Pekan Depan Gelar Perkara Terkait Anas

Kompas.com - 13/02/2013, 02:27 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Komisi Pemberantasan Korupsi memastikan akan menggelar perkara kasus dugaan korupsi proyek pembangunan kompleks olahraga terpadu di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pekan depan. Gelar perkara ini terkait dengan nama Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Kepastian tersebut disampaikan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto di kantor KPK, Jakarta, Selasa (12/2). ”Ya, (gelar perkara) menunggu pimpinan lengkap,” ujarnya.

Saat ini Ketua KPK Abraham Samad tengah berada di Auckland, Selandia Baru.

Akhir-akhir ini kasus Hambalang menjadi sorotan di media massa menyusul adanya kebocoran dokumen yang diduga surat perintah penyidikan atas nama tersangka Anas. Namun, KPK membantah telah menetapkan Anas sebagai tersangka dalam kasus ini.

Kemarin, KPK memeriksa sejumlah saksi dalam penyidikan kasus Hambalang dengan tersangka mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng dan pejabat pembuat komitmen proyek, Deddy Kusdinar. Saksi yang diperiksa antara lain anggota DPR, Eko Hendri Purnomo alias Eko Patrio dan Zulfadli. KPK juga memeriksa adik Andi, Andi Zulkarnain Mallarangeng alias Choel. Selain itu, KPK memeriksa anggota staf PT Adhi Karya, M Muqorobin.

Choel yang diperiksa kedua kalinya sebagai saksi mengatakan, penyidik menanyakan sejumlah nama. Dia mengaku ditanya apakah mengenal mantan Sekretaris Menpora Wafid Muharam dan mantan Direktur Operasional PT Adhi Karya Tengku Bagus.

Choel juga kembali mengakui menerima uang dari Herman Prananto dari PT Global Daya Manunggal, salah satu subkontraktor proyek Hambalang, sebesar Rp 2 miliar. CEO konsultan politik Fox Indonesia tersebut juga mengaku menerima uang dari Deddy. Jumlah uang yang diterima Choel sebesar 550.000 dollar Amerika Serikat. (BIL)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.