Anas: Politik Para Sengkuni - Kompas.com

Anas: Politik Para Sengkuni

Kompas.com - 05/02/2013, 06:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak berapa lama setelah muncul berita tentang permintaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada Komisi Pemberantasan Korupsi agar segera menuntaskan kasus korupsi yang diduga melibatkan kader Partai Demokrat, ketua umum partai berlambang mercy ini, Anas Urbaningrum menulis di status atau personal message blackberry messenger-nya "Politik Para Sengkuni."

Sengkuni adalah salah satu karakter terkenal dalam wayang dengan lakon Mahabarata. Dia adalah patih di Astina, sebuah negara yang diperintah oleh Kurawa. Karakter fisik Sengkuni digambarkan berbadan kurus dengan muka tirus dan cara bicara yang lemah tapi menjengkelkan.

Sengkuni juga digambarkan memiliki watak yang licik, senang menipu, menghasut, memfitnah, dan munafik. Gambaran tentang Sengkuni adalah gambaran tentang orang yang ingin orang lain celaka.

Sebagai patih dia dikenal "ngemong" bagi para Kurawa. Entah kepada siapa status BBM Anas tersebut ditujukan. Namun seharian ini, gejolak internal di Partai Demokrat usai publikasi hasil survei Lembaga Survei Syaiful Mujadi Research and Consulting yang menunjukkan popularitas partai tersebut tinggal 8 persen.

Ketua Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik menyatakan, para kader utama Partai Demokrat mengharapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selaku salah satu pendiri partai untuk menyelesaikan masalah-masalah yang mendera partai pemimpin pemerintahan tersebut.

"Saya bersama para menteri dan gubernur yang berasal dari kader Demokrat sudah sepakat agar beliau mengambil langkah secepatnya untuk menumbuhkan kembali rasa kepercayaan masyarakat terhadap partai ini," kata Jero.

Namun respon terhadap hasil survei ini ditanggapi sebagai bentuk upaya pelengseran Anas. Maka, kubu Anas pun tak kalah sigap menanggapi manuver tersebut.

Sekretaris DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Ifran Gani mengklaim, perwakilan DPD Partai Demokrat se-Indonesia tidak akan memberi ruang yang memungkinkan para tokoh senior melengserkan Anas sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Menurut Irfan, pemilik hak suara adalah DPD dan DPC yang masih solid mendukung Anas.

"Kongres Luar Biasa (KLB) hanya mungkin jika ada masalah yang sangat mendasar. Saat ini, tidak ada sesuatu yang menyebabkan perlu diadakan KLB," ujar Irfan.

Anas sendiri tak menjawab saat dikonfirmasi perihal status di BBM-nya. Termasuk ketika ditanya, apakah status tersebut berhubungan dengan dinamika internal di partainya sekarang ini.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    PenulisKhaerudin
    EditorRobert Adhi Ksp
    Komentar

    Terkini Lainnya

    Biografi Tokoh Dunia: Walt Disney, Pelopor Kartun Animasi

    Biografi Tokoh Dunia: Walt Disney, Pelopor Kartun Animasi

    Internasional
    Polisi Tak Masalah soal Tren Foto Jakarta Sepi Asal Warga Berhati-hati

    Polisi Tak Masalah soal Tren Foto Jakarta Sepi Asal Warga Berhati-hati

    Megapolitan
    Rizieq Dikabarkan akan Pulang, Sandiaga Berharap Jakarta Tetap Kondusif

    Rizieq Dikabarkan akan Pulang, Sandiaga Berharap Jakarta Tetap Kondusif

    Megapolitan
    Tagih Janji PM India, Pria Ini Jalan Kaki 1.350 Km ke New Delhi

    Tagih Janji PM India, Pria Ini Jalan Kaki 1.350 Km ke New Delhi

    Internasional
    Hujan dan Angin Kencang di Aceh, Perjalanan Ferry Dibatalkan hingga Banyak Rumah warga Rusak

    Hujan dan Angin Kencang di Aceh, Perjalanan Ferry Dibatalkan hingga Banyak Rumah warga Rusak

    Regional
    Cari Buaya di Teluk Jakarta, Sandiaga Akan Bentuk Tim Khusus

    Cari Buaya di Teluk Jakarta, Sandiaga Akan Bentuk Tim Khusus

    Megapolitan
    Gerindra: Iriawan sebagai PJ Gubernur Jabar Rusak Kredibilitas Pemerintah

    Gerindra: Iriawan sebagai PJ Gubernur Jabar Rusak Kredibilitas Pemerintah

    Nasional
    Dilantik Jadi Penjabat Gubernur Jabar, Ini Langkah Pertama M Iriawan

    Dilantik Jadi Penjabat Gubernur Jabar, Ini Langkah Pertama M Iriawan

    Regional
    Diserbu Wisatawan, Jalur Yogyakarta-Wonosari Padat Merayap hingga 15 Km

    Diserbu Wisatawan, Jalur Yogyakarta-Wonosari Padat Merayap hingga 15 Km

    Regional
    M Iriawan: Kalau Saya Tidak Netral, Sayang Karier Saya

    M Iriawan: Kalau Saya Tidak Netral, Sayang Karier Saya

    Regional
    10 Kasus Ular Vs Manusia di Indonesia

    10 Kasus Ular Vs Manusia di Indonesia

    Regional
    Sandiaga: Pak SBY Titip Pesan, Insya Allah Kita Bersama-sama di 2019

    Sandiaga: Pak SBY Titip Pesan, Insya Allah Kita Bersama-sama di 2019

    Megapolitan
    Sembunyikan Sepeda hingga Ikan Koi, Pencuri di Tangerang Akan Dites Kejiwaan

    Sembunyikan Sepeda hingga Ikan Koi, Pencuri di Tangerang Akan Dites Kejiwaan

    Megapolitan
    Pengunjung Meningkat, Sampah Berserakan di Taman Margasatwa Ragunan

    Pengunjung Meningkat, Sampah Berserakan di Taman Margasatwa Ragunan

    Megapolitan
    1.720 Personel Kepolisian Disiagakan Hadapi Lonjakan Arus Balik di Jakarta Pusat

    1.720 Personel Kepolisian Disiagakan Hadapi Lonjakan Arus Balik di Jakarta Pusat

    Megapolitan

    Close Ads X