senjata masih terjadi di depan pos tersebut. Sejumlah anggota Brimob yang posnya tak jauh dari pos TNI itu turut membantu menghadapi penyerangan. Belum diketahui korban dari pihak penyerang, tetapi diduga dua orang penyerang terkena tembakan.

Penyerangan lainnya terjadi sekitar pukul 10.30 di wilayah Sinak, Kabupaten Puncak. Menurut Jansen Simanjuntak, dalam penyerangan itu, tujuh orang anggota TNI tewas, yakni Sertu Udin dan Sertu Frans yang berasal dari Koramil Sinak, serta lima anggota lain, yaitu Sertu Ramadhan, Pratu Edi, Praka Jojo, Praka Idris, dan Pratu Mustofa yang berasal dari Batalyon 753 Argaviratama Nabire yang tengah ditugaskan di Sinak. Penyerangan terjadi ketika mereka hendak mengambil alat komunikasi yang dikirim lewat pesawat di landasan perintis Sinak. Jarak antara Koramil Sinak dan landasan sekitar 2 kilometer.

Saat rombongan itu berada di tanjakan, mereka tiba-tiba diserang sekelompok sipil bersenjata. Para prajurit itu tidak sempat memberi perlawanan karena mereka tidak membawa senjata.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorHindra
    Komentar

    Terkini Lainnya

    Libur Panjang Lebaran Dinilai Momentum Majukan Ekonomi Kreatif Daerah

    Libur Panjang Lebaran Dinilai Momentum Majukan Ekonomi Kreatif Daerah

    Nasional
    Sandiaga : Ini Pertama Kali 'Video Call' Digunakan sejak Jakarta Smart City Berdiri

    Sandiaga : Ini Pertama Kali "Video Call" Digunakan sejak Jakarta Smart City Berdiri

    Megapolitan
    Hinggap di Pekarangan Rumah Warga, Seekor Elang Sikep Madu Diselamatkan

    Hinggap di Pekarangan Rumah Warga, Seekor Elang Sikep Madu Diselamatkan

    Regional
    Bus Transjakarta yang Dilukis Anak-anak Disabilitas Dioperasikan di Koridor 1

    Bus Transjakarta yang Dilukis Anak-anak Disabilitas Dioperasikan di Koridor 1

    Megapolitan
    'Saya Kepengin Sentil Dia, Kok, Ada Orang Bisa Kejam Begitu...'

    "Saya Kepengin Sentil Dia, Kok, Ada Orang Bisa Kejam Begitu..."

    Megapolitan
    3 Jurusan Soshum Paling Ketat di SBMPTN 2018

    3 Jurusan Soshum Paling Ketat di SBMPTN 2018

    Edukasi
    Wali Kota Jakut Tak Mau Tanggapi Pujian Taufik

    Wali Kota Jakut Tak Mau Tanggapi Pujian Taufik

    Megapolitan
    Mencari Lokasi Relokasi Pedagang Blok G di Blok F Pasar Tanah Abang

    Mencari Lokasi Relokasi Pedagang Blok G di Blok F Pasar Tanah Abang

    Megapolitan
    Wali Kota di Jepang Berjuang Ubah Larangan Perempuan Masuk Arena Sumo

    Wali Kota di Jepang Berjuang Ubah Larangan Perempuan Masuk Arena Sumo

    Internasional
    Sekjen PPP Sebut Gerindra Masih Bahas Opsi Prabowo Jadi Cawapres Jokowi

    Sekjen PPP Sebut Gerindra Masih Bahas Opsi Prabowo Jadi Cawapres Jokowi

    Nasional
    Pemilik Lahan Akui Kesulitan Cegah Warga Buang Sampah di Kolong Tol Pelabuhan

    Pemilik Lahan Akui Kesulitan Cegah Warga Buang Sampah di Kolong Tol Pelabuhan

    Megapolitan
    SBY Akan Bertemu Presiden PKS, Partai Gerindra Tak Khawatir

    SBY Akan Bertemu Presiden PKS, Partai Gerindra Tak Khawatir

    Nasional
    Bahas Pengurangan Uang Pensiun Tentara, Wakil Rakyat Taiwan Berkelahi

    Bahas Pengurangan Uang Pensiun Tentara, Wakil Rakyat Taiwan Berkelahi

    Internasional
    Imbas Penemuan Bom Sisa Perang Dunia II, KBRI di Berlin Ditutup Sementara

    Imbas Penemuan Bom Sisa Perang Dunia II, KBRI di Berlin Ditutup Sementara

    Nasional
    Umumkan Krisis Keuangan Negara, Menteri Luar Negeri Sudan Dipecat

    Umumkan Krisis Keuangan Negara, Menteri Luar Negeri Sudan Dipecat

    Internasional

    Close Ads X