"Politik Para Sengkuni" Tanda Perlawanan Anas - Kompas.com

"Politik Para Sengkuni" Tanda Perlawanan Anas

Kompas.com - 07/02/2013, 09:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum beberapa waktu lalu menuliskan 'Politik Para Sengkuni' dalam status BlackBerry Messenger (BBM) miliknya. Statusnya ini menimbulkan banyak spekulasi di tengah ramainya wacana soal pelengseran dirinya dari kursi Demokrat 1 pasca-merosotnya elektabilitas partai.

Pakar komunikasi politik Effendi Gazali menilai, status itu menyiratkan sebagai bentuk perlawanan Anas. 

"Saya bukan ahli Jawa. Tapi, sekilas saya baca, itu simbol dari perlawanan. Saya bukan ahli Mahabrata, tapi saya rasa itu dia pakai sebagai simbol perlawanan. Cuma perlawanan saja," ujar Effendi kepada sejumlah wartawan di Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu (6/2/2013).

Anas sendiri mengelak saat ditanya soal maksud statusnya tersebut. Menurut Effendi, penulisan status itu menunjukkan kelihaian Anas dalam berpolitik. Setelah menunjukkan perlawanan, Anas menarik kembali perlawanannya, tetapi sudah menegaskan kalau dia tidak akan tinggal diam.

"Memang harus begitu politik. Tunjukkan simbol perlawanan, lalu ditarik. Itu menunjukkan, Anas seorang ahli strategi dalam politik. Tunjukkan sesaat, lalu tarik untuk menunjukkan 'Saya lawan kalau Anda begitu'. Rasanya Anas juga kuat," kata Effendi.

Siapa Sengkuni?

Sengkuni adalah salah satu karakter terkenal dalam wayang dengan lakon Mahabarata. Dia adalah patih di Astina, sebuah negara yang diperintah oleh Kurawa. Karakter fisik Sengkuni digambarkan berbadan kurus dengan muka tirus dan cara bicara yang lemah, tetapi menjengkelkan.

Sengkuni juga digambarkan memiliki watak yang licik, senang menipu, menghasut, memfitnah, dan munafik. Gambaran tentang Sengkuni adalah gambaran tentang orang yang ingin orang lain celaka.

Sebagai patih, dia dikenal "ngemong" bagi para Kurawa. Anas sendiri, ketika dikonfirmasi terkait statusnya, mengatakan, ia baru belajar cerita Mahabarata. Cerita legendaris dari India itu memuat perang saudara antara Kurawa dan Pandawa yang penuh intrik politik, salah satunya keterlibatan Sengkuni. Anas sendiri mengakui baru mengetahui sedikit cerita soal Sengkuni.

"Kalau saya sudah selesai baca, nanti Anda saya kasih tahu tentang Sengkuni itu siapa," kata Anas.

Baca juga:
Anas: Politik Para Sengkuni
Anas Janji Bongkar Sosok Sengkuni
Pengamat: Sebut Sengkuni, Anas Serang Jero dan Syarif

Berita terkait dapat diikuti dalam topik:
Demokrat "Terjun" Bebas


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorInggried Dwi Wedhaswary
    Komentar

    Terkini Lainnya

    Sejak 2005, KY Terima 16.000 Laporan Pelanggaran Kode Etik Hakim

    Sejak 2005, KY Terima 16.000 Laporan Pelanggaran Kode Etik Hakim

    Nasional
    Ombudsman Sebut Penghentian Layanan Publik Di Bekasi Terbukti dan Dilakukan Sistematis

    Ombudsman Sebut Penghentian Layanan Publik Di Bekasi Terbukti dan Dilakukan Sistematis

    Megapolitan
    Ibu yang Ditahan di Bandara Dubai Mengaku Diperlakukan Tak Manusiawi

    Ibu yang Ditahan di Bandara Dubai Mengaku Diperlakukan Tak Manusiawi

    Internasional
    Beredar Video Kepala Korps Brimob Polri Beri Sambutan sebagai Kapolda Metro Jaya, Ini Kata Polisi

    Beredar Video Kepala Korps Brimob Polri Beri Sambutan sebagai Kapolda Metro Jaya, Ini Kata Polisi

    Megapolitan
    Ridwan Kamil Ajak Pemerintah Inggris Kerja Sama di Bidang Transportasi

    Ridwan Kamil Ajak Pemerintah Inggris Kerja Sama di Bidang Transportasi

    Regional
    Obor Asian Games 2018 Tiba di Balai Kota

    Obor Asian Games 2018 Tiba di Balai Kota

    Megapolitan
    Peras Kelompok Ternak Rp 36 Juta, KPK Gadungan Ditangkap Polisi

    Peras Kelompok Ternak Rp 36 Juta, KPK Gadungan Ditangkap Polisi

    Regional
    Pengamen Binaan UPK Kota Tua Diminta Tak Beroperasi Saat Kirab Obor Asian Games

    Pengamen Binaan UPK Kota Tua Diminta Tak Beroperasi Saat Kirab Obor Asian Games

    Megapolitan
    Hilang Tiga Hari di Hutan, Bocah Usia 2 Tahun Ditemukan Selamat

    Hilang Tiga Hari di Hutan, Bocah Usia 2 Tahun Ditemukan Selamat

    Internasional
    Diuji Coba Mulai Hari Ini, Kereta LRT Jakarta Melaju 40 km/jam

    Diuji Coba Mulai Hari Ini, Kereta LRT Jakarta Melaju 40 km/jam

    Megapolitan
    Penumpang Keluhkan Perpindahan Jalur KRL Bogor di Stasiun Manggarai, Ini Kata PT KCI

    Penumpang Keluhkan Perpindahan Jalur KRL Bogor di Stasiun Manggarai, Ini Kata PT KCI

    Megapolitan
    Ketua DPR Tegaskan Kualitas UU Lebih Penting Dibandingkan Kuantitas

    Ketua DPR Tegaskan Kualitas UU Lebih Penting Dibandingkan Kuantitas

    Nasional
    Ketua KPK Tanggapi Kritik Wadah Pegawai KPK soal Rotasi Jabatan

    Ketua KPK Tanggapi Kritik Wadah Pegawai KPK soal Rotasi Jabatan

    Nasional
    Pengusutan Dugaan Mahar Sandiaga Diharapkan Menjadi Ajang Klarifikasi

    Pengusutan Dugaan Mahar Sandiaga Diharapkan Menjadi Ajang Klarifikasi

    Nasional
    Ini Tugas Tim Evaluasi Tata Kelola Air Minum

    Ini Tugas Tim Evaluasi Tata Kelola Air Minum

    Megapolitan
    Close Ads X